• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Bahaya Diet Cacing Pita Bagi Tubuh

Perlu Tahu, Ini Bahaya Diet Cacing Pita Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Ada berbagai diet yang menawarkan program penurunan berat badan dan kesehatan secara menyeluruh. Sebut saja diet Mediterania, diet mayo, diet Dukan, hingga diet rendah karbohidrat. Namun, bagaimana dengan diet-diet ekstrem di luar sana?

Jangan salah, ternyata terdapat beberapa diet ekstrem yang kabarnya dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Salah satu yang cukup populer yaitu diet cacing pita. Pertanyaannya, apa sih dampak diet cacing pita bagi tubuh? Benarkah diet cacing pita ini terbilang aman dan efektif untuk menurunkan berat badan?

Baca juga: Bahaya Penularan Cacing Pita pada Manusia

Ilegal dan Belum ada Risetnya

Meski terdengar konyol dan tak masuk akal, tapi mereka yang menerapkan diet ekstrem ini terbilang banyak. Diet ini cukup populer di Amerika Serikat dan Meksiko. Bahkan, beberapa model papan atas juga ikut-ikutan menjajal diet ini. 

Diet cacing pita ini terbilang ekstrem karena dilakukan dengan cara menelan telur cacing pita. Selanjutnya, cacing pita akan dibiarkan menetas dalam tubuh dan dibiarkan tumbuh hingga dewasa. Nantinya, cacing ini diharapkan akan memakan atau menyerap makanan yang ada di dalam usus tubuh seseorang. Setelah berat badan telah menurun, cacing pita ini nantinya bisa dikeluarkan dengan obat cacing. 

Hati-hati, dalam proses kerjanya diet cacing pita ini bisa menyebabkan seseorang muntah dan diare. Makanya, jangan heran bila berat badan akan menurun dengan cepat. 

Hal yang perlu ditegaskan, diet cacing pita memiliki berbagai risiko kesehatan sehingga dinyatakan ilegal di Amerika Serikat. Meski sudah beredar di pasaran sejak 100 tahun yang lalu, cacing pita masih terus diiklankan dan dijual hingga hari ini. Cukup mengkhawatirkan, bukan? 

Sayangnya, banyak orang yang melakukan tindakan ekstrem ini tidak memahami potensi risiko yang dapat menghantuinya. Ada pula satu hal lainnya yang perlu dipahami. Ingat, hingga kini masih belum ada studi atau riset yang menunjukkan keamanan dan kemanjuran diet cacing pita untuk menurunkan berat badan. 

Baca juga: Banyak Makan Tetap Kurus karena Cacingan, Benarkah?

Dampak Diet Cacing Pita Bagi Tubuh

Coba tebak kira-kira berapa banyaknya kasus cacingan secara global? Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2017, kira-kira sekitar 1,5 miliar penduduk Bumi berisiko terinfeksi cacingan. Dari banyak angka-angka tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalaminya. 

Nah, dari banyaknya jenis infeksi cacingan, infeksi cacing pita atau taeniasis merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Cacing pita ini bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Lantas, apa sih dampak diet cacing pita bagi tubuh? 

Diet ini bisa berujung pada infeksi cacing pita di dalam tubuh. Sebenarnya infeksi cacing pita bisa ditangani dengan mudah, tapi bila sudah menyebar ke berbagai organ tubuh lain lagi ceritanya. Di kondisi ini, taeniasis berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang serius. 

Contohnya, infeksi cacing pita yang dibiarkan bisa memicu komplikasi gangguan pencernaan (menghambat atau menginfeksi usus buntu), gangguan fungsi organ, hingga gangguan pada otak dan sistem saraf pusat (meningitis atau hidrosefalus). Bahkan, bila infeksinya sudah cukup parah dapat menyebabkan kematian. Tuh, seram kan? 

Masih mau menjalani diet cacing pita yang belum terbukti keamanan dan kemanjurannya? 

Baca juga: Penanganan Pertama Saat Terkena Taeniasis

Bagi kamu yang tetap ingin menjalani diet ini, cobalah berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai keamanan dan efek sampingnya. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter gizi melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
Medicine Net (2016). Eating Tapeworms for Weight Loss.
WHO. Diakses pada 2020. Taeniasis/cysticercosis
CDC. Diakses pada 2020. Taeniasis
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2017). Diakses pada 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Penanggulangan Cacingan.