• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini 4 Penyebab Fraktur Penis yang Sering Terjadi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini 4 Penyebab Fraktur Penis yang Sering Terjadi

Perlu Tahu, Ini 4 Penyebab Fraktur Penis yang Sering Terjadi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 Januari 2023

“Meskipun penis tidak memiliki tulang, organ kelamin pria ini dapat patah saat mengalami fraktur penis. Kondisi ini terjadi ketika penis yang sedang ereksi ditekuk secara tiba-tiba dan secara paksa, sering kali terjadi selama aktivitas seksual.”

Perlu Tahu, Ini 4 Penyebab Fraktur Penis yang Sering TerjadiPerlu Tahu, Ini 4 Penyebab Fraktur Penis yang Sering Terjadi

Halodoc, Jakarta – Fraktur penis adalah robekan pada tunica albuginea, selubung karet jaringan pada bawah kulit yang memungkinkan penis bertambah lebar dan panjang untuk menghasilkan ereksi yang kuat. Terkadang, jaringan ereksi pada bagian bawah tunika albuginea yang memiliki nama corpus cavernosum juga pecah.

Ketika mengalami patah tulang penis, pengidap akan merasakan beberapa gejala berikut:

  • Perdarahan dari penis.
  • Mengalami memar berwarna gelap pada penis.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Mendengar suara retak atau letupan.
  • Kehilangan ereksi secara tiba-tiba.
  • Rasa sakit yang bervariasi dari minimal hingga berat.

Fraktur penis sering kali menyebabkan penis mengalami apa yang kemudian populer sebagai “cacat terong” atau eggplant deformity, kondisi ketika penis terlihat berwarna ungu dan membengkak. Gejala fraktur penis yang lebih jarang terjadi termasuk pembengkakan pada skrotum dan darah pada urin.

Apa yang Menjadi Penyebab Fraktur Penis?

Fraktur penis sering terjadi karena kekuatan benda tumpul, misalnya, saat penis mengalami ereksi dan membentur sesuatu yang keras dan menjadi bengkok. Penyebab umum adalah:

  • Aktivitas seksual dengan pasangan. Fraktur penis dapat terjadi ketika penis terlepas dari pasangan dan mendorong area antara anus dan perineum atau tulang panggul.
  • Masturbasi energik.
  • Jatuh atau mengubah posisi berguling ketika sedang ereksi atau penis yang sedang ereksi terbentur ke dinding atau pintu saat ruangan gelap.
  • Taqaandan. Metode membengkokkan penis yang ereksi ini populer oleh beberapa pria asal Timur Tengah atau Asia Tengah untuk menghilangkan ereksi atau mengubah bentuk atau ukuran penis.

Meski fraktur penis dapat terjadi akibat cedera selama posisi apa saja dalam hubungan seksual, melakukan praktik tertentu bisa meningkatkan risiko pria mengalami kondisi tersebut.

Bagi pria heteroseksual, posisi wanita pada bagian atas juga meningkatkan risiko. Ketika penis tersumbat sesaat pada pintu masuk vagina, beban penuh wanita dapat dengan paksa membengkokkan ereksi. Posisi berhubungan seksual saat penis masuk melalui belakang juga memiliki hubungan dengan cedera penis.

Pria dalam budaya Timur Tengah tertentu mempraktikkan taqaandan atau retak penis. Ini melibatkan menggenggam batang penis yang ereksi dan menekuk bagian atas sampai terdengar suara klik. Pria pada budaya tersebut melakukan hal tersebut karena berbagai alasan, seperti:

  • Mengempiskan ereksi yang tidak mereka inginkan.
  • Mencoba untuk memperbesar atau meluruskan penis.
  • Kebiasaan.

Penanganan Fraktur Penis

Karena cedera dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada fungsi seksual dan urine pria, sudah pasti sangat penting untuk mencari pertolongan medis darurat jika kamu mengalaminya. 

Saat ini, penanganan paling umum untuk mengatasi patah tulang penis adalah operasi. Dokter bedah akan memperbaiki bagian tunica albuginea dengan jahitan. Dokter juga dapat mencari potensi cedera lain, seperti robekan pada uretra.

Namun, seperti halnya metode operasi untuk masalah kesehatan lainnya, bedah untuk menangani fraktur penis juga memiliki risiko komplikasi, seperti:

  • Penis melengkung.
  • Fistula (bukaan yang tidak diinginkan).
  • Disfungsi ereksi.
  • Ereksi yang menyakitkan.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika kamu mengalami fraktur penis yang menyakitkan. Temukan dokter terbaik di Halodoc dengan download Halodoc melalui App Store maupun Play Store.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2023. Penile Fracture.
Healthline. Diakses pada 2023. Everything You Should Know About Penile Fractures.
Medical News Today. Diakses pada 2023. Everything you need to know about penile fracture.