• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Mata Kedutan Diperiksa ke Dokter?

Perlukah Mata Kedutan Diperiksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perlukah Mata Kedutan Diperiksa ke Dokter?

“Kedutan pada mata adalah kontraksi spontan di antara otot-otot halus kelopak mata. Ini adalah kondisi normal yang dapat hilang dengan sendirinya. Biasanya, stres, terlalu lama terpapar komputer atau layar gadget dapat menyebabkan mata kedutan. Meski begitu, pada kondisi tertentu mata kedutan perlu diperiksa ke dokter.”

Halodoc, Jakarta – Kedutan pada mata adalah kontraksi spontan di antara otot-otot halus kelopak mata. Biasanya, kontraksi ini terlokalisasi pada kelopak mata bawah, tetapi dapat terjadi pada salah satu mata atau keduanya. 

Dalam kebanyakan kasus, kedutan mata ringan dapat sembuh dengan sendirinya dan ini tidak terkait dengan penyakit apa pun. Kapan kedutan mata perlu diperiksa ke dokter? Baca informasi selengkapnya di sini!

Baca juga: Mata Sering Berkedut, Ini Alasan Medisnya

Tanda Kedutan yang Termasuk Kondisi Serius

Kebanyakan orang akan mengalami kedutan pada matanya. Tubuh akan merespons rasa lelah dan stres dengan cara yang berbeda. Kelelahan, stres, ketegangan mata, dan konsumsi kafein atau alkohol, biasanya menjadi penyebab kedutan mata.

Ada beberapa kasus di mana kedutan mata lebih dari sekadar gangguan sementara dan merupakan tanda gangguan mata serius. Blefaritis adalah peradangan kronis pada kelopak mata yang dapat menyebabkan kedutan yang tidak nyaman. 

Ada perawatan yang dapat menenangkan kedutan misalnya air mata buatan yang dijual bebas di apotek, kompres panas dan dingin di area mata, atau krim yang diresepkan. Sebagian kecil orang yang mengalami kedutan mata dapat mengalami blefarospasme esensial jinak yaitu kontraksi kelopak mata yang kuat dan tidak disengaja ke titik di mana kamu tidak lagi bisa membuka mata.

Baca juga: Banyak Mitos, Ini Arti Mata Kedutan dari Sisi Medis

Kamu perlu memeriksakan kondisi mata kedutan ke dokter bila mengalami:

1. Kedutan tidak hilang dalam beberapa minggu.

2. Kelopak mata menutup setiap kali kedutan dimulai dan kamu mengalami kesulitan membuka mata.

3. Kedutan juga terjadi di bagian lain dari wajah atau tubuh yang lain.

4. Mata merah atau bengkak dan mengeluarkan cairan.

5. Kelopak matamu terkulai.

Tanyakan ke Halodoc jika kamu mengalami kondisi demikian untuk mendapatkan rekomendasi lebih lanjut. Dokter di Halodoc bisa memberikan rekomendasi obat untuk dibeli, dan kamu juga bisa membelinya lewat aplikasi ini.

Supaya Mata Tidak Kedutan

Jika akhir-akhir ini kamu merasa matamu sering berkedut, coba ingat-ingat bagaimana kebiasaanmu hari-hari ini. Bagaimana pola tidurmu? Apakah kamu kerap merasa stres atau cemas? Terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer? Penting untuk menyesuaikan kebiasaan ataupun gaya hidupmu untuk menghentikan kedutan. Cobalah untuk mengurangi sumber stres dan mendapatkan waktu tidur yang berkualitas serta beristirahat dari paparan layar komputer. 

Pastikan juga untuk mengurangi konsumsi kafein karena ini juga dapat berpengaruh pada rileks tidaknya saraf-saraf di tubuh. Buat sebagian orang minum kopi dapat membuat rileks, tapi sebagian lagi tidak. Jadi, perhatikan apa yang kamu konsumsi serta efeknya ke tubuhmu.

Baca juga: Makanan yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Mata

Jika kau mengalami salah satu gejala di bawah ini, segera hubungi dokter mata atau buat janji pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan memeriksa matamu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kedutan yang berlangsung lebih dari 72 jam, yang benar-benar menutup kelopak mata, kejang yang melibatkan otot-otot wajah lainnya, dan diiringi dengan mata yang merah, bengkak, keluar cairan dan kelopak mata atas turun adalah tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke dokter.

Mata adalah bagian penting dari kesehatan dan menjaga kesehatan mata adalah salah satu cara menjaga kesehatan tubuh secara utuh. Makan makanan yang sehat dan seimbang, mencakup buah-buahan dan sayuran, konsumsi ikan tinggi asam lemak omega-3, seperti salmon dan tuna dapat membantu kesehatan mata.

Pertahankan berat badan yang sehat karena kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko terkena diabetes. Memiliki diabetes dapat menempatkan kamu pada risiko lebih tinggi terkena retinopati diabetik atau glaukoma.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Eye Twitching.
Vision Service Plan. Diakses pada 2021. Why is My Eye Twitching?
MedlinePlus. Diakses pada 2021. Eye Care.