Perlukah Kecanduan Gadget Diperiksa EEG dan Brain Mapping?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
perlukah-kecanduan-gadget-diperiksa-eeg-dan-brain-mapping-halodoc

Halodoc, Jakarta – Melihat banyak orang asik sendiri dengan gadget mereka mungkin sudah menjadi pemandangan yang tidak asing lagi sekarang ini. Mereka bisa bermain gadget kapan pun dan di mana pun mereka berada. Ada yang bermain gadget saat sedang duduk di bus, saat sedang makan di restoran, bahkan saat sedang menyusuri jalan pun, tatapan mata mereka tidak pernah beralih dari layar gadget. Ketergantungan yang berlebihan terhadap gadget hingga membuat seseorang rasanya tidak bisa hidup tanpanya disebut juga kecanduan gadget.

Namun, sayangnya tidak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya sudah mengalami kecanduan gadget. Karena itu, perlukah kecanduan gadget diperiksa oleh EEG dan brain mapping? Yuk, simak jawabannya di sini.

Gadget seperti smartphone dan tablet memang menjadi sarana yang sangat membantu dan memudahkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui gadget, mulai dari membaca buku, menonton film, browsing, melakukan transaksi keuangan, memesan makanan, bermain, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua orang selalu membawa gadget ke manapun mereka pergi. 

Namun, hiburan dan kemudahan yang ditawarkan gadget tersebut bisa membuat seseorang lama kelamaan semakin bergantung kepada benda berteknologi canggih tersebut sampai pada tahap tidak berdaya tanpa gadget. Kondisi kecanduan gadget tersebut dinamakan sindrom nomofobia yang berasal dari istilah “no-mobile-phone-phobia”. Sebenarnya sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan dan usia. Namun, yang paling banyak terkena sindrom nomofobia ini adalah anak-anak dan remaja yang sangat suka dan selalu ingin update dengan hal-hal terbaru.

Baca juga: Si Kecil Kecanduan Gadget, Ini Dampaknya pada Kesehatan

Gejala Kecanduan Gadget

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena sindrom nomofobia alias kecanduan gadget. Tingkat kecanduan orang pun berbeda-beda, ada yang belum terlalu parah, sampai yang sudah sangat parah. Yuk, cek apakah kamu sudah terkena sindrom nomofobia dengan melihat gejala-gejala berikut:

  • Hal yang langsung kamu cari ketika baru saja membuka mata di pagi hari adalah smartphone, dan kamu tidur pun dengan smartphone yang tergeletak di dekatmu.

  • Kamu tidak bisa melewati hari tanpa menggunakan gadget. Kamu akan merasa sangat cemas bila sampai ketinggalan smartphone di rumah.

  • Kamu juga akan merasa cemas yang luar biasa jika baterai smartphone sudah sangat rendah atau bahkan mati.

  • Kamu selalu ingin memeriksa gadget-mu tiap 5 menit sekali. 

  • Kamu selalu menggenggam gadget-mu ketika melakukan aktivitas apapun, entah itu sedang makan, berjalan, bahkan ke toilet. 

Jika minimal 3 dari 5 poin di atas tepat menggambarkan keadaanmu saat ini, maka kamu sudah terkena sindrom nomofobia.

Pemeriksaan untuk Mendeteksi Kecanduan Gadget

Karena ada begitu banyak dampak buruk yang bisa disebabkan oleh kecanduan gadget, mendeteksi kondisi tersebut sangat penting, agar penanganan pun bisa segera dilakukan. Selain dengan mengamati gejalanya, kecanduan gadget juga bisa dideteksi dengan melakukan electroencephalogram (EEG) dan brain mapping

Baca juga: Ini Prosedur Melakukan EEG dan Brain Mapping

Kecanduan (baik obat-obatan, alkohol, maupun gadget) dapat memengaruhi pembentukan fisik otak. Mirip dengan jaringan tenaga listrik, otak memiliki “hub” di dalamnya yang menghubungkan berbagai jaringan di otak dan mengendalikan aspek-aspek penting, seperti memori, pengambilan keputusan, pemrosesan emosional, dan fungsi kognitif penting lainnya. Pada kasus kecanduan yang aktif dan jangka panjang, pusat-pusat di otak ini bisa terpengaruh secara buruk dan menyebabkan dampak seperti kehilangan memori, kurang konsentrasi, depresi, kegelisahan, dan masalah psikologis lainnya. Karena itulah, EEG dan brain mapping disarankan bagi mereka yang terindikasi mengidap kecanduan gadget, untuk melihat perubahan pada otak.

EEG dan brain mapping dapat menilai kesehatan otak pengidap kecanduan gadget secara keseluruhan dan mengukur dampak yang ditimbulkan kecanduan pada jaringan saraf. Hasil dari tes tersebut kemudian dapat menjadi acuan bagi dokter dalam merekomendasikan jenis perawatan atau terapi untuk mengatasi kecanduan gadget.

Baca juga: Apa Tujuan Dilakukan Pemeriksaan EEG dan Brain Mapping

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
The Economic Times. Diakses pada 2019. 7 ways your smartphone and other gadgets are affecting you.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. EEG (electroencephalogram).