• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia

Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perlu Tahu, Ini Jenis-Jenis Vaksin Pneumonia

Halodoc, Jakarta – Pneumonia adalah infeksi yang membuat kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru mengalami peradangan dan pembengkakan. Penyakit paru ini tergolong penyakit yang berbahaya, karena pada kasus yang parah, bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan tidak jarang kematian. 

Kabar baiknya, pneumonia bisa dicegah dengan mendapatkan vaksin pneumonia. Vaksin tersebut dapat mengurangi risiko kamu untuk terkena infeksi pneumonia yang serius dan berpotensi fatal.

Baca juga: Pneumonia adalah Penyakit Paru Berbahaya, Kenali 10 Gejalanya

Jenis-jenis Vaksin Pneumonia

Vaksin pneumonia atau vaksin pneumokokus adalah vaksin yang dapat melindungi tubuh dari penyakit pneumonia dan infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau bakteri pneumokokus. Pemberian vaksin ini disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan seseorang.

Ada dua jenis vaksin pneumonia, yaitu:

  • Vaksin konjugasi pneumokokus atau PCV13

PCV13 membantu melindungi kamu dari 13 jenis bakteri paling parah yang menyebabkan pneumonia. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan PCV13 diberikan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun dan anak di atas usia 2 tahun atau lebih dengan kondisi medis tertentu. Vaksin ini juga dianjurkan untuk orang dewasa yang berisiko terkena infeksi pneumokokus.

  • Vaksin polisakarida pneumokokus atau PPSV23

PPSV23 dapat melindungi kamu dari 23 jenis bakteri pneumonia tambahan. CDC merekomendasikan vaksin ini untuk diberikan pada orang dewasa yang berusia 65 tahun atau lebih, anak-anak berusia 2 tahun sampai orang dewasa berusia 64 tahun dengan kondisi medis tertentu, dan orang dewasa berusia 19-64 tahun yang merokok.

Bila kamu ingin mengetahui lebih jauh tentang vaksin pneumonia, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: 4 Tips Mencegah Pneumonia di Usia Produktif

Siapa Saja yang Perlu Mendapatkan Vaksin Pneumonia?

Pneumonia bisa menyerang siapa saja, namun beberapa orang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi yang lebih parah akibat penyakit tersebut. Berikut adalah kelompok orang yang perlu mendapatkan vaksin pneumonia:

  • Bayi.
  • Orang tua berusia 65 tahun ke atas.
  • Anak-anak dan orang dewasa yang memiliki kondisi kesehatan jangka panjang tertentu, seperti kondisi jantung atau ginjal yang serius.

Orang-orang yang berisiko di atas perlu mendapatkan kedua jenis vaksin, pertama suntikan PCV13, dan kemudian suntikan PPSV23 dapat diberikan setahun kemudian atau lebih. 

Bagi kebanyakan orang, mendapatkan satu suntikan dari tiap jenis vaksin seharusnya sudah cukup untuk melindungi dari infeksi pneumonia seumur hidup. Terkadang, kamu mungkin juga membutuhkan suntikan penguat. Bertanyalah pada dokter apakah kamu perlu mendapatkannya atau tidak.

Bagaimana Vaksin Pneumonia Bekerja?

Kedua jenis vaksin pneumonia melindungi tubuh dari infeksi pneumonia dengan cara merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi yang nantinya dapat melawan bakteri pneumokokus. 

Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh tubuh untuk menetralkan atau menghancurkan organisme pembawa penyakit dan racun. Mereka dapat melindungi tubuh dari penyakit bila kamu terinfeksi bakteri.

Baik vaksin PPV dan PCV mengandung ekstrak bakteri pneumonia yang sudah dinonaktifkan atau ‘dimatikan’. Jadi, kamu tidak bisa terinfeksi pneumonia dari vaksin tersebut.

Efek Samping Vaksin Pneumonia

Seperti kebanyakan vaksin pada umumnya, vaksin pneumonia juga dapat menimbulkan efek samping yang ringan, seperti:

  • Kemerahan, nyeri atau bengkak di tempat suntikan.
  • Demam ringan.
  • Membuat anak menjadi lebih rewel atau mudah marah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nyeri otot.

Namun, efek samping tersebut biasanya bisa membaik dengan sendirinya dalam waktu 2-3 hari. Terkadang, vaksin pneumonia juga bisa menyebabkan reaksi alergi atau bahkan alergi berat (anafilaksis). Namun, efek samping vaksin pneumonia yang serius ini sangat jarang terjadi.

Baca juga: Sebelum Lakukan Vaksin Pneumonia, Perhatikan 3 Hal Ini

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis vaksin pneumonia yang perlu diketahui. Jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc yang bisa menjadi teman penolong untuk membantu kamu menjaga kesehatan sehari-hari.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Pneumococcal Vaccination: What Everyone Should Know.
WebMD. Diakses pada 2020. Do I Need a Pneumonia Vaccine?.
National Health Service. Diakses pada 2020. Pneumococcal vaccine overview.