Pertanyaan yang Umum Ditanyakan Seputar Hepatitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pertanyaan yang Umum Ditanyakan Seputar Hepatitis

Halodoc, Jakarta – Hepatitis termasuk penyakit yang banyak dikenal masyarakat. Sayangnya, masih ada informasi keliru seputar hepatitis di masyarakat. Sebagian masyarakat belum bisa membedakan antara kelima jenis hepatitis. Nah, berikut ini pertanyaan umum seputar hepatitis yang paling banyak ditanyakan. Siapa tahu kamu juga memiliki pertanyaan serupa. Simak, yuk!

Baca Juga: Fakta Tentang Penyakit Hepatitis

Apa yang Dimaksud dengan Hepatitis?

Secara umum, hepatitis adalah penyakit yang merujuk pada perangan organ hati. Kebanyakan kasus hepatitis disebabkan oleh infeksi virus, tapi tidak menutup kemungkinan adanya penyebab yang lain. Misalnya, kebiasaan minum alkohol, gangguan autoimun, paparan zat racun, dan efek samping konsumsi obat tertentu.

Baca Juga: A, B, C, D, atau E, Jenis Hepatitis yang Paling Parah?

Lima Jenis Hepatitis, Apa Saja Perbedaannya?

Terdapat lima jenis hepatitis yang dibedakan berdasarkan penyebab dan gejalanya. Berikut ini kelima jenis hepatitis tersebut:

  • Hepatitis A, disebabkan karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja pengidap. Gejalanya berupa demam, sakit kepala, mual, muntah, hingga pembengkakan hati. Jenis hepatitis ini jarang menyebabkan infeksi jangka panjang (kronis), karena bersifat akut dan bisa sembuh tanpa gejala sisa.

  • Hepatitis B, terbagi menjadi akut dan kronis. Penularan hepatitis jenis ini terjadi saat masa persalinan alias dari ibu ke anak. Gejalanya berupa rasa lesu, penurunan nafsu makan, demam, nyeri perut sebelah kanan, dan urine berwarna keruh.

  • Hepatitis C, menular melalui darah dan cairan tubuh. Misalnya, ketika seseorang berhubungan intim tanpa menggunakan kondom dengan pengidap atau memakai jarum suntik bersama dengan pengidap. Gejala hepatitis C berupa demam, kelelahan, urine berwarna gelap, warna kulit dan mata menguning, mual, muntah, nafsu makan berkurang, nyeri lambung, serta nyeri otot atau sendi.

  • Hepatitis D, jarang ditemukan tapi dianggap paling berbahaya. Hepatitis D bisa menular melalui darah, cairan tubuh, kehamilan, dan persalinan. Gejalanya berupa kelelahan, nyeri perut, nyeri sendi, mual, muntah, penurunan nafsu makan, gatal-gatal, urine berwarna gelap, serta warna kulit dan mata menguning.

  • Hepatitis E, proses penularannya mirip dengan hepatitis A, yaitu akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja pengidap. Gejala hepatitis E berupa demam, sakit kepala, dan mual.

Kamu dianjurkan bicara ke dokter jika mengalami gejala mirip hepatitis. Untuk berbicara pada dokter, kamu bisa menggunakan fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc. Bila perlu, kamu membuat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan di sini.

Baca Juga: Inilah Cara Penularan Hepatitis ke Tubuh

Bisakah Hepatitis Disembuhkan?

Dari kelima jenis hepatitis, ada yang bisa sembuh total dalam hitungan minggu. Namun, ada yang berlanjut hingga menyebabkan hepatitis kronis dan berujung pada kerusakan hati yang berpotensi mengancam nyawa. Hepatitis yang bisa sembuh total, antara lain hepatitis A, B, dan E. Sementara hepatitis C dan D lebih banyak berkembang menjadi hepatitis kronis.

Kenapa Ibu Hamil Harus Waspada Terhadap Hepatitis?

Alasannya karena hepatitis B atau C yang tidak tertangani dengan baik saat hamil, berpotensi menyebabkan komplikasi serius.  Bahkan, wanita hamil bisa menularkan virus hepatitis ke bayinya. Risiko hepatitis B saat hamil meliputi ketuban pecah dini, diabetes gestasional, perdarahan berat pada akhir kehamilan, plasenta abruptio, hingga kematian bayi saat lahir.

Perlukah Bayi Melakukan Vaksinasi Hepatitis?

Perlu, terutama vaksin hepatitis B. Bahkan jika wanita hamil tidak mengidap hepatitis B, bayi harus mendapatkan vaksin dosis pertama sebelum meninggalkan rumah sakit. Jika tidak memungkinkan, vaksin hepatitis B diberikan dalam waktu 2 bulan setelah kelahiran. Dosis yang tersisa diberikan 6-18 bulan setelahnya.