• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Anak Menggunakan Sippy Cup untuk Minum?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Anak Menggunakan Sippy Cup untuk Minum?

Perlukah Anak Menggunakan Sippy Cup untuk Minum?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Agustus 2022

“Untuk melatih otot mulut anak agar bisa menelan dengan baik dan belajar bicara dengan benar, maka diawali dengan cara minum yang tepat juga. Jika anak menggunakan dot atau sippy cup dalam waktu yang lama, maka ia mungkin saja menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara.”

Perlukah Anak Menggunakan Sippy Cup untuk Minum?Perlukah Anak Menggunakan Sippy Cup untuk Minum?

Halodoc, Jakarta – Biasanya setelah anak melewati masa menyusui (baik melalui payudara ataupun botol), orang tua mulai melatih anak minum melalui sippy cup. Namun, nyatanya para ahli mengatakan bahwa sippy cup tidak dirancang untuk perkembangan balita dalam hal belajar makan dan minum. Melainkan hanya untuk mempermudah hidup orang tua.

Melansir dari Parents, sippy cup ternyata memang diciptakan bertahun-tahun yang lalu oleh seorang ayah. Ia hanya ingin menjaga karpet di rumahnya agar tetap bersih. Namun, ironisnya orang tua saat ini justru berpikir bahwa sippy cup adalah cara agar anak belajar minum di cangkir terbuka.

Jadi, perlukah anak menggunakan sippy cup untuk minum?

Sippy Cup dapat Menunda Perkembangan Otot Mulut Anak

Penggunaan sippy cup oleh balita memang tampak praktis, karena anak bisa membawa kemana saja tanpa khawatir minuman di dalamnya akan tumpak. Namun perlu dipahami, bahwa jika anak suka membawa sippy cup, dan berulang kali mengisap minuman di antara waktu makan, maka ia menjadi tidak begitu lapar untuk mengonsumsi makanan bergizi di waktu makan. 

Perlu orang tua ketahui juga, bahwa cara anak mengisap dan menelan dapat berubah seiring pertumbuhannya. Bayi menggunakan gerakan lidah yang dikenal sebagai anterior-posterior (dari depan ke belakang mulut), saat menyusui atau minum dari botol. 

Sekitar usia satu tahun, bayi biasanya mengembangkan pola menelan yang matang. Ujung lidah mereka menyentuh langit-langit mulut, tepat di belakang gigi atas, dan membuat gerakan gelombang untuk mendorong cairan ke tenggorokan. Nah, jika bayi minum dari semburan keras dari sippy cup di mulutnya, maka itu akan menghalangi lidahnya untuk mencapai kemampuan tersebut. 

Jika bayi atau balita tidak berlatih mempelajari dan mengembangkan cara yang lebih menstimulasi gerakan lidah untuk menelan, maka anak dapat mengalami kesulitan mengunyah dan menelan tekstur makanan baru. 

Dapat Menghambat Perkembangan Bicara?

Jika seorang anak menggunakan dot atau sippy cup dalam waktu yang lama, maka Si Kecil bisa saja mulai menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara. 

Hal itu dapat terjadi karena otot-otot di mulut yang mungkin tidak diperkuat dan tidak dikembangkan saat minum dari sippy cup. Padahal, otot-otot tersebut juga digunakan untuk berbicara. 

Anak-anak yang sering minum dari sippy cup mungkin saja mengistirahatkan lidah ke depan mulut di beberapa kesempatan. “Menyelipkan” lidah di punggung alveolar dalam mulut (tepat di belakang gigi depan atas), dapat menghentikan kemajuan kemampuan bicara dan bahasa.

Perlu dipahami juga, bahwa lidah anak harus kuat dan cukup terkoordinasi untuk membuat suara seperti “T”, “D”, dan “L”. Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara posisi lidah saat menelan dan artikulasi suara bicara anak.

Gunakan Sedotan untuk Memperkuat Otot Mulut Anak

Dibandingkan dengan sippy cup, minum dari sedotan dapat mendorong anak untuk mengembangkan kemampuan cara mengisap, dan menelan dengan lebih baik. Saat menggunakan sedotan untuk minum, dia akan memperkuat otot bibir, lidah, dan pipi. 

Dibandingkan menggunakan metode minum mengisap dengan cangkir sippy, Si Kecil dapat berlatih menggunakan pola menelan yang lebih matang jika minum dengan sedotan. Hal tersebut akan memungkinkan Si Kecil minum dan makan dengan aman. Saat ini juga banyak botol minum anak dengan sedotan yang dirancang anti tumpah. 

Itulah yang perlu diketahui tentang dampak penggunaan sippy cup pada Si Kecil. Jika orang tua melihat adanya keterlambatan pada tumbuh kembang anak, sebaiknya segera kunjungi dokter di rumah sakit untuk mendapatkan pemantauan.

Ayah dan ibu juga dapat membuat janji medis di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Today’s Parent. Diakses pada 2022. Should your toddler use a sippy cup?
Therapy Work. Diakses pada 2022. Why Parents Should Skip the Sippy Cup and Start with Straws
Parents. Diakses pada 2022. Why You May Want to Skip the Sippy Cup for Your Baby