• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Ini Penyebab Kleptomania pada Anak

Perlu Tahu, Ini Penyebab Kleptomania pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perlu Tahu, Ini Penyebab Kleptomania pada Anak

Halodoc, Jakarta - Apakah Si Kecil sering mengutil barang di tempat umum atau tempat lainnya? Hati-hati, bisa saja kondisi tersebut menandakan masalah kleptomania pada dirinya. Kleptomania menjadi jenis gangguan mental yang bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Pada kebanyakan kasus, kleptomania terbentuk di masa remaja. 

Gangguan mental yang satu ini masuk ke dalam gangguan kendali impulsif. Itulah sebabnya, pengidapnya tidak mampu menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Hati-hati, gangguan kleptomania pada anak bisa memicu berbagai masalah serius lainnya. Contohnya depresi, masalah di sekolah atau keluarga, terlibat masalah hukum, penyalahgunaan alkohol, hingga percobaan bunuh diri. Tuh, tidak main-main bukan dampaknya?

Pertanyaannya, apa penyebab kleptomania pada anak? Lalu, seperti apa gejala-gejala kleptomania pada pengidapnya? 

Baca juga: Jangan Dimarahi, Ini Cara Mengatasi Anak dengan Kleptomania

Gegara Perubahan Kimiawi di Otak

Mau tahu penyebab kleptomania? Sayangnya, penyebab kleptomania hingga kini belum diketahui secara persis. Namun, para ahli menduga kalau kondisi ini terbentuk akibat adanya perubahan komposisi kimia di dalam otak. Diduga, perilaku impulsif ini muncul akibat gangguan zat kimia di otak, seperti turunnya kadar serotonin atau hormon yang tugasnya mengatur emosi. 

Dugaan penyebab kleptomania bukan itu saja. Ada juga teori lain yang mengatakan, ketidakseimbangan sistem opioid otak yang mengakibatkan keinginan untuk mencuri tak bisa ditahan, dan terjadi pelepasan hormon dopamin. Pelepasan hormon ini membuat mereka merasa senang akan perbuatannya dan cenderung ketagihan. 

Ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang anak mengidap kleptomania. Misalnya riwayat keluarga, kleptomania lebih rentan terjadi pada mereka yang berasal dari keluarga yang mengidap kleptomania, pengguna narkoba, atau pecandu alkohol. 

Ada pula beberapa kondisi penyakit mental yang bisa memicu terjadinya kleptomania. Contohnya gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, hingga gangguan bipolar. 

Baca juga: Bisa Disembuhkan, Begini Cara Mengobati Kleptomania

Kenali Berbagai Gejala Kleptomania

Gejala kleptomania sebenarnya bukan hanya seputar kebiasaan mengutil saja. Ada berbagai gejala lainnya yang bisa dialami pengidapnya. Hal yang perlu digarisbawahi, kleptomania berbeda dengan pencurian. Ingat, pencurian umumnya dilandasi motif kriminal, sedangkan kleptomania tak demikian.

Lantas, seperti apa gejala kleptomania yang umumnya dialami pengidapnya?

  • Pengidapnya sering kali gagal menolak dorongan yang kuat untuk mencuri, meski barang yang dicurinya sesuatu yang tidak berharga (tak mereka butuhkan). Hal ini berbeda dengan pencurian kriminal, mencuri barang berharga, dan bernilai tinggi. 
  • Pencurian yang dilakukan pengidap kleptomania tak berhubungan dengan respons terhadap delusi atau halusinasi. Bukan pula karena luapan balas dendam atau kemarahan. 
  • Pada kebanyakan kasus, pengidapnya melakukan aksinya secara spontan dan seorang diri. Umumnya, pengidapnya akan membuat barang curian tersebut, atau memberikannya ke orang lain. 
  • Mereka merasa cemas dan tegang ketika hendak melakukan pencurian. Setelah melakukannya akan timbul rasa senang dan puas. Setelah itu, baru muncul perasaan menyesal, malu, bersalah, dan takut tertangkap. Sayangnya, mereka tetap tidak bisa menahan diri untuk mengulangi perbuatannya lagi. 

Baca juga: Orang dengan Kleptomania Sadar dengan Tindakannya?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Kleptomania
Healthline. Diakses pada 2020. Stealing.
Psychology Today. Diakses pada 2020. Kleptomania.