Perlu Tahu, Faktor Risiko Hernia Inguinalis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 hernia inguinalis

Halodoc, Jakarta - Pengidap hernia inguinalis akan sering mengalami kemunculan benjolan setiap mengangkat sesuatu. Kondisi ini akan menghilang saat dalam posisi berbaring. Walaupun hernia inguinalis tidak berbahaya, kondisi ini juga berisiko mengarah pada komplikasi yang dapat membahayakan nyawa.

Sayangnya, hernia inguinalis tidak dapat membaik atau hilang dengan sendirinya. Penyakit ini belum tentu berbahaya. Meski begitu, apabila kondisi tersebut dibiarkan terus tanpa diobati, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Biasanya dokter akan merekomendasikan operasi untuk memperbaiki hernia inguinalis yang menyakitkan atau membesar. Perbaikan hernia inguinalis merupakan prosedur bedah umum.

Hernia inguinalis diyakini muncul karena adanya faktor usia, yaitu saat otot-otot di sekitar perut mulai melemah. Selain itu, hernia inguinalis juga dapat muncul secara tiba-tiba saat seseorang mengejan akibat konstipasi atau mengangkat beban berat. Hernia inguinalis juga dikaitkan dengan penyakit batuk-batuk berat dan menetap.

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Kenali Faktor Risikonya

Ketahui beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya hernia inguinalis.

  • Faktor keturunan. Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat hernia, kemungkinan akan mengalami penyakit ini lebih besar.
  • Riwayat pernah mengalami hernia sebelumnya. Jika kamu pernah mengalami hernia inguinalis pada salah satu sisi, kemungkinan mengalami kondisi ini di sisi lain akan membesar.
  • Jenis kelamin. Pria ternyata memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia inguinalis.
  • Bayi terlahir prematur. Pada bayi prematur, pembentukan kekuatan otot-ototnya masih belum sempurna, sehingga lebih mudah terjadi penonjolan. Hernia yang dapat terjadi yaitu hernia inguinalis, hernia umbilikalis, maupun hiatus hernia.

Baca juga: Turun Berok Hernia, Penyakit Apa Itu?

  • Memiliki berat badan badan berlebih atau obesitas. Sebab, beban yang terjadi lebih besar dibandingkan orang dengan berat badan normal.
  • Wanita hamil. Tekanan di dalam rongga perut meningkat selama kehamilan, sehingga mendorong otot-otot dinding perut lebih kuat dibandingkan kondisi normal.
  • Penyakit Batuk Kronis. Pada saat batuk, maka tekanan di dalam perut juga meningkat.
  • Sering mengalami konstipasi atau sulit buang air besar. Terdapatnya feses di usus kolon atau feses, akan meningkatkan tekanan di dalam rongga perut.
  • Sering berdiri pada waktu yang lama. Posisi berdiri menyebabkan posisi organ di dalam perut cenderung ke bawah sesuai gravitasi, sehingga tekanan di bawah rongga perut meningkat.

Hampir sebagian besar faktor risiko terjadinya hernia inguinalis di tas tidak dapat dihindari. Kendati demikian, bisa dilakukan beberapa hal untuk sekedar mengurangi kemungkinan terjadinya hernia inguinalis, yaitu:

  • Hindari mengangkat beban berat terlalu sering.
  • Perbanyak makan serat untuk mencegah konstipasi.
  • Tidak merokok.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.

Baca juga: Ini Penyebab Sakit Perut Bawah Sebelah Kiri pada Wanita

Itulah faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengalami hernia inguinalis. Apabila kamu memiliki salah satu faktor risiko, lebih baik cegah dengan cara bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.