• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Phantom Pain, Rasa Sakit Pasca Operasi Amputasi

Phantom Pain, Rasa Sakit Pasca Operasi Amputasi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mendengar tentang phantom pain? Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri yang berasal dari bagian tubuh yang sudah tidak ada lagi. Phantom pain biasanya terjadi pada orang yang baru saja menjalani operasi amputasi

Pada beberapa kasus, phantom pain bisa membaik dengan sendirinya, dari waktu ke waktu tanpa pengobatan. Pada beberapa kasus lain, mengelola phantom pain bisa jadi tantangan. Meski bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi.

Baca juga: 5 Alasan Kesehatan yang Mengakibatkan Amputasi

Lebih Lanjut tentang Phantom Pain

Phantom pain umumnya terjadi pada minggu pertama setelah operasi amputasi, atau beberapa bulan setelahnya. Nyeri bisa datang dan pergi, atau terus-menerus, pada bagian tubuh terjauh dari tubuh, seperti tungkai yang diamputasi. Adapun nyeri yang dirasakan adalah seperti tertusuk-tusuk, kram, kesemutan, berdenyut, hingga sensasi terbakar.

Penyebab pasti phantom pain tidak jelas, tetapi tampaknya berasal dari sumsum tulang belakang dan otak. Selama pemeriksaan pencitraan, seperti magnetic resonance imaging (MRI) atau positron emission tomography (PET), bagian otak yang telah terhubung secara neurologis ke saraf anggota tubuh yang diamputasi menunjukkan aktivitas ketika orang tersebut merasakan phantom pain.

Mengutip laman Mayo Clinic, banyak ahli percaya bahwa beberapa kasus phantom pain setidaknya dijelaskan sebagai respons terhadap sinyal campuran dari otak. Setelah amputasi, area sumsum tulang belakang dan otak kehilangan masukan dari anggota tubuh yang hilang dan menyesuaikan diri dengan pelepasan ini dengan cara yang tidak terduga. 

Hasilnya, dapat memicu pesan paling mendasar dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres, yaitu nyeri. Studi juga menunjukkan bahwa setelah amputasi, otak dapat memetakan kembali bagian sirkuit sensorik tubuh itu ke bagian lain dari tubuh. 

Baca juga: Kondisi Medis ini Mengharuskan Dokter Mengambil Tindakan Amputasi

Dengan kata lain, karena area yang diamputasi tidak lagi dapat menerima informasi sensorik, informasi tersebut dirujuk ke tempat lain. Dari tangan yang hilang hingga pipi yang masih ada, misalnya. Jadi, saat pipi disentuh seolah-olah tangan yang hilang juga disentuh. Karena ini adalah versi lain dari kabel sensorik kusut, akibatnya bisa terasa sakit.

Sejumlah faktor lain diyakini berkontribusi pada phantom pain. Termasuk ujung saraf yang rusak, jaringan parut di lokasi amputasi, dan memori fisik nyeri pra-amputasi di daerah yang terkena.

Faktor yang Tingkatkan Risiko Phantom Pain

Perlu diketahui, tidak semua orang yang menjalani amputasi mengalami phantom pain. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko phantom pain:

  • Nyeri sebelum amputasi. Orang yang mengalami nyeri di tungkai sebelum diamputasi cenderung mengalaminya sesudahnya. Ini mungkin karena otak menyimpan ingatan akan rasa sakit dan terus mengirimkan sinyal rasa sakit, bahkan setelah anggota tubuh diangkat.
  • Nyeri anggota tubuh sisa. Orang yang mengalami nyeri terus-menerus di sisa anggota tubuh biasanya juga mengalami phantom pain. Nyeri anggota tubuh sisa dapat disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada ujung saraf yang rusak (neuroma) yang sering mengakibatkan aktivitas saraf yang menyakitkan.

Baca juga: Salah Penanganan, Gangrene Bisa Sebabkan Amputasi?

Bisakah Phantom Pain Dicegah?

Risiko timbulnya phantom pain lebih tinggi pada orang yang pernah mengalami nyeri pada tungkai sebelum amputasi, sehingga dokter bisa merekomendasikan anestesi regional (spinal atau epidural) dalam beberapa jam atau hari menjelang amputasi. 

Tindakan ini membantu mengurangi rasa sakit segera setelah operasi dan mengurangi risiko phantom limb pain (nyeri tungkai bayangan) yang berlangsung lama. Namun, cara ini mungkin tidak efektif pada phantom pain yang disebabkan oleh hal yang tidak jelas penyebabnya.

Itulah sedikit penjelasan mengenai phantom pain, rasa sakit pasca operasi amputasi. Jika ada yang belum jelas, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc. Selain itu, kalau kamu butuh obat-obatan, suplemen, atau produk kesehatan lainnya, kamu bisa membelinya lewat aplikasi Halodoc juga, lho.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Phantom Pain.
Very Well Health. Diakses pada 2021. The Types of Post-Surgery Pain You May Experience.