Perlu Tahu, Ini Pengobatan untuk Atasi Disentri

Perlu Tahu, Ini Pengobatan untuk Atasi Disentri

Halodoc, Jakarta – Disentri adalah radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Feses pengidap disentri bertekstur lembek atau cair. Seseorang berisiko terkena disentri jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab.

Baca Juga: Suka Jajan Sembarangan? Hati-hati Disentri

Gejala disentri meliputi diare yang disertai darah atau lendir, demam, mual, muntah, dan kram perut. Segera bicara pada dokter jika gejala memburuk dan mulai muncul tanda dehidrasi seperti haus berlebihan, pusing, dan jantung berdebar.

Begini Cara Mengobati Disentri

Pengobatan disentri disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang muncul. Sebagian pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari. Sementara sebagian yang lain cukup dirawat di rumah dengan istirahat total. Secara umum, berikut ini pengobatan yang dijalani pengidap disentri:

1. Konsumsi Antibiotik

Obat ini diberikan untuk membunuh bakteri penyebab disentri. Antibiotik ampuh ketika jumlah obat di dalam tubuh dijaga dengan tingkat yang konsisten, sehingga kamu perlu minum antibiotik sesuai anjuran dokter.

Lanjutkan pengobatan antibiotik hingga habis meski gejala menghilang beberapa hari setelahnya. Berhenti minum antibiotik terlalu cepat meningkatkan risiko kambuhnya infeksi bakteri.

Baca Juga: Poop Anak Berdarah, Si Kecil Kena Disentri?

2. Ganti Cairan Tubuh yang Hilang

Gejala disentri membuat pengidapnya kehilangan banyak cairan tubuh, seperti diare dan muntah berulang. Kondisi ini diatasi dengan perbanyak minum air putih atau oralit. Perlu diketahui oralit tidak bisa menyembuhkan disentri, hanya membantu mencegah dehidrasi.

Kamu bisa membuat oralit dengan tiga bahan dasar, yakni gula, garam, dan air. Campurkan ketiga bahan tersebut dalam sebuah wadah dan minum beberapa kali sehari hingga keadaan membaik. Biar lebih praktis, beli oralit kemasan di apotek terdekat dan larutkan dalam segelas air.

Bagi bayi pengidap disentri yang berusia di bawah enam bulan, berikan ASI eksklusif untuk mencegah diare memburuk. Kandungan alami ASI menghambat pertumbuhan kuman penyebab diare. Bagi anak-anak dan orangtua yang mengalami dehidrasi akibat disentri memerlukan penanganan di UGD rumah sakit.

3. Perubahan Gaya Hidup

Dimaksudkan untuk mengurangi gejala dan mencegah kondisi memburuk. Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang dianjurkan bagi pengidap disentri.

  • Perbanyak istirahat. Sebaiknya hindari melakukan aktivitas berat selama beberapa waktu, hingga kondisi benar-benar pulih.
  • Hindari menyiapkan makanan atau air untuk orang lain. Pasalnya bakteri masih ada di tubuh pengidap sampai 1-2 minggu setelah gejala muncul. Selain itu, jaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk peralatan makan yang digunakan.
  • Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Pengidap dianjurkan konsumsi makanan lunak yang tinggi protein dan rendah serat. Hindari konsumsi makanan terlalu pedas, asam, berminyak, berlemak, dan makanan mentah. Hindari konsumsi minuman kemasan yang segelnya rusak, serta susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasi.
  • Cuci tangan pakai sabun. Terutama saat makan, menyiapkan makanan, setelah menyentuh hewan, setelah pergi ke toilet, dan sebelum menyentuh wajah.
  • Jika anak menggunakan popok dan terinfeksi bakteri, bersihkan tempat penggantian popok dengan disinfektan. Buang popok di tempat sampah tertutup, kemudian cuci tangan pakai sabun dan air hangat setelahnya.

Baca Juga: 4 Cara Sederhana Cegah Disentri

Itulah pengobatan disentri yang bisa dilakukan di rumah. Kalau kamu merasakan gejala mirip disentri, jangan ragu berbicara pada dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!