• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Kesehatan Mental
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Kesehatan Mental

Perlu Tahu, Ini 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Kesehatan Mental

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 November 2022

“Resesi ekonomi yang menyebabkan pemutusan hubungan kerja, penurunan pendapatan, dan lain-lain bisa memengaruhi kesehatan mental secara signifikan. Kondisi ekonomi tersebut bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental hingga perilaku bunuh diri.”

Perlu Tahu, Ini 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Kesehatan MentalPerlu Tahu, Ini 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Kesehatan Mental

Halodoc, Jakarta – Tahun 2023, dunia diprediksi akan mengalami resesi ekonomi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi adalah kondisi ketika perekonomian suatu negara memburuk yang ditandai dari produk domestik bruto negatif, angka pengangguran meningkat, dan pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif.

Meskipun Indonesia diprediksi tidak akan mengalami resesi separah negara-negara yang lain, tapi belum lama ini marak berita mengenai beberapa perusahaan besar yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran. 

Kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya pasca pandemi COVID-19, ditambah lagi dengan ancaman resesi ekonomi tahun depan tentu bisa memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama kesehatan mental. Bukti terbaru menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara resesi ekonomi dan hasil kesehatan mental. 

Dampak Resesi Ekonomi pada Kesehatan Mental

Resesi ekonomi diperkirakan bisa memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Kondisi ekonomi negara yang menurun cenderung memperburuk dan meningkatkan masalah kesehatan mental melalui meningkatnya faktor risiko sosial ekonomi. Contohnya seperti pengangguran, tekanan keuangan, hutang, dan masalah terkait pekerjaan.

Secara keseluruhan, orang juga lebih takut kehilangan pekerjaan karena persaingan untuk pekerjaan meningkat, dan menemukan pekerjaan baru dengan cepat dianggap tidak mungkin.

Nah, orang-orang yang mengalami salah satu atau beberapa faktor tersebut lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Selain itu, resesi ekonomi juga dikhawatirkan akan memperburuk masalah kesehatan mental yang sudah ada. Mengingat pandemi COVID-19 sudah berdampak buruk pada kondisi mental banyak orang. Bukan hanya itu saja, tekanan ekonomi dan pengangguran dipercaya juga bisa berdampak buruk pada keluarga, khususnya anak-anak.

Berikut beberapa dampak resesi ekonomi pada kesehatan mental:

1. Menurunkan kesejahteraan psikologis

Beberapa studi yang membandingkan data antara periode pra resesi dengan resesi menunjukkan dampak negatif yang konsisten, pada status kesehatan mental dari populasi yang terlibat.

Contohnya, sebuah studi longitudinal dari Yunani menunjukkan bahwa kesehatan mental dan kesehatan diri dipengaruhi secara negatif oleh pengangguran selama resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 2008-2013, terutama di kalangan orang yang menganggur. Studi cross-sectional berulang Inggris dan Spanyol menunjukkan bahwa prevalensi tekanan psikologis meningkat secara signifikan selama periode resesi, dengan dampak yang lebih besar pada pria dibandingkan wanita. Namun, wanita juga melaporkan peningkatan tekanan mental selama resesi, menurut survei cross-sectional berulang dari Swedia.

2. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental

Penelitian juga sudah mengaitkan resesi ekonomi dengan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Association for Psychological Science yang meneliti orang yang terkena resesi hebat, menemukan adanya peningkatan depresi dan kecemasan di antara mereka yang mengalami bahkan satu kesulitan besar, seperti kehilangan pekerjaan atau penyitaan rumah.

Menurut sebuah penelitian yang dirilis tahun lalu oleh para peneliti di University of Alberta, Kanada, kehilangan pekerjaan selama resesi hebat juga meningkatkan risiko gangguan suasana hati di Amerika Serikat sebesar 22 persen.  Para peneliti juga menemukan kemungkinan 1,2 hingga 5,8 kali lebih tinggi dari episode depresi mayor, terkait dengan pengalaman penyitaan rumah selama kondisi ekonomi tersebut.

3. Memperburuk masalah kesehatan mental

Di masa ekonomi yang sulit, peristiwa seperti kehilangan pekerjaan atau penyitaan rumah, juga bisa memperburuk masalah kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya. Apalagi bila memburuknya kondisi ekonomi berlanjut selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. 

4. Meningkatkan risiko gangguan terkait zat adiktif

Laporan tentang merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan narkoba juga meningkat selama resesi. Bukti cross-sectional berulang Spanyol menunjukkan bahwa resesi mungkin sudah memicu gangguan yang berhubungan dengan alkohol, karena adanya peningkatan sebesar 4,6 persen dalam penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan pada alkohol sudah ditemukan. 

Selain itu, data yang tersedia dari Argentina juga mengungkapkan bahwa orang cenderung meningkatkan asupan alkohol berkualitas rendah, yang diketahui bisa menimbulkan ancaman tambahan bagi kesehatan.

5. Meningkatkan perilaku bunuh diri

Resesi juga meningkatkan perilaku bunuh diri, seperti kematian akibat bunuh diri, ide bunuh diri, dan percobaan bunuh diri. Bukti longitudinal selama resesi di Swedia melaporkan peningkatan tingkat bunuh diri pasca-resesi di antara pria yang menganggur. 

Demikian pula, data cross-sectional Yunani, dari sebelum dan sesudah terjadinya resesi, menunjukkan bahwa tingkat ide bunuh diri meningkat secara signifikan pada pria. Selain itu, di Korea Selatan data dari survei yang sebanding juga menunjukkan bahwa perilaku bunuh diri terkait pendapatan ditemukan meningkat pada tahun-tahun setelah periode resesi.

Itulah beberapa dampak resesi ekonomi pada kesehatan mental. Bila kamu sedang mengalami masalah kesehatan mental akibat kesulitan ekonomi, sebaiknya jangan dipendam. Coba hubungi psikolog melalui Halodoc untuk mencurahkan isi hati. 

Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya psikolog dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Kompas. Diakses pada 2022. Jika 2023 Resesi, Sektor Mana Saja yang Alami Penurunan dan Kenaikan?
CNBC. Diakses pada 2022. Data & Fakta Terkini Ekonomi Indonesia, Resesi atau Tidak?
BMC Public Health. Diakses pada 2022. Mental health outcomes in times of economic recession: a systematic literature review.
ABC News. Diakses pada 2022. Potential recession would harm mental health: Experts.