• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Cara Mengatasi Angin Duduk pada Lansia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Cara Mengatasi Angin Duduk pada Lansia

Perlu Tahu, Ini Cara Mengatasi Angin Duduk pada Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 November 2021
Perlu Tahu, Ini Cara Mengatasi Angin Duduk pada LansiaPerlu Tahu, Ini Cara Mengatasi Angin Duduk pada Lansia

Angin duduk adalah nyeri dada yang bisa terjadi pada orang lanjut usia (lansia).  Tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda peringatan bahwa lansia berisiko mengalami stroke atau serangan jantung. Untungnya, ada beberapa pilihan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi angin duduk pada lansia, yaitu, obat-obatan, operasi, dan perubahan gaya hidup.”

Halodoc, Jakarta – Angin duduk atau angina adalah kondisi kesehatan serius yang sering terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Meskipun serangan jantung, stroke dan penyakit jantung lebih umum terjadi dan dianggap sebagai penyakit berbahaya, tetapi angin duduk pada lansia juga tidak boleh disepelekan, karena sama berbahayanya dengan penyakit jantung tersebut.

Angin duduk adalah kondisi kesehatan yang ditandai dengan ketidaknyamanan atau nyeri dada. Kondisi tersebut terjadi karena otot jantung tidak mendapatkan cukup pasokan darah yang kaya oksigen, sehingga mereka dipaksa bekerja lebih keras untuk menjaga darah tetap terpompa. Angin duduk biasanya tidak mengancam jiwa, tetapi ini adalah tanda peringatan untuk risiko serangan jantung atau stroke. Namun, ada berbagai pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi angin duduk pada lansia dan mencegah masalah yang lebih serius terjadi.

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Angin Duduk yang Bisa Menyerang Lansia

Perlu dipahami dulu sebelumnya bahwa angina duduk atau angina bukanlah penyakit jantung, melainkan tanda peringatan dari masalah kesehatan mendasar yang lebih serius. Kebanyakan orang yang mengalami angina didiagnosis dengan penyakit jantung koroner, penyakit yang bisa mengancam jiwa bila tidak ditangani segera.

Angin duduk sering digambarkan sebagai tekanan, sesak, atau nyeri di dada. Beberapa orang yang mengalami kondisi kesehatan ini mengungkapkan bahwa gejalanya seperti ada sesuatu yang meremas dada mereka atau, misalnya ada barang berat yang menindih dada mereka. Meskipun angina duduk cukup umum, tetapi seringkali sulit untuk membedakan nyeri dada yang menjadi gejala angina dengan gejala kondisi kesehatan lainnya, seperti sakit maag.

Berikut adalah empat jenis angin duduk yang bisa menyerang lansia beserta gejalanya:

  • Angina Stabil

Ini adalah jenis angin duduk yang paling umum pada lansia dan terjadi dalam pola yang bisa diidentifikasi. Rasa nyeri kemungkinan akan muncul di dada terlebih dahulu, lalu secara bertahap menyebar ke lengan dan punggung bagian atas. Namun, angina stabil sering disalahartikan sebagai sakit maag atau gangguan pencernaan.

  • Angina Tidak Stabil

Ini adalah jenis angina duduk yang lebih serius. Rasa sakitnya bisa parah dan merupakan indikasi kuat bahwa serangan jantung akan segera menyusul.

  • Varian Angina

Jenis angin duduk ini jarang terjadi pada lansia. Varian angina terjadi sebagai akibat dari kejang pada arteri koroner. Jenis angina ini seringkali terjadi pada malam hari dan menimbulkan nyeri yang cukup parah.

  • Angina Mikrovaskular

Jenis angina ini disebabkan oleh masalah pada aliran darah pada tingkat mikrovaskular. Angina mikrovaskular bisa menimbulkan rasa sakit dengan durasi yang hampir sama dengan angina tidak stabil. 

Berbagai Pilihan Cara untuk Mengatasinya

Ada beberapa pilihan cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi angin duduk pada lansia, yaitu perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan operasi. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan gejala yang dialami lansia, serta mengurangi risiko terjadinya serangan jantung dan kematian.

  • Obat-obatan

Bila orangtua kamu mengalami angina stabil, dokter mungkin akan memberikan gliseril trinitrat atau GTN untuk mengatasi serangan angin duduk. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk semprotan mulut atau tablet hisap.

Untuk membantu mencegah serangan terjadi lagi, orangtua juga perlu minum setidaknya 1 obat lain setiap hari selama sisa hidupnya. Obat-obatan yang biasanya digunakan mencegah serangan angina, antara lain beta blocker dan penghambat saluran kalsium. Sementara untuk mengurangi risiko serangan jantung atau stroke, dokter akan memberikan obat-obatan, seperti aspirin dosis rendah, statin, dan ACE inhibitor.

Kamu bisa cek kebutuhan obat untuk orangtua kamu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, tinggal order saja lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam.

  • Operasi

Bila obat-obatan tidak membantu dalam mengendalikan gejala angin duduk, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi. Ada dua jenis operasi utama untuk angina duduk, yaitu operasi cangkok bypass koroner dan pemasangan stent.

Pada operasi bypass koroner, dokter akan mengambil pembuluh darah dari bagian lain tubuh untuk digunakan untuk mengarahkan ulang darah di sekitar bagian arteri yang tersumbat atau menyempit. Sedangkan pemasangan stent, dilakukan untuk memperlebar bagian arteri yang menyempit.

  • Perubahan Gaya Hidup

Melakukan perubahan gaya hidup juga penting untuk mencegah penyakit jantung yang seringkali menjadi penyebab angin duduk. Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan lansia, antara lain berhenti merokok, menjaga berat badan yang sehat, mengonsumsi makanan sehat dengan membatasi asupan lemak jenuh, dan berolahraga secara rutin.

Itulah beberapa cara mengatasi angin duduk pada lansia yang perlu kamu tahu, agar kamu bisa memberikan perawatan yang tepat bagi orangtua bila mengalaminya. Jangan lupa download aplikasi Halodoc ya untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Griswold Homecare. Diakses pada 2021. Angina Symptoms, Treatment & Management in Elderly People
National Health Service. Diakses pada 2021. Angina.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Angina