• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Operasi Jantung untuk Atasi Patent Foramen Ovale?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlukah Operasi Jantung untuk Atasi Patent Foramen Ovale?

Perlukah Operasi Jantung untuk Atasi Patent Foramen Ovale?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 13 November 2020
Perlukah Operasi Jantung untuk Atasi Patent Foramen Ovale?

Halodoc, Jakarta – Patent foramen ovale (PFO) adalah lubang antara atrium kiri dan kanan (ruang atas) jantung. Lubang ini ada pada semua orang sebelum lahir, tetapi paling sering menutup segera setelah lahir. Disebut patent foramen ovale ketika lubang tersebut gagal menutup secara alami setelah bayi lahir.

Bayi yang lahir dengan kondisi patent foramen ovale dan tidak ada memiliki kelainan jantung lainnya kerap tidak memiliki gejala. Beberapa orang dewasa dengan kondisi ini terkadang mengalami migraine sebagai bentuk gejala. Perlukah operasi jantung untuk atasi patent foramen ovale? Baca selengkapnya di sini!

Penanganan untuk Kondisi Patent Foramen Ovale

Pada umumnya, kondisi patent foramen ovale diberikan tindakan ketika ada masalah jantung lain yang mendasari atau jika orang tersebut mengalami stroke yang disebabkan oleh bekuan darah di otak. Perawatan yang paling sering dilakukan adalah kateterisasi jantung untuk menutup patent foramen ovale secara permanen. Operasi jantung terbuka tidak lagi digunakan untuk mengobati kondisi ini kecuali jika operasi lain sedang dilakukan.

Baca juga: 2 Pengobatan Patent Foramen Ovale yang Dapat Dilakukan

Orang-orang dengan kondisi patent foramen ovale biasanya tidak memiliki gangguan kesehatan yang signifikan. Kebanyakan orang juga tidak pernah menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini. Jika pengidap patent foramen ovale membutuhkan pembedahan, pastikan kalau itu memang langkah medis terbaik untuk pencapaian kesehatan yang lebih baik. 

Kalau masih bingung mengenai masa ovulasi, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Kamu bisa menanyakan apa saja dan dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Patent foramen ovale bisa memicu komplikasi bila diiringi dengan gangguan kesehatan lain. Kondisi ini membuat pengidapnya mengalami kondisi sesak napas dan penurunan kadar oksigen pada arteri saat duduk atau berdiri. Kondisi ini disebut platypnea-orthodeoxia dan jarang terjadi.

Komplikasi yang bisa terjadi walau kemungkinannya jarang adalah stroke tromboemboli paradoks. Dalam stroke paradoks, gumpalan darah yang berkembang di pembuluh darah (sering kali pembuluh darah kaki) pecah dan bergerak ke sisi kanan jantung. 

Baca juga: Ketahui Gejala dari Patent Foramen Ovale (PFO) pada Bayi

Biasanya gumpalan ini kemudian akan berlanjut ke paru-paru, tetapi pada seseorang dengan patent foramen ovale, gumpalan tersebut melewati lubang ke sisi kiri jantung. Ketika gumpalan darah ini dipompa, berpindah ke otak dan saat terjebak di otak dan menghambat aliran darah, inilah yang menjadi penyebab stroke. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Heart Association, disebutkan kalau patent foramen ovale tidak harus selalu ditutup bahkan tidak membutuhkan pengobatan. Pemberian obat medis dan kateterisasi adalah penanganan untuk kondisi ini tergantung seperti apa keadaannya. 

Baca juga: Kapan Sebaiknya Seseorang Melakukan Katerisasi Jantung?

Pemberian obat bukan untuk menutup lubang tetapi untuk mencegah pembentukan gumpalan. Terapi antiplatelet seperti aspirin atau clopidogrel (Plavix) dan obat pengencer darah lainnya (antikoagulan) seperti warfarin (Coumadin, Jantoven), dabigatran (Pradaxa), apixaban (Eliquis) dan rivaroxaban (Xarelto) adalah jenis obat untuk pengidap patent foramen ovale yang mengalami stroke. Tidak ada obat yang bisa menutup lubang patent foramen ovale kecuali operasi jantung terbuka atau alat penutup yang dipasang dengan kateter yang dialirkan dari selangkangan melalui vena ke jantung. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Patent Foramen Ovale.
Penn Medicine. Diakses pada 2020. About Patent Foramen Ovale (PFO).
Heart.org. Diakses pada 2020. Patent Foramen Ovale (PFO).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Patent foramen ovale.