• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Persiapan yang Dilakukan Jelang Pemeriksaan Anti-Toxoplasma
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Persiapan yang Dilakukan Jelang Pemeriksaan Anti-Toxoplasma

Persiapan yang Dilakukan Jelang Pemeriksaan Anti-Toxoplasma

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 29 September 2022

“Pemeriksaan anti-toxoplasma bertujuan untuk mencegah penyakit berbahaya seperti hidrosefalus, kejang dan keterbelakangan mental. Prosedurnya wajib dilakukan oleh wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan.”

Persiapan yang Dilakukan Jelang Pemeriksaan Anti-ToxoplasmaPersiapan yang Dilakukan Jelang Pemeriksaan Anti-Toxoplasma

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan anti-toxoplasma adalah prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini merupakan penyebab dari toksoplasmosis.

Toxoplasma gondii umumnya ditemukan pada kotoran kucing, daging yang belum matang dan buah serta sayuran yang tidak dicuci bersih. Saat masuk ke dalam tubuh manusia, parasit bertahan dalam kondisi tidak aktif.

Mereka juga tidak menimbulkan gejala karena dapat dikendalikan sepenuhnya oleh sistem kekebalan tubuh manusia. Untuk mendeteksi adanya parasit di dalam tubuh, pemeriksaan anti-toxoplasma perlu dilakukan. 

Mengenal Pemeriksaan Anti-Toxoplasma

Pemeriksaan anti-toxoplasma dilakukan guna mengetahui gangguan kesehatan akibat parasit penyebab toksoplasmosis. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi keberadaan parasit yang ada di dalam tubuh dan darah manusia.

Dengan begitu, dokter menjadi lebih mudah dalam menentukan langkah pengobatan. Sementara penyakit yang muncul akibat infeksi parasit Toxoplasma gondii di antaranya gangguan paru-paru dan penglihatan.

Pemeriksaan anti-toxoplasma biasanya dilakukan sebelum pasangan merencanakan kehamilan. Tujuannya adalah membuat proses kehamilan menjadi lebih sehat sehingga pertumbuhan bayi jadi lebih optimal.

Ketika hamil, parasit tidak menimbulkan bahaya kehamilan seperti janin tidak berkembang, keguguran hingga kematian dalam rahim. Pemeriksaan anti-toxoplasma ini juga efektif mencegah penyakit anak di masa depan.

Penularan parasit saat hamil bisa memicu masalah neurologis pada anak, seperti hidrosefalus, kejang, keterbelakangan mental, gangguan pendengaran dan ukuran kepala yang kecil (mikrosefali).

Beberapa kelompok yang wajib melakukan pemeriksaan anti-toxoplasma, di antaranya:

  • Wanita hamil atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Wanita yang sering melakukan kontak dengan kucing liar.
  • Wanita yang gemar mengonsumsi daging atau ikan mentah.

Prosedur Pelaksanaan

Dalam tubuh manusia terdapat antibodi yang disebut dengan imunoglobulin (Ig). Prosedur pemeriksaan anti-toxoplasma dilakukan dengan skinning serologis melalui deteksi antibodi IgG dan IgM. 

IgG adalah antibodi yang menunjukkan bahwa seseorang pernah terpapar toksoplasma. Semengtara, IgM merupakan antibodi yang menunjukkan adanya paparan toksoplasma atau infeksi saat ini. 

Saat terinfeksi, tubuh akan memproduksi antibodi IgM yang terukur dalam darah selama 1 hingga 2 minggu setelah terpapar parasit. Beberapa bulan kemudian, IgM tidak dapat terdeteksi dan digantikan dengan IgG. 

Jika hasil IgM dan IgG negatif, ini menandakan bahwa seseorang tidak memiliki kekebalan terhadap toksoplasmosis. Sementara hasil IgG positif menandakan seseorang memiliki kekebalan dan tidak berisiko menularkan pada janin. 

Namun, jika hasilnya IgM, maka saat ini seseorang sedang terinfeksi dan berisiko menularkan kepada janin. Sedangkan, jika hasil IgM dan IgG positif, ini juga menandakan seseorang terinfeksi dan bisa menularkan infeksi. 

Pemeriksaan bisa dilakukan berulang yaitu 3 minggu setelah pemeriksaan pertama. Ini biasanya dilakukan untuk memastikan adanya parasit jika hasil pemeriksaan pertama kurang menyakinkan. 

Jika ada yang ingin diketahui seputar pemeriksaan, silakan tanya dokter sejelas-jelasnya terkait dengan prosedur yang akan dilakukan. Download Halodoc sekarang juga jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan dan prosedur pemeriksaan lainnya.

Referensi:
 Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Toxoplasmosis.
Biron. Diakses pada 2022. Toxoplasmosis IgG and IgM.