Perlu Tahu, Ini 4 Penyebab Perdarahan Postpartum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
penyebab perdarahan postpartum

Halodoc, Jakarta - Perdarahan setelah melahirkan dapat berakibat fatal bagi ibu hamil pasca melahirkan. Kondisi yang sangat serius ini dikenal dengan perdarahan postpartum. Perdarahan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Perdarahan postpartum primer, yaitu ketika ibu kehilangan lebih dari 500 mililiter darah setelah 24 jam pertama melahirkan.

  2. Perdarahan postpartum sekunder, yaitu perdarahan yang terjadi hingga 12 minggu setelah persalinan.

Perdarahan postpartum merupakan penyebab utama ibu kehilangan nyawanya pasca persalinan. Kenali penyebab dan faktor risiko terjadinya perdarahan postpartum, supaya ibu dapat menghindari kejadian berbahaya yang satu ini.

Baca juga: Pengidap Anemia Rentan Alami Perdarahan Postpartum

Perdarahan Postpartum yang Sangat Berbahaya, Ini yang Jadi Penyebabnya

Reaksi yang dialami oleh masing-masing pengidap akan berbeda-beda, tergantung seberapa parah kondisi yang dialami. Beberapa hal berikut ini yang menjadi penyebab dari perdarahan postpartum.

  1. Mengalami atonia uteri, yaitu kondisi saat rahim ibu gagal untuk berkontraksi pasca persalinan.

  2. Adanya perdarahan yang terjadi karena robekan pada vagina.

  3. Mengalami plasenta previa, yaitu kondisi saat ari-ari (plasenta) berada di bagian bawah rahim. Hal ini akan menyebabkan tertutupnya jalan keluarnya bayi. 

  4. Mengalami ruptur uteri, yaitu kondisi saat dinding rahim robek. Kondisi ini akan menyebabkan bayi masuk ke dalam rongga perut dan menyebabkannya kesulitan bernapas.

  5. Kurangnya enzim trombin, yaitu enzim yang membantu proses pembekuan darah dalam tubuh.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, ibu hamil disarankan untuk selalu mengontrol kondisi kehamilan, ya. Ibu dapat dengan mudah membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang ibu pilih dengan bantuan aplikasi Halodoc. Dengan begitu, ibu tidak perlu antri di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin kehamilan.

Baca juga: Kehamilan di Usia Tua Berisiko Alami Perdarahan Postpartum

Tindakan untuk Mengatasi Postpartum

Pemeriksaan rutin saat kehamilan akan menghindari ibu mengalami postpartum. Penanganan yang dilakukan akan berguna untuk mengatasi penyebab terjadinya perdarahan. Beberapa cara yang dilakukan dokter, antara lain:

  • Balon kateter foley. Cara ini dilakukan dengan mengembangkan balon pada rahim untuk memberikan tekanan pada pembuluh darah yang terbuka untuk membantu menghentikan perdarahan.

  • Pijat dan infus oksitosin. Rahim akan terus berkontraksi saat plasenta telah keluar sampai pembuluh darah kembali menutup. Jika tidak, dokter akan melakukan pijatan pada perut dibarengi dengan infus oksitosin untuk membantu kontraksi.

  • Menarik plasenta. Plasenta yang tidak keluar selama proses persalinan, akan dikeluarkan secara normal dengan tangan. Prosedur ini tentunya akan dilakukan oleh profesional supaya tidak terjadi hal-hal yang berbahaya.

Baca juga: 4 Penyebab Perdarahan Berat Usai Melahirkan

Jika ahli medis masih ragu apakah ada sisa plasenta yang terdapat dalam rahim, dokter akan memeriksa dengan memasukkan tangan ke dalam vagina. Selain itu, kuretase juga dapat dilakukan untuk membersihkan rahim dengan mengeluarkan sisa plasenta.

Supaya kehamilan selalu sehat, pemeriksaan rutin tidaklah cukup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ibu juga harus mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang untuk meminimalisir adanya perdarahan saat persalinan. Jika zat besi dan mineral tercukupi saat kehamilan, ibu akan terhindar dari anemia.

Anemia inilah yang dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan. Jika gizi dan nutrisi ibu terpenuhi saat kehamilan, persalinan akan berjalan dengan lancar, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat. Jadi, jangan lupa untuk perhatikan nilai gizi saat sedang hamil ya, bu!

Referensi:
Baby Center (Diakses pada 2019). Postpartum Hemorrhage. 
University of Rochester Medical Center (Diakses pada 2019). Postpartum Hemorrhage.