• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Vertigo Menjadi Gejala 5 Penyakit Ini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Vertigo Menjadi Gejala 5 Penyakit Ini

Perlu Tahu, Vertigo Menjadi Gejala 5 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 11 November 2021
Perlu Tahu, Vertigo Menjadi Gejala 5 Penyakit Ini

“Sebabkan pusing berputar dan mual, vertigo bisa menjadi gejala dari banyak penyakit atau kondisi medis yang serius. Mulai dari labirinitis, neuritis vestibular, penyakit Meniere, dan masih banyak lagi.”

Halodoc, Jakarta – Vertigo dapat membuat pengidapnya mengalami pusing dengan sensasi berputar. Kondisi ini biasanya mengacu pada pusing sementara atau berkelanjutan yang terjadi karena masalah di telinga bagian dalam atau otak.

Perlu dipahami bahwa vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu masalah kesehatan yang bisa jadi serius. Lantas, penyakit apa saja yang bisa menimbulkan gejala berupa vertigo? Yuk, simak pembahasannya!

Penyakit yang Ditandai dengan Vertigo

Ada banyak penyakit atau masalah kesehatan yang ditandai dengan vertigo sebagai salah satu gejalanya. Biasanya berupa masalah pada ketidakseimbangan di telinga bagian dalam atau sistem saraf pusat, seperti:

1. Labirinitis

Penyakit ini terjadi ketika adanya infeksi yang menyebabkan peradangan pada labirin telinga bagian dalam. Di dalam area ini terdapat saraf yang bernama vestibulocochlear.

Saraf tersebut bertugas mengirimkan informasi ke otak tentang gerakan kepala, posisi, dan suara. Selain vertigo, seseorang dengan labirinitis mungkin mengalami gangguan pendengaran, tinnitus, sakit kepala, sakit telinga, dan perubahan penglihatan.

2. Neuritis Vestibular

Neuritis vestibular merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada saraf vestibular. Kondisi ini mirip dengan labirinitis, tetapi tidak memengaruhi pendengaran seseorang. Neuritis vestibular dapat menyebabkan vertigo yang mungkin menyertai penglihatan kabur, mual parah, dan ketidakseimbangan.

3. Kolesteatoma

Benjolan kulit non-kanker ini berkembang di telinga tengah, biasanya karena infeksi berulang. Saat tumbuh di belakang gendang telinga, ini dapat merusak struktur tulang telinga tengah, yang menyebabkan gangguan pendengaran dan pusing.

4. Penyakit Meniere

Penyakit ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian dalam, sehingga menyebabkan serangan vertigo dengan telinga berdenging dan gangguan pendengaran. Kondisi ini cenderung lebih umum pada orang-orang antara usia 40 dan 60 tahun.

Penyebab pastinya tidak jelas, tetapi mungkin berasal dari penyempitan pembuluh darah, infeksi virus, atau reaksi autoimun. Pada beberapa kasus, juga bisa terjadi karena komponen genetik yang berarti bahwa kondisi ini bisa diturunkan dari orangtua atau keluarga.

5. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

Telinga bagian dalam mengandung struktur yang disebut organ otolit, yang berisi cairan dan partikel kristal kalsium karbonat. Pada benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), kristal ini menjadi copot dan jatuh ke dalam kanalis semisirkularis.

Di sana, setiap kristal yang jatuh menyentuh sel-sel rambut sensorik di dalam cupula kanalis semisirkularis selama gerakan. Akibatnya, otak menerima informasi yang tidak akurat tentang posisi tubuh, dan pusing berputar terjadi. Periode vertigo dapat berlangsung kurang dari 60 detik, tetapi mual dan gejala lainnya juga dapat terjadi.

Itulah beberapa penyakit yang bisa menyebabkan gejala berupa vertigo. Dapat diketahui bahwa vertigo bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari banyak masalah kesehatan lain yang mendasari.

Selain beberapa penyakit tersebut, vertigo juga bisa menjadi gejala dari kondisi berikut ini:

  • Sakit kepala migrain.
  • Cedera kepala.
  • Fistula perilimfatik, ketika cairan telinga bagian dalam bocor ke telinga tengah.
  • Herpes zoster di dalam atau di sekitar telinga (herpes zoster oticus).
  • Otosklerosis, ketika masalah pertumbuhan tulang telinga tengah menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Sifilis.
  • Ataksia, yang menyebabkan kelemahan otot.
  • Neuroma akustik, merupakan pertumbuhan jinak pada saraf vestibulocochlear dekat telinga bagian dalam.
  • Sklerosis ganda.

Jadi, jika kamu mengalami serangan vertigo, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa mengetahui penyebab yang mendasarinya. Kamu bisa download Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Vertigo and Vertigo-Associated Disorders.
WebMD. Diakses pada 2021. Vertigo.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need To Know About Vertigo.