Perlu Tahu, Prosedur USG Doppler untuk Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Tahu, Prosedur USG Doppler untuk Penyakit Jantung Bawaan

Halodoc, Jakarta - Untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan, salah satu pemeriksaan yang sering direkomendasikan dokter adalah USG doppler. Seperti USG pada umumnya, USG doppler merupakan salah satu jenis metode pemeriksaan yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonografi). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa serta memperkirakan kondisi aliran darah yang dilihat melalui pembuluh darah.

Perbedaan dari metode ini dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada umumnya ada pada hasil yang dikeluarkan. Pada USG, penggunaan gelombang suara pada pemeriksaan hanya menghasilkan gambar, sedangkan hasil dari USG Doppler bisa dipergunakan untuk memantau aliran darah. Dengan demikian, hasil dari pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan masalah yang terjadi pada pembuluh darah dan jantung.

Baca juga: Ini Fakta yang Harus Diketahui Tentang USG Doppler

Bagaimana Prosedurnya?

Prosedur USG Doppler biasanya diawali dengan mengoleskan jel pada permukaan kulit bagian tubuh yang akan dipindai. Selanjutnya, perangkat genggam yang disebut transduser, akan diletakkan di atas permukaan kulit untuk memulai pemindaian. Perangkat ini kemudian akan mengirimkan gelombang suara yang kemudian akan diperkuat melalui mikrofon.

Gelombang suara akan memantul pada benda padat, termasuk sel darah, sehingga pergerakan sel darah akan terpantau ketika nada pantulan gelombang suara berubah, yang dikenal sebagai efek Doppler. Melalui gelombang suara inilah dokter dapat menilai aliran darah yang normal atau sebaliknya.

Beberapa kondisi yang dapat diketahui menggunakan USG Doppler adalah:

  • Keadaan aliran darah di pembuluh arteri dan vena yang ada pada lengan, kaki, atau leher.
  • Keberadaan hambatan aliran atau gumpalan darah yang dicurigai dapat menyebabkan stroke.
  • Adanya gumpalan pada pembuluh darah, yang bila terlepas dapat menghambat aliran darah pada organ vital, misalnya paru-paru,
  • Membantu menilai kesehatan aliran darah bayi di dalam kandungan, untuk memantau perkembangannya.

Baca juga: Kenapa Pemeriksaan USG Doppler Harus Dilakukan?

Penyakit Apa Saja yang Bisa Dideteksi USG Doppler?

Sesuai dengan kondisi yang dapat diketahui melalui efek Doppler, terdapat beberapa jenis penyakit yang dapat dideteksi menggunakan USG Doppler, antara lain:

  • Penyakit jantung bawaan.
  • Sumbatan maupun penyempitan pada pembuluh darah arteri (arteriosklerosis).
  • Penyakit arteri perifer, yaitu berkurangnya sirkulasi darah ke kaki akibat penyempitan arteri.
  • Stenosis karotis atau penyempitan pembuluh arteri di leher,Sumbatan pembuluh vena, seperti deep vein thrombosis (DVT).
  • Adanya tumor di pembuluh darah kaki atau lengan.

Pemeriksaan USG doppler juga dapat dijadikan alternatif dari pemeriksaan pada pembuluh darah seperti angiografi yang sifatnya lebih invasif karena membutuhkan tindakan penyuntikan sebelumnya. Prosedur USG Doppler umumnya nyaman, tidak berbahaya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dilakukan. Bahkan, pemeriksaan ini aman untuk janin yang ada di dalam rahim.

Baca juga: Pembuluh Darah Bermasalah, Saatnya USG Doppler

Itulah sedikit penjelasan tentang USG doppler, prosedur, dan penyakit yang bisa dideteksi dengan pemeriksaan ini. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!