• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Faktor yang Tingkatkan Kadar Trigliserida dalam Tubuh

Perlu Tahu, Ini Faktor yang Tingkatkan Kadar Trigliserida dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perlu Tahu, Ini Faktor yang Tingkatkan Kadar Trigliserida dalam Tubuh

“Trigliserida yang tinggi dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung. Beberapa faktor yang meningkatkan kadar trigliserida antara lain pola makan yang tidak sehat, jarang olahraga, malas bergerak, berat badan berlebih, merokok dan kebiasaan konsumsi alkohol.”

Halodoc, Jakarta – Mendengar soal trigliserida pasti tidak jauh kaitannya dengan penyakit kolesterol. Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Jika kadarnya normal, trigliserida punya manfaat yang amat besar dalam pembentukan energi. Namun, saat kadarnya terlalu tinggi, pengidapnya berisiko mengidap masalah kesehatan, salah satunya sindrom metabolik. 

Sindrom metabolik adalah kombinasi dari tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, terlalu banyak lemak di sekitar pinggang, rendahnya kadar HDL dan tingginya kadar trigliserida. Sindrom metabolik pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Lantas, faktor apa saja yang bisa meningkatkan kadar trigliserida? Supaya kamu lebih waspada, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Harus Tahu, Ini Fungsi Trigliserida bagi Tubuh

Faktor yang Meningkatkan Kadar Trigliserida

Pola makan dan pilihan gaya hidup sering menjadi pemicu naiknya kadar trigliserida. Berikut sejumlah faktor yang meningkatkan kadar trigliserida:

1. Konsumsi Makanan Tidak Sehat

Makanan menjadi faktor penentu kadar trigliserida. Dua jenis makanan yang sangat berpengaruh adalah karbohidrat dan lemak. Karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi, seperti donat, kentang goreng, makanan dengan tambahan gula dapat meningkatkan kadar trigliserida. Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans juga dapat meningkatkan kolesterol dan trigliserida dalam darah. Pada akhirnya, penumpukan lemak ini dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

2. Kebiasaan Merokok

Merokok adalah sumber segala penyakit. Kebiasaan ini dapat menyebabkan resistensi insulin, suatu kondisi di mana tubuh tidak merespons insulin. Padahal insulin berperan penting dalam proses metabolisme glukosa, di mana proses ini juga membantu memecah trigliserida. Ketika terjadi penurunan respons terhadap insulin, maka kadar trigliserida pun mengalami peningkatan. 

Baca juga: Inilah Tips Menurunkan Berat Badan yang Aman dan Cepat

3. Kelebihan Berat Badan

Kelebihan kalori akan diubah tubuh menjadi trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel-sel lemak. Ini adalah cadangan tubuh yang sewaktu-waktu dapat digunakan di kemudian hari saat diperlukan. Nah, sisa trigliserida lain yang tidak bisa dicadangkan hanya akan beredar dalam aliran darah. 

Dengan demikian, semakin berat badan seseorang, semakin banyak simpanan energi yang tidak dimanfaatkan. Alhasil, kadar trigliserida pun semakin tinggi. Kelebihan berat badan juga mampu mengubah fungsi metabolisme sehingga mempengaruhi pemecahan trigliserida. 

4. Kurang Olahraga

Saat berolahraga tubuh akan menggunakan semua energi di dalam tubuh termasuk memecah trigliserida yang beredar di aliran darah. Nah, ketika kamu jarang berolahraga atau tidak berolahraga sama sekali, trigliserida yang tidak tersimpan tetap beredar dalam darah, dan kadarnya bisa semakin meningkat seiring waktu. 

5. Malas Bergerak

Aktivitas fisik membantu membakar kolesterol termasuk trigliserida yang beredar dalam darah. Nah, bila kamu salah satu orang yang malas beraktivitas, sebaiknya mulai rubahlah kebiasaan tersebut. Pasalnya, malas bergerak bisa membuat trigliserida semakin menumpuk. Pada akhirnya, kadar trigliserida pun semakin tinggi dan timbulah beragam masalah kesehatan. 

6. Terlalu Banyak Minum Alkohol

Penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kadar lipid atau lemak dalam darah, termasuk trigliserida. Oleh sebab itu, batasi konsumsi alkohol hingga satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas per hari untuk laki-laki. 

Baca juga: 7 Fakta mengenai Lemak Jenuh yang Perlu Dipahami

Jika kamu memiliki salah satu faktor di atas dan mengalami gejala kolesterol tinggi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Buat janji rumah sakit terlebih dahulu di aplikasi Halodoc supaya lebih mudah dan praktis. Download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2021. Causes and Risk Factors of High Triglycerides.
University of Michigan Health. Diakses pada 2021. High Triglycerides.