• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Persiapan Pemeriksaan Treadmill Perhatikan Jam Tidur

Persiapan Pemeriksaan Treadmill Perhatikan Jam Tidur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Persiapan Pemeriksaan Treadmill Perhatikan Jam Tidur

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan treadmill, atau dikenal juga dengan exercise stress test, digunakan untuk mengetahui seberapa baik jantung merespons saat bekerja paling keras. Namun, penting untuk perhatikan jam tidur sebelum pemeriksaan treadmill dilakukan.

Selama tes berlangsung, kamu akan diminta untuk berolahraga di atas treadmill, sambil terhubung dengan mesin elektrokardiogram (EKG). Alat tersebut memungkinkan dokter untuk memantau detak jantung kamu. Tes ini bisa dilakukan oleh orang yang telah mengalami gejala penyakit jantung koroner, atau sekadar membantu mengetahui tingkat kesehatan jika ingin memulai program olahraga baru. 

Baca juga: 5 Gangguan Kesehatan yang Didiagnosis dengan Elektrokardiogram

Perhatikan Jam Tidur sebelum Pemeriksaan Treadmill

Sebelum tes, dokter melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang riwayat kesehatan lengkap. Pada saat ini, beritahu dokter tentang semua keluhan kesehatan yang sedang kamu alami. Terutama jika ada gejala nyeri dada atau sesak napas.

Kamu juga harus memberitahu dokter tentang kondisi atau gejala apa pun yang mungkin membuat olahraga menjadi sulit, seperti sendi kaku akibat artritis. Selain itu, beritahu dokter jika kamu mengidap diabetes, karena olahraga dapat memengaruhi gula darah. Jika mengidap diabetes, dokter mungkin akan memantau kadar glukosa darah selama tes nanti.

Lalu, perhatikan jam tidur sebelum pemeriksaan treadmill dilakukan. Pastikan kamu tidur yang cukup di malam hari sebelum pemeriksaan, dan berada dalam kondisi prima. Hal ini penting, karena kurang tidur dapat memengaruhi hasil pemeriksaan treadmill.

Baca juga: Tes Stres EKG Pakai Treadmill, Apa Manfaatnya?

Selain perhatikan jam tidur sebelum pemeriksaan treadmill, kamu juga perlu memerhatikan beberapa hal, yaitu:

  • Hindari makan, merokok, atau minum apa pun selain air putih, selama tiga jam sebelum pemeriksaan.
  • Berhenti minum obat tertentu. Bicarakan dengan dokter tentang apa saja obat yang sedang atau akan dikonsumsi jauh-jauh hari sebelum pemeriksaan.
  • Laporkan nyeri dada atau gejala lain yang dirasakan pada hari pemeriksaan.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman saat hari pemeriksaan. Termasuk sepatu, pilihlah yang ringan dan nyaman, seperti sepatu kets atletik.

Bagaimana Pemeriksaan Treadmill Dilakukan?

Sebelum memulai pemeriksaan treadmill, kamu akan dihubungkan ke mesin EKG. Beberapa bantalan lengket akan ditempelkan di kulit, di balik pakaian. Dokter atau perawat akan memeriksa detak jantung dan pernapasan sebelum mulai berolahraga. Dokter mungkin juga meminta kamu bernapas ke dalam tabung untuk menguji kekuatan paru-paru.

Lalu, kamu akan diminta untuk mulai dengan berjalan perlahan di atas treadmill. Kecepatan dan kemiringan treadmill akan ditingkatkan saat pemeriksaan berlanjut. Jika mengalami kesulitan apa pun, terutama nyeri dada, kelemahan, atau kelelahan, segera beritahu dokter agar pemeriksaan bisa dihentikan.

Baca juga: Alasan Pengidap Penyakit Jantung Membutuhkan Pemeriksaan Treadmill

Denyut jantung dan pernapasan akan terus dipantau untuk beberapa saat setelah pemeriksaan. Lalu, kamu akan diberikan air dan diminta untuk istirahat. Jika tekanan darah meningkat selama tes, perawat dapat terus memantau tekanan darah kamu.

Beberapa hari setelah pemeriksaan treadmill, dokter akan meninjau hasilnya bersama kamu. Tes tersebut dapat mengungkapkan ritme jantung tidak teratur atau gejala lain yang mengindikasikan penyakit arteri koroner, seperti arteri yang tersumbat.

Jika dokter memutuskan kamu mungkin menderita penyakit arteri koroner atau masalah jantung lainnya, dokter akan memulai perawatan atau melakukan lebih banyak tes lainnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang mengapa perlu perhatikan jam tidur sebelum pemeriksaan treadmill, dan prosedur tesnya. Jaga selalu kesehatan, dan bila kamu butuh vitamin dan suplemen, kamu bisa membelinya dengan mudah lewat aplikasi Halodoc.

Referensi:
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. Exercise Stress Test.
Healthline. Diakses pada 2021. Exercise Stress Test.
WebMD. Diakses pada 2021. Heart Disease and Stress Tests.