Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Alkalosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Alkalosis

Halodoc, Jakarta – Mencukupi kebutuhan cairan bagi tubuh menjadi cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan. Banyak gangguan kesehatan yang bisa kamu hindari dengan mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh, salah satunya adalah alkalosis.

Baca juga: Hati-Hati, Alkalosis bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Alkalosis adalah kondisi ketika darah dalam tubuh mengandung cukup banyak alkali. Alkalosis terjadi karena kadar asam dalam tubuh berkurang dan terjadi penurunan kalium dalam tubuh. Tidak ada salahnya untuk ketahui pencegahan alkalosis agar kesehatan tetap terjaga.

Inilah Jenis Alkalosis

Darah pada tubuh mengandung kadar asam dan basa yang ukurannya dapat diketahui melalui proses pemeriksaan darah dalam skala pH. Keseimbangan asam dan basa diatur oleh ginjal dan paru-paru dengan nilai pH normal sekitar 7,4. 

Gangguan keseimbangan asam dan basa yang terjadi dalam tubuh nyatanya dapat menjadi kondisi yang berbahaya karena mengganggu kerja berbagai organ. Penyebab alkalosis berbeda, sesuai dengan jenis alkalosis yang dialami oleh seseorang.

Alkalosis Metabolik

Kondisi ini dapat terjadi ketika kandungan asam dalam tubuh terlalu rendah. Asam yang terlalu rendah dalam tubuh nyatanya dapat meningkatkan kadar basa. Kondisi ini membuat gangguan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Alkalosis metabolik disebabkan karena kondisi muntah yang terus menerus. 

Muntah yang berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit. Tidak hanya itu, ada beberapa penyebab lainnya yang dapat menyebabkan seseorang mengalami alkalosis metabolic, seperti mengonsumsi satu jenis obat secara berlebihan, penyakit kelenjar adrenal, konsumsi bikarbonat serta kecanduan alkohol.

Alkalosis metabolik menyebabkan beberapa gejala, seperti hipoventilasi. Hipoventilasi merupakan kondisi dimana pengidap alkalosis metabolic mengalami gangguan pernapasan yang membuat pengidap bernapas terlalu pendek atau terlalu dalam.

Gangguan pernapasan yang dialami pengidap alkalosis metabolik memengaruhi kadar oksigen dalam darah. Terlalu sedikit kadar oksigen dalam darah meningkatkan karbondioksida dalam tubuh meningkat.

Baca juga: Ini Akibatnya Kalau Tubuh Kehabisan Oksigen (Anoksia)

Selain hipoventilasi, kondisi ini juga menyebabkan seseorang memiliki kadar kalium yang rendah dalam darah atau dikenal dengan kondisi hypokalemia. Selain beberapa gangguan kesehatan yang muncul, alkalosis metabolik juga dapat ditandai dengan kondisi nyeri otot, intensitas buang air kecil yang meningkat serta adanya gangguan irama jantung.

Alkalosis Respiratorik

Alkalosis respiratorik merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan kandungan karbondioksida dalam darah. Hal ini disebabkan karena proses bernapas yang terlalu cepat. Biasanya, kondisi ini sering dialami oleh seseorang yang mengalami kondisi panik, berada dalam tempat yang tinggi atau orang yang mengalami kekurangan oksigen.

Gejala yang paling mudah ditemui adalah bernapas terlalu cepat atau terlalu dalam. Kondisi ini dikenal dengan hiperventilasi. Selain hiperventilasi, ada beberapa kondisi yang menjadi gejala dari alkalosis respiratorik, seperti pusing, perut yang terasa kembung, mulut kering, mengalami kram otot, kesemutan, nyeri pada dada, sesak napas, dan gangguan irama jantung.

Tidak ada salahnya untuk periksakan kondisi kesehatan ketika kamu mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda adanya gangguan keseimbangan asam dan basa dalam tubuh. Lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang kamu alami.

Penyakit alkalosis yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan, seperti aritmia dan parahnya dapat menyebabkan koma pada pengidap alkalosis. Menerapkan pola makan sehat dan mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh perharinya dapat mencegah kamu mengalami kondisi alkalosis.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Inilah Komplikasi Akibat Hipoksia

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Alkalosis
Medline Plus. Diakses pada 2019. Alkalosis
Medical News Today. Diakses pada 2019. Respiratory Alkalosis