• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pernah Alami Cedera Skrotum Tingkatkan Risiko Alami Hidrokel
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pernah Alami Cedera Skrotum Tingkatkan Risiko Alami Hidrokel

Pernah Alami Cedera Skrotum Tingkatkan Risiko Alami Hidrokel

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 September 2020
Pernah Alami Cedera Skrotum Tingkatkan Risiko Alami Hidrokel

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar tentang hidrokel? Kondisi ini adalah pembengkakan pada skrotum, akibat penumpukan cairan di dalamnya. Ada banyak faktor yang bisa sebabkan hidrokel. Bisa karena gangguan pada lapisan jaringan antara skrotum dan organ perut, ketidakseimbangan produksi dan penyerapan cairan di tubuh, serta cedera pada skrotum.  


Cedera skrotum yang bisa sebabkan hidrokel dapat terjadi karena benturan atau kecelakaan. Selain itu, hidrokel juga bisa terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah atau sistem saraf, infeksi pada skrotum, dan penyakit menular seksual. 


Baca juga: Hidrokel Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius



Hal-Hal yang Tingkatkan Risiko Hidrokel

Hidrokel lebih sering terjadi pada bayi, karena kondisi ini biasanya terbentuk sejak bayi belum lahir. Meski begitu, kondisi ini juga bisa terjadi pada pria yang sudah dewasa, yang memiliki faktor risiko, seperti cedera skrotum, dan kondisi-kondisi yang disebutkan tadi. 


Pada bayi, hidrokel terjadi akibat tidak turunnya testis dari perut menuju skrotum, yaitu kulit atau kantung yang menampung testis. Di masa perkembangan bayi, setiap testis yang dibungkus oleh skrotum akan memiliki cairan di sekitarnya. Namun, umumnya kantung akan menutup dengan sendirinya dan tubuh akan menyerap cairan tersebut di tahun pertama setelah bayi lahir.


Namun, pada beberapa kasus, cairan tersebut tetap berada di dalam skrotum hingga terjadilah hidrokel. Hingga saat ini, penyebab utama mengapa cairan tersebut tidak terserap belum diketahui. Pada pria dewasa, hidrokel bisa jadi disebabkan oleh cedera atau operasi pada area selangkangan.


Baca juga: Perlu Tahu, 5 Penyakit Ini Umumnya Menyerang Testis


Kemungkinan lain yang dapat jadi penyebab hidrokel adalah adanya radang atau infeksi epididimis atau testis. Pada kasus yang langka, hidrokel dapat terjadi bersamaan dengan kanker pada testis atau ginjal bagian kiri. Hidrokel jenis ini dapat terjadi pada semua umur, tapi paling umum pada pria berumur lebih dari 40 tahun.


Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya penumpukan cairan di skrotum dan menyebabkan hidrokel adalah:


  • Lahir prematur. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami hidrokel, karena penutupan kantung skrotum dan penyerapan cairan pada selangkangan belum sempurna.
  • Usia. Pada pria dewasa, hidrokel paling sering terjadi pada orang yang berumur lebih dari 40 tahun.
  • Mengidap infeksi pada skrotum. Misalnya epididimitis, yang dapat dikaitkan dengan munculnya penumpukan cairan pada skrotum.
  • Mengidap penyakit menular seksual. Jika kamu mengidap penyakit atau infeksi menular seksual, kemungkinan untuk mengalami penumpukan cairan pada area selangkangan akan lebih tinggi.


Itulah beberapa hal yang bisa sebabkan hidrokel. Untuk bisa tahu apa penyebab pasti dari kondisi ini, dibutuhkan pemeriksaan dan diagnosis dari dokter. Jika kamu mengalami gejala hidrokel, seperti bengkak dan nyeri pada testis atau skrotum, segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, agar bisa segera diperiksa dan diobati.


Baca juga: Testis Besar Sebelah, Indikasi Terkena Varikokel?



Bagaimana Hidrokel Diobati?

Pada bayi laki-laki, hidrokel umumnya bisa menghilang sendiri dalam setahun. Namun, jika hidrokel tidak hilang setelah setahun atau terus membesar, mungkin harus dihilangkan melalui operasi. Sementara itu, pada pria dewasa, hidrokel sering hilang sendiri dalam 6 bulan. Namun, kondisi ini membutuhkan operasi jika skrotum membesar sampai menyebabkan ketidaknyamanan atau kelainan bentuk. 


Operasi untuk mengatasi hidrokel dilakukan dengan memberi obat bius terlebih dahulu. Lalu, pembedahan dimulai dengan menyayat bagian perut atau skrotum, tergantung lokasi pembengkakan. Kemudian, dokter akan mengangkat hidrokel. Tergantung seberapa besar pembengkakan dan lokasinya, dokter mungkin akan memasangkan selang pembuangan di bagian yang telah dioperasi, selama beberapa hari.



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hydrocele.
WebMD. Diakses pada 2020. Hydrocele – Topic overview.
Healthline. Diakses pada 2020. Hydrocele.