• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pertolongan Pertama saat Mengalami Syok Hipovolemik

Pertolongan Pertama saat Mengalami Syok Hipovolemik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Syok hipovolemik terjadi ketika tubuh secara mendadak kehilangan banyak darah maupun cairan lainnya. Hilangnya cairan tubuh dalam jumlah besar dan waktu yang singkat ini mengakibatkan jantung tidak mampu lagi memompa darah sesuai dengan kebutuhan tubuh, sehingga berdampak pada terjadinya gagal organ.

Syok hipovolemik termasuk dalam kondisi gawat darurat dan perlu segera mendapatkan penanganan medis. Dibandingkan dengan jenis syok lainnya, syok hipovolemik merupakan yang paling sering terjadi pada lansia maupun anak-anak. Tanpa adanya penanganan segera, syok hipovolemik bisa berujung pada kematian.

Gejala Syok Hipovolemik yang Perlu Diketahui

Mengenali gejala syok hipovolemik bisa membuat kamu mengerti kapan harus segera memberikan penanganan atau mencari bantuan medis untuk pertolongan lanjutan. Namun, gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap orang, bergantung pada berapa banyak jumlah cairan yang berkurang pada tubuh.

Baca juga: Enggak Banyak yang Tahu, Syok Hipovolemik Berbahaya Kalau Pingsan

Jika syok hipovolemik masih berada pada tahap ringan, gejala yang sering muncul, seperti pusing, lemas, mual, merasa linglung atau kebingungan, hingga keluarnya keringat berlebihan. Sementara itu, syok hipovolemik yang parah gejala yang muncul, misalnya tubuh mulai terasa dingin, pucat, napas pendek, jantung berdebar, badan lemas, bibir dan kuku mulai terlihat membiru, denyut nadi melemah, kepala pusing, kebingungan, hingga pingsan.

Ternyata, syok hipovolemik juga bisa terjadi akibat dari perdarahan internal atau perdarahan yang terjadi pada organ di dalam tubuh. Ketika kondisi ini terjadi, ada beberapa tanda khas yang bisa kamu kenali, seperti feses berdarah, sakit perut, urine berdarah, nyeri pada dada, pembengkakan pada perut, muntah darah, hingga feses berwarna hitam.

Baca juga: Ini Alasan Orang Terluka Sering Kehilangan Kesadaran

Pertolongan Pertama pada Syok Hipovolemik

Jangan panik jika kamu menemui kondisi syok hipovolemik pada orang terdekat. Segera panggil bantuan medis ketika kamu mendapati adanya gejala syok hipovolemik. Sementara itu, sambil menunggu bantuan medis tiba di lokasimu, kamu bisa membantu memberikan pertolongan pertama, sehingga komplikasi bisa dihindari.

  • Pastikan pengidap berada pada posisi telentang.
  • Berikan ganjalan pada bagian kaki setinggi sekitar 30 sentimeter.
  • Jika pengidap merupakan korban kecelakaan dan kamu merasa ada cedera pada kepala, leher, atau punggung, jangan memindahkan posisi tubuhnya hingga bantuan medis tiba.
  • Jaga suhu tubuh pengidap tetap pada kondisi hangat sehingga tidak terserang hipotermia.
  • Hindari memberikan cairan apapun.
  • Hindari memberikan bantal atau mengangkat kepala.
  • Jika ada benda yang menancap pada tubuh pengidap, bersihkan debu dan kotoran tanpa menyentuh benda tersebut.
  • Namun, jika tidak ada, balut luka dengan kain untuk mengurangi perdarahan. Pastikan area luka telah bersih dari debu dan kotoran.
  • Jika memang diperlukan, balut luka cukup kencang sehingga membantu memberikan tekanan pada area jaringan yang terluka, agar perdarahan cepat terhenti.

Baca juga: Benarkah Syok Hipovolemik Bisa Berakibat Fatal?

Jika bantuan medis telah datang, tenaga medis akan berupaya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cara memasang infus atau transfusi darah. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan penanganan pada kondisi lain jika memang syok terjadi karena ada kondisi lainnya. 

Agar tidak terjadi infeksi maupun sepsis, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik. Begitu pula dengan obat untuk membantu meningkatkan kekuatan jantung agar bisa memompa darah lebih banyak, sehingga peredaran darah di dalam tubuh bisa normal kembali. Pertolongan pertama menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa pengidap syok hipovolemik, jadi kenali gejala dan cara penanganannya dengan baik, ya! Kalau ingin tahu lebih banyak, tanya dokter saja lewat aplikasi Halodoc!

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Hypovolemic Shock.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Hypovolemic Shock.
WebMD. Diakses pada 2020. Hypovolemic Shock.