• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Persiapan Toilet Training pada Balita, Ini 6 Tipsnya

Persiapan Toilet Training pada Balita, Ini 6 Tipsnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Seiring dengan tumbuh kembangnya, anak tidak akan terus-menerus menggunakan popok sekali pakai. Ia juga harus melakukan toilet training agar terbiasa buang air pada tempatnya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua sebagai persiapan toilet training pada balita. Berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapkan:

Baca juga: Jangan Disamakan, Ini Beda Pola Asuh pada Balita dan Remaja

1. Waktu Melatih

Persiapan toilet training pada balita akan berhasil jika anak sudah siap melakukannya. Nah, usia yang tepat untuk mempersiapkan pelatihan adalah 18 bulan sampai 3 tahun. Masing-masing anak memiliki karakter yang berbeda, bisa saja Si Kecil lebih cepat berlatih atau lebih lambat dibanding anak seusianya. Anak laki-laki umumnya lebih cepat memahami dan terbiasa ketimbang anak perempuan.

2. Rencana yang Matang

Persiapan toilet training pada balita selanjutnya adalah rencana yang matang. Langkah pertama yang dilakukan adalah membiarkan anak melihat orangtuanya menggunakan toilet. Sembari memperlihatkan caranya, orangtua juga perlu mengatakan pada anak jika harus ke kamar mandi saat ingin buang air. Dalam mempraktikkannya, jangan lupa untuk memilih celana yang mudah ditarik dan dipasang oleh Si Kecil, ya.

3. Posisi Buang Air

Jika memiliki anak laki-laki, ibu harus bisa mengarahkan bagaimana cara buang air kecil, yaitu dengan cara berdiri. Di tahap ini, ibu membutuhkan bantuan dari saudara laki-laki untuk mencontohkan. 

Baca juga: Pola Pengasuhan Anak yang Tepat untuk Balita

4. Jadikan sebagai Kegiatan yang Menyenangkan

Jangan memaksa anak, jadikan pelatihan toilet training jadi kegiatan yang menyenangkan. Setiap ia berhasil buang air di toilet, puji ia atau berikan hadiah. Hal sederhana tersebut dapat menyenangkannya, sehingga ia senang untuk melakukannya kembali.

5. Terapkan Secara Konsisten

Agar Si Kecil selalu ingat, lakukan dengan konsisten ya, bu. Hal tersebut bukan berarti ia lepas dari popok sekali pakai sepenuhnya setelah sekali berhasil melakukan toilet training. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu bisa pelan-pelan melepaskan popok sekali pakai setelah anak terbiasa buang air di toilet.

6. Siap Menghadapi Kegagalan

Mengajarkan Si Kecil toilet training memang bukan hal mudah, tetapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Persiapan toilet training pada balita juga tidak sesulit yang dibayangkan. Banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan bersama anak. Namun, ibu juga perlu persiapan ketika gagal melakukannya. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah, mendukung dan melatih anak dengan sabar, juga konsisten.

Baca juga: Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua

Itulah beberapa persiapan toilet training pada balita yang perlu ibu ketahui. Di samping itu, ibu perlu menunjang tumbuh kembangnya dengan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang. Jika ingin melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan asupan multivitamin dan suplemen tambahan, ibu bisa membelinya di aplikasi Halodoc dengan fitur “beli obat” di dalamnya, ya.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Toilet Training.
Raisingchildren.net.au. Diakses pada 2021. Toilet training: a practical guide.
Parents. Diakses pada 2021. When to Start Potty Training Your Toddler.