Perlukah Asupan Kalsium Tambahan untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perlukah Asupan Kalsium Tambahan untuk Anak?

Halodoc, Jakarta – Kalsium berfungsi untuk membuat saraf dan otot bekerja serta berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Kita hanya mendapat satu kesempatan untuk membangun tulang yang kuat, ketika kita masih anak-anak dan remaja. 

Anak-anak yang mendapat cukup kalsium memulai kehidupan dewasa mereka dengan tulang yang kuat. Anak kecil dan bayi membutuhkan kalsium dan vitamin D untuk mencegah penyakit yang disebut rakhitis. Baca selengkapnya di sini!

Sumber Kalsium untuk Anak-anak

Kalsium ditemukan dalam makanan. Beberapa makanan sangat tinggi kalsium. Makanan olahan susu seperti ini adalah salah satu sumber kalsium alami terbaik:

  1. Susu.

  2. Yogurt.

  3. Keju keras, seperti cheddar.

Baca juga: Ketahui Makanan untuk Anak Pengidap Rakitis

Persentase lemak dalam susu dan makanan olahan susu lainnya tidak memengaruhi kandungan kalsium. Beberapa anak tidak bisa mengonsumsi susu, baik karena alergi maupun mungkin kurang suka dengan rasanya. Bila anak tergolong pada kategori ini, anak bisa mendapatkan kalsium dari makanan lain, seperti:

  1. Tahu.

  2. Edamame (kedelai).

  3. Brokoli, sawi, kubis, chard, sawi putih, dan sayuran hijau lainnya.

  4. Biji almond dan wijen.

  5. Kacang putih, kacang merah, dan buncis.

  6. Jeruk, ara, dan prem.

Bayi mendapatkan semua kalsiumnya dari ASI atau susu formula. Anak-anak muda dan anak-anak usia sekolah yang makan makanan sehat dengan banyak susu juga cukup. Namun, praremaja dan remaja mungkin perlu menambahkan lebih banyak makanan kaya kalsium ke dalam makanan mereka.

Cobalah kiat-kiat ini untuk memastikan anak-anak dan remaja mendapatkan kalsium yang cukup:

  1. Buat parfaits dengan lapisan yogurt polos, buah, dan sereal gandum.

  2. Buat smoothie dengan buah segar dan susu rendah lemak, susu kedelai, ataupun almond yang diperkaya kalsium.

  3. Tambahkan buah segar atau mentega, apel tanpa gula ke keju, ataupun yogurt.

  4. Tambahkan setetes strawberry atau sirup cokelat ke dalam susu biasa. Hindari minuman susu rasa yang dibeli di toko karena mereka dapat memiliki banyak gula.

  5. Taburkan keju rendah lemak di atas camilan dan makanan.

  6. Tambahkan kacang putih ke sup favorit.

  7. Tambahkan biji wijen ke makanan yang dipanggang atau taburi dengan sayuran.

  8. Sajikan hummus dengan potongan sayuran.

  9. Tambahkan tahu ke tumisan.

  10. Gunakan mentega almond sebagai pengganti selai kacang.

  11. Sajikan edamame sebagai camilan.

  12. Sajikan lebih banyak sayuran hijau tua, berdaun hijau (seperti brokoli, kangkung, sawi, ataupun kol Cina) dengan makanan.

Baca juga: 5 Manfaat Kalsium untuk Tumbuh Kembang Anak

Perlukah asupan kalsium tambahan untuk anak? Tentunya dilihat dari kebutuhan anak itu sendiri. Sebaiknya kalsium yang dikonsumsi anak hendaknya alami dalam arti dari makanan. Ingin tahu lebih lanjut mengenai kebutuhan kalsium pada anak, tanyakan langsung ke Halodoc untuk informasi lebih lengkapnya.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Selain kalsium, vitamin D juga dibutuhkan untuk membantu tubuh menyerap kalsium. Tanpa vitamin D, kalsium tidak bisa mencapai tempat yang diperlukan untuk membangun tulang yang kuat.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak-anak untuk mendapatkan asupan kalsium sesuai dengan usianya.

1–3 tahun mendapat 700 miligram per hari (sekitar dua gelas susu)

Usia 4–8 tahun mendapat 1.000 miligram per hari (sekitar tiga gelas susu)

9–18 tahun mendapat 1.300 miligram per hari (sekitar empat gelas susu)

Sayangnya, sebagian besar anak-anak, terutama remaja, mendapatkan jauh lebih sedikit dari kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk kalsium. Ini membuatnya penting buat orang tua untuk mengatur porsi kalsium yang dikonsumsi anak dimulai dari makanan hariannya. 

Referensi:

Very Well Family. Diakses pada 2019. Children's Calcium Requirements.
Kids Health. Diakses pada 2019. Calcium.