• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlunya Belajar Melatih Napas sebelum Persalinan

Perlunya Belajar Melatih Napas sebelum Persalinan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Belajar teknik pernapasan adalah hal yang penting dipersiapkan ibu hamil saat mendekati waktu persalinan. Teknik pernapasan memiliki banyak manfaat, seperti membuat ibu lebih rileks, mengurangi detak jantung dan tekanan darah, serta membantu ibu untuk  mendapatkan lebih banyak oksigen dalam setiap tarikan napas. 

Selama persalinan, teknik pernapasan yang baik juga membantu ibu untuk memegang kendali dan mengatasi rasa sakit saat kontraksi dengan lebih baik. Ini sejumlah informasi mengenai pentingnya belajar melatih napas untuk ibu hamil. 

Baca juga: Ini 5 Macam Posisi Bayi Jelang Persalinan

Mengapa Belajar Melatih Napas Penting untuk Ibu Hamil?

Faktanya, setiap orang otomatis akan bernapas lebih cepat ketika merasa cemas atau stres. Jika tidak segera diantisipasi, rasa cemas dan stres ini bisa membuat ibu merasa panik menjelang persalinan. Panik berlebihan menyebabkan ibu bernapas terlalu cepat, dalam dunia medis disebut sebagai hiperventilasi.

Melansir dari Baby Centre, hiperventilasi bisa membuat ibu tidak mendapat cukup oksigen, sehingga rasa cemas dapat semakin buruk. Ibu mungkin juga bisa merasa pusing, tidak terkendali bahkan menimbulkan nyeri dada. Sulit bernapas karena panik sebenarnya hal yang umum terjadi saat situasi terasa tegang atau menakutkan. 

Meskipun hal yang lumrah, ibu tidak bisa terus berada dalam kondisi ini dalam waktu lama karena bisa membuat tubuh menjadi lelah. Persalinan menjadi proses yang cukup panjang, jadi melatih pernapasan akan membantu ibu dalam menghemat energi dan mengatasinya dengan lebih baik saat persalinan berlangsung. 

Baca juga: Keluar Lendir dan Darah di Miss V, Tanda-Tanda Melahirkan?

Bernapas adalah respons otomatis terhadap rasa sakit. Ketika ibu berada dalam kondisi yang lebih santai, pernapasan pun akan jauh lebih mudah sehingga ibu dapat merespon rasa sakit dengan lebih positif. Irama pernapasan yang stabil juga dapat menenangkan ibu selama persalinan. Pernapasan yang stabil membantu ibu untuk mendapatkan oksigen dengan baik. 

Pola Pernapasan untuk Menghadapi Persalinan

Dikutip dari Baby Centre, pola pernapasan yang diterapkan ibu tergantung pada tahapan persalinannya, contohnya seperti:

  1. Persalinan Tahap Awal

Pada fase awal, sebaiknya ibu bernapas secara perlahan dan berirama agar ibu lebih rileks dan mudah mengatasi kontraksi pertama. Saat kontraksi dimulai, tarik napas perlahan melalui hidung lalu tarik udara sedalam mungkin ke paru-paru dan perut.

Berhentilah sejenak, lalu buang napas perlahan melalui mulut. Saat ibu mengembuskan napas, cobalah untuk mengendurkan otot dengan fokus pada bagian tubuh yang berbeda dengan setiap pernapasan.

  1. Persalinan Tahap Lanjut 

Pada persalinan tahap lanjut, kontraksi akan menjadi semakin kuat dan tidak nyaman. Pada titik ini, ibu mungkin bernapas lebih cepat ketika kontraksi memuncak. Coba bernapas dengan  kembang-kempiskan mulut ibu sekitar sekali per detik. Saat melakukan teknik pernapasan ini, ibu mungkin menghasilkan sedikit suara "huuh" saat menghembuskan napas.

Baca juga: Ini 3 Fakta Doula sebagai Pendamping Persalinan

Ketika bernapas, usahakan untuk fokus pada sesuatu di ruangan, seperti pasangan, gambar, atau bahkan sebuah titik di dinding. Saat kontraksi mereda, kembalilah ke pernapasan lebih lambat yakni masuk melalui hidung dan keluar melalui mulut.

Jika ibu ingin tahu lebih banyak mengenai persiapan sebelum persalinan, diskusikan saja dengan dokter Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Patterned Breathing During Labor.
Baby Centre. Diakses pada 2020. Breathing techniques for labour.