• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah ke Dokter untuk Mengobati Sariawan?

Perlukah ke Dokter untuk Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Sariawan adalah penyakit yang umum terjadi. Biasanya kamu akan mengalami sariawan saat tidak sengaja melukai dinding mulut, seperti tergigit saat makan. Namun, beberapa hal juga bisa menyebabkan seseorang mengalami sariawan, seperti kekurangan vitamin seperti zat besi, asam folat, vitamin B12 atau B kompleks, atau karena alergi dan infeksi bakteri. 

Meskipun umumnya sariawan bisa membaik dengan sendirinya, tetapi kamu harus waspada. Apalagi, jika gejala tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu. Kamu wajib menemui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca juga: 5 Fakta tentang Sariawan

Apa Saja Gejala Sariawan yang Perlu Diwaspadai?

Gejala dari sariawan tergantung pada penyebabnya. Nah, beberapa gejalanya antara lain: 

  • Adanya satu atau lebih luka yang menyakitkan pada bagian kulit yang melapisi mulut;

  • Kulit di sekitar luka mengalami pembengkakan; 

  • Tidak nyaman saat mengunyah atau menyikat gigi;

  • Semakin iritasi pada luka karena makanan asin, pedas atau asam;

  • Hilangnya selera makan.

Sariawan umumnya terjadi pada lapisan mulut yang lebih lembut pada bibir, pipi, sisi lidah, lantai mulut dan belakang palatum dan area tonsil. Ulkus ini biasanya tidak terlalu besar dan terjadi lebih dari satu, atau kadang sariawan terjadi terus menerus pada area ini. 

Baca juga: Cara Mencegah Sariawan yang Sering Kambuh

Diagnosis untuk Sariawan

Jika sariawan sudah mengganggu aktivitas normal sehari-hari, maka segera periksakan diri ke rumah sakit dan temui dokter gigi atau spesialis kedokteran gigi. Kamu bisa membuat janji langsung menggunakan aplikasi Halodoc.

Untuk mengetahui penyebab sariawan, perlu dilakukan pemeriksaan yang cermat. Dokter gigi atau spesialis kedokteran mulut meminta kamu juga untuk memesan tes darah jika mereka mencurigai kamu mengalami kekurangan nutrisi seperti kekurangan zat besi atau vitamin B, atau akibat kondisi peradangan.

Jika dokter tidak dapat menentukan penyebab sariawan, atau kondisi tidak kunjung membaik meski sudah diberikan perawatan normal, kamu perlu melakukan biopsi. Tindakan ini dilakukan pada beberapa jaringan di sekitarnya. Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa dan didiagnosis.

Perawatan untuk Atasi Sariawan 

Kebanyakan sariawan tidak berbahaya dan bisa sembuh dalam sepuluh hari. Sementara untuk jenis radang mulut lainnya, seperti varietas aphthous atau yang disebabkan oleh infeksi herpes simplex, memerlukan perawatan topikal seperti obat kumur, salep atau gel.

Mempercepat pemulihan sariawan mungkin sulit dilakukan, tetapi gejalanya dapat dikelola sehingga risiko komplikasi bisa berkurang. Pilihan pengobatan untuk sariawan meliputi:

  • Hindari makanan pedas dan asam sampai bisul sembuh;

  • Minum banyak cairan;

  • Bilas mulut secara teratur dengan air hangat yang ditambah garam;

  • Jaga kebersihan mulut;

  • Minum obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol;

  • Oleskan gel antiseptik ke area sariawan.

Baca juga: 5 Mitos Tentang Stomatitis yang Belum Tentu Benar

Tips untuk Mencegah Sariawan

Kamu bisa melakukan beberapa hal untuk mengurangi terjadinya sariawan. Salah satunya adalah menghindari makanan yang mengiritasi mulut, seperti nanas, jeruk bali, jeruk, atau lemon, serta kacang-kacangan, keripik, atau makanan pedas.

Sebagai gantinya, pilihlah biji-bijian dan buah-buahan dan sayuran yang tidak mengandung asam. Kamu wajib mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, serta minum multivitamin setiap hari.

Selain itu, kamu harus menghindari berbicara saat tengah mengunyah makanan untuk mengurangi gigitan yang tidak disengaja. Mengurangi stres dan menjaga kebersihan mulut dengan menggunakan benang gigi setiap hari dan menyikat setelah makan juga merupakan hal yang dapat membantu mencegah sariawan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes Mouth Ulcers and How to Treat Them.
Web MD. Diakses pada 2020. When Should I Call the Doctor About Stomatitis?