• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perubahan Gaya Hidup untuk Mengobati Sistokel

Perubahan Gaya Hidup untuk Mengobati Sistokel

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sistokel atau prolaps organ panggul sangat umum terjadi pada wanita. Setengah dari wanita di atas usia 50 tahun mengalami gejala sistokel dan 1 dari 10 wanita pada usia 80 tahun akan menjalani operasi untuk kondisi ini.

Meski begitu, perubahan gaya hidup sederhana dapat membantu mengobati sistokel. Salah satunya adalah menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat memberikan tekanan pada penyangga rahim dan kandung kemih, terutama ketika dalam posisi tegak. Perubahan gaya hidup apalagi yang bisa mengobati sistokel?

Mengubah Gaya Hidup untuk Sembuhkan Sistokel

Jika kondisi sistokelnya ringan dan tidak menimbulkan gejala yang menyulitkan, biasanya dokter memilih pendekatan tanpa intervensi. Di masa penyembuhan tersebut, ada beberapa langkah perubahan gaya hidup yang dapat membantu mencegah kemunduran prolaps serta meringankan gejala-gejalanya. Seperti apakah?

Baca juga: 6 Upaya untuk Mencegah Terjadinya Sistokel

  1. Jika kamu mengalami batuk kronis yang memicu tekanan konstan dan ekstra pada otot-otot dasar panggul, maka perlu untuk mengobati kondisi tersebut supaya tidak menyebabkan sistokel semakin parah.
  2. Berhenti merokok.
  3. Menghindari sembelit dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi, minum banyak cairan bening dan mendapatkan aktivitas fisik yang cukup.
  4. Tidak mengangkat beban berat, termasuk di tempat kerja atau di rumah.
  5. Menghindari semua aktivitas yang menghasilkan tekanan tinggi pada dasar panggul.

Melakukan latihan dasar panggul yang disebut dengan kegel juga dapat mengencangkan otot dasar panggul. Latihan ini dapat meningkatkan ketahanan organ yang melekat, termasuk rahim, vagina dan kandung kemih.

Latihan dasar panggul hanya terdiri dari mengontraksikan dan mengendurkan otot-otot beberapa kali dalam satu menit. Masing-masing sekitar 15 repetisi, sebanyak mungkin dalam sehari. 

Otot dasar panggul adalah otot yang sama yang mengontrol evakuasi kandung kemih dan usus, sehingga gerakan yang sama dapat membantu kamu mengontrol kontraksinya sesuka hati. Latihan-latihan ini memakan waktu beberapa minggu untuk membantu membangun kekuatan di dasar panggul, tetapi sering kali semua itu diperlukan dalam kasus sistokel ringan atau inkontinensia stres. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Sistokel?

Jika kamu butuh saran dan informasi lebih detail mengenai perubahan gaya hidup yang dibutuhkan untuk mengobati sistokel bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Meditasi dan Yoga untuk Sistokel

Kita bernapas ribuan kali perhari tanpa pernah menyadari. Dan ternyata aktivitas ini juga bisa membantu mempertahankan dasar panggul yang sehat. Saat kamu menarik napas dalam-dalam, udara akan mencapai jauh ke dalam paru-paru. 

Ini mendorong diafragma dan organ-organ internal ke bawah yang dengan lembut meregangkan dan berkontraksi dengan dasar panggul. Dengan memastikan bahwa kamu bernapas dalam-dalam, kamu bisa membuat dasar panggul lebih kuat untuk jangka waktu panjang.

Mungkin terdengar sulit untuk mengubah sesuatu yang bahkan tidak kamu sadari, tetapi ini memungkinkan jika kamu berlatih selama beberapa menit setiap hari. Yoga dan meditasi dapat membantu, sekaligus menjadi cara yang tepat untuk menghilangkan stres.

Segala sesuatu di tubuh saling terhubung. Penting untuk mengingat hal ini ketika kamu melakukan kegel, karena postur yang buruk menyebabkan otot inti lemah dan dasar panggul lemah. 

Ketika kamu membungkuk, tulang ekor akan melengkung ke bawah dan menyebabkan otot-otot dasar panggul berkontraksi dan meregang sehingga dapat melemahkannya. Mempertahankan posisi duduk dan berdiri yang benar dapat mempertahankan inti dan dasar panggul tetap kencang dan aktif. Ini juga dapat mengurangi inkontinensia dan menurunkan risiko prolaps vagina atau sistokel. 

Referensi:
Kegel 8.co.uk. Diakses pada 2020. How to Prevent a Vaginal Prolapse.
Royal College of Obstetricians & Gynaecologists. Diakses pada 2020. Simple lifestyle changes may reduce the symptoms of pelvic organ prolapse.
News Medical Life Sciences. Diakses pada 2020. How is a Cystocele Treated?