• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Persiapkan 8 Hal Ini sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Persiapkan 8 Hal Ini sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Persiapkan 8 Hal Ini sebelum Menjalani Program Bayi Tabung

Halodoc, Jakarta – Bagi pasangan yang sudah mencoba berbagai cara untuk memiliki momongan namun belum berhasil, bayi tabung bisa menjadi alternatif yang bisa ditempuh. Sekitar 1 dari 8 wanita membutuhkan bantuan ekstra ini untuk hamil. 

Bayi tabung atau yang dalam istilah medisnya dikenal juga dengan in vitro fertilisation (IVF) adalah program hamil yang dilakukan dengan cara menyatukan sel telur dan sperma terbaik di laboratorium, sehingga terjadi pembuahan dan terbentuk embrio. Lalu, embrio akan dibekukan lalu dipindahkan ke dalam rahim wanita yang diharapkan bisa menghasilkan kehamilan.

Namun, agar program kehamilan ini bisa berlangsung dengan baik dan sukses, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan oleh kamu dan pasangan. 

Baca juga: Memutuskan untuk Bayi Tabung, Ini Prosedurnya

Persiapan sebelum Program Bayi Tabung

Program bayi tabung terdiri dari serangkaian proses yang kompleks dan memakan waktu cukup lama. Berbagai macam emosi, seperti kekhawatiran, kesedihan,dan ketidakpastian wajar dirasakan selama menjalani program hamil tersebut. Belum lagi suntikan hormon yang akan ibu terima untuk membantu ovarium melepaskan beberapa sel telur, bisa meningkatkan emosi dan menyebabkan perubahan dalam tubuh yang tidak nyaman. 

Itulah mengapa sebelum menjalani program bayi tabung, penting bagi ibu melakukan sejumlah persiapan baik secara fisik maupun mental. Tidak hanya membantu ibu menjalani proses demi proses dengan baik, persiapan diri yang matang juga memaksimalkan peluang ibu untuk memiliki kehamilan yang sehat.

Berikut ini persiapan yang bisa ibu lakukan 2-4 minggu sebelum menjalani program bayi tabung:

1.Konsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang penting untuk meningkatkan kesuburan, yang akan berpengaruh pada keberhasilan bayi tabung. Dr. Aimee Eyvazzadeh, ahli endokrin reproduksi, merekomendasikan wanita yang akan menjalani IVF untuk melakukan diet Mediterania

Diet yang berfokus pada sayuran, buah-buahan, biji-bijian, protein dan lemak sehat ini bisa memberikan ibu nutrisi baik yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung kehamilan yang sehat. Diet Mediterania juga baik untuk meningkatkan kesehatan sperma, jadi ajak juga pasangan untuk sama-sama melakukan diet ini.

2.Tetap Berolahraga Secara Teratur

Banyak wanita berhenti atau menghindari berolahraga karena khawatir aktivitas fisik yang berat tersebut mungkin tidak baik untuk potensi kehamilan. Namun, jangan khawatir. Olahraga tidak hanya aman dilakukan menjelang dan selama program bayi tabung, tapi juga direkomendasikan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh ibu.

3.Beritahu Dokter Obat-obatan yang Dikonsumsi

Sebelum menjalani program bayi tabung, beritahu dokter kandungan ibu tentang semua obat-obatan yang ibu konsumsi, bahkan obat yang umum sekalipun. Hal ini karena beberapa obat berpotensi untuk mengganggu obat kesuburan, menyebabkan ketidakseimbangan hormon, dan membuat pengobatan IVF menjadi kurang efektif.

4.Hindari Bahan Kimia Berbahaya

Ibu yang akan menjalani program bayi tabung juga perlu berhati-hati terhadap beberapa barang rumah tangga dan produk kecantikan yang mengandung bahan kimia pengganggu endokrin.

Tidak hanya bisa mengganggu hormon, kesehatan reproduksi, dan perkembangan prenatal, bahan kimia tersebut juga tidak baik untuk kesehatan ibu secara keseluruhan. 

Jadi, periksalah kandungan dalam produk rumah tangga dan kecantikan yang sering ibu gunakan dan beralihlah ke alternatif yang menggunakan bahan alami.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahan Makeup yang Berbahaya untuk Ibu Hamil

5.Konsumsi Vitamin Prenatal

Mulailah mengonsumsi vitamin prenatal dalam 30 hari atau beberapa bulan sebelum menjalani program bayi tabung untuk meningkatkan asupan asam folat ibu. Nutrisi ini penting karena mampu melindungi otak dan cacat lahir tulang belakang pada janin yang sedang berkembang.

Dr. Eyvazzadeh juga merekomendasikan konsumsi minyak ikan yang bisa mendukung perkembangan embrio. Jika kadar vitamin D ibu rendah, mulailah konsumsi suplemen vitamin D sebelum IVF. Kadar vitamin D yang rendah mungkin terkait dengan autisme.

6.Tidur yang Cukup

Tidur dan kesuburan sangat erat kaitannya. Tidur yang cukup bisa mendukung program bayi tabung ibu agar berhasil. Sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa tingkat kehamilan pada mereka yang tidur 7-8 jam setiap malam secara signifikan lebih tinggi daripada mereka yang tidur dalam waktu yang lebih pendek. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tidur yang cukup sebelum menjalani program bayi tabung.

7.Kelola Stres

Selain mempersiapkan diri secara fisik, ibu juga dianjurkan untuk melakukan cara-cara untuk mengelola stres dan kecemasan sebelum dan selama program bayi tabung. Melakukan meditasi, yoga, dan membuat jurnal adalah cara untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan peluang kesuksesan program bayi tabung.

8.Hindari Kebiasaan Tidak Sehat

Kebiasaan seperti merokok dan minum alkohol perlu dihentikan sebelum menjalani program bayi tabung, karena bisa berdampak buruk pada kesuburan dan kehamilan. Hindari juga paparan asap rokok.

Baca juga: Alasan Alkohol Turunkan Peluang Kehamilan

Itulah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani program bayi tabung. Ibu juga bisa minta saran kesehatan atau bertanya-tanya seputar persiapan kehamilan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. The 30-Day Guide to IVF Success: Diet, Chemicals, Sex, and More.
CCRM Fertility. Diakses pada 2021. Preparing for IVF.