• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pernah Alami Bullying Tingkatkan Risiko Gangguan Kecemasan Umum

Pernah Alami Bullying Tingkatkan Risiko Gangguan Kecemasan Umum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Gangguan kecemasan umum sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, tapi ternyata ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Memiliki riwayat trauma, seperti pernah mengalami perundungan alias bullying ternyata bisa menjadi salah satu penyebab gangguan kecemasan umum. Pernah alami bullying bisa meningkatkan risiko gangguan kecemasan umum. 

Gangguan kecemasan umum ditandai dengan munculnya rasa cemas atau khawatir yang berlebihan. Kebanyakan pengidap gangguan ini tidak dapat mengendalikan rasa cemas yang dialami sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain trauma akibat pernah mengalami bullying di masa lalu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko gangguan kecemasan umum. Apa saja? 

Baca juga: Gangguan Kecemasan Bisa Diturunkan di Keluarga, Ini Faktanya

Faktor Risiko Gangguan Kecemasan Umum

Meski bisa terjadi pada siapa saja, gangguan kecemasan umum disebut lebih berisiko menyerang orang dewasa. Namun, pemicunya bisa saja sudah mulai muncul sejak masa remaja. Pengidap gangguan ini umumnya tidak bisa mengerti dan menjelaskan apa penyebab munculnya rasa cemas maupun khawatir berlebihan. Penyebab pasti dari kondisi ini pun masih belum diketahui. 

Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi dan bisa memicu munculnya gangguan kecemasan umum. Salah satunya adalah pernah mengalami bullying di masa lalu, memiliki keluarga dengan riwayat gangguan yang sama, memiliki riwayat penyakit tertentu, serta memiliki riwayat gangguan pada sistem saraf. 

Sebenarnya, rasa cemas adalah hal yang wajar dan bisa muncul saat seseorang berada di dalam tekanan atau kondisi sendiri. Namun, sebaiknya waspadai jika gejala kecemasan muncul secara berlebihan, tidak terkendali, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebab, hal itu bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan mental, yaitu gangguan kecemasan umum. 

Gangguan ini dikenali dengan gejala berupa muncul rasa cemas dan khawatir, memikirkan satu hal secara berlebihan dan selalu percaya terhadap kemungkinan terburuk yang belum tentu muncul, mudah merasa tersinggung dan gugup, ragu-ragu, sering merasa takut, sulit mengambil suatu keputusan, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. 

Baca juga: Mengidap Gangguan Kecemasan, Ini Dampaknya pada Tubuh

Kondisi ini juga bisa memicu gejala fisik. Orang yang mengalami gangguan kecemasan umum mungkin akan merasa mudah lelah, mengalami gangguan tidur, sakit kepala, gemetar, mual, keluar keringat berlebih, sakit perut, hingga mengalami gangguan pencernaan. Meski begitu, dibutuhkan diagnosis yang tepat oleh ahli sebelum menyatakan seseorang mengalami gangguan kecemasan umum. 

Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan metode tanya jawab dengan dokter. Biasanya, dokter akan menanyakan keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, penyakit keluarga, hingga riwayat konsumsi obat-obatan tertentu. Selain itu, dokter juga akan menanyakan seputar aktivitas, kehidupan sehari-hari, serta keadaan lingkungan sekitar. Baru setelah itu dokter akan melakukan diagnosis. 

Penanganan yang tepat perlu segera dilakukan pada pengidap penyakit mental ini. Sebab, gangguan kecemasan umum yang tidak segera ditangani bisa menimbulkan komplikasi, yaitu rasa cemas dan khawatir yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, gangguan kecemasan umum juga bisa menyebabkan muncul gangguan tidur pada pengidapnya. 

Semakin lama dibiarkan, gangguan ini bisa berlarut-larut dan mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tidak hanya itu, gangguan kecemasan umum juga bisa membuat pengidapnya mengalami depresi hingga konsumsi minuman beralkohol. 

Baca juga: Cemas Berlebihan, Waspadai Penyakit Gangguan Kecemasan

Jika merasa mengalami gangguan kecemasan umum, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Kamu juga bisa mencoba untuk berbicara pada ahli psikologi melalui aplikasi Halodoc. Sampaikan keluhan yang dialami pada psikiater atau psikolog melalui Voice/Video Call atau Chat. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2020. Generalised Anxiety Disorder in Adults.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Generalized Anxiety Disorder.
Verywell Mind. Diakses pada 2020. An Overview of Generalized Anxiety Disorder.