27 September 2018

Pikirkan Kembali, Ini Risiko Water Birth yang Perlu Diketahui

Water birth, melahirkan dalam air, metode melahirkan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu merupakan seseorang yang sedang menunggu-nunggu kelahiran dari Si Kecil? Apakah metode melahirkan yang ibu pilih? Salah satu metode melahirkan yang saat ini sedang menjadi tren adalah water birth.

Melahirkan dalam air dipercaya dapat mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Ketika ibu melahirkan dalam air, ibu akan lebih relaks sehingga akan memudahkan proses persalinan. Selain itu, metode ini juga dipercaya baik untuk bayi. Pasalnya, melahirkan dalam air akan menciptakan kondisi yang sama ketika bayi dalam kandungan, yaitu dengan keberadaan air ketuban.

Jika ibu sedang merencanakan untuk melahirkan Si Kecil dengan metode water birth, sebaiknya pikirkan kembali. Karena inilah risiko-risiko yang dapat terjadi jika melakukan metode melahirkan dengan water birth:

1. Infeksi

Ketika ibu mengejan untuk melahirkan bayi, kemungkinan kotoran akan ikut keluar. Hal itu sangatlah normal. Pada persalinan yang biasa, bidan akan segera membersihkannya. Namun pada water birth, kotoran tersebut mungkin saja dapat meningkatkan risiko infeksi terhadap bayi.

2. Kerusakan Tali Pusar

Saat menjalani persalinan dengan metode water birth, biasanya bayi akan segera diangkat ke permukaan. Namun, gerakan membawa bayi ke atas dengan cepat dapat menimbulkan risiko robeknya tali pusar dan perdarahan. Perlu diketahui, kedua kondisi tersebut merupakan penyebab paling umum anemia pada bayi.

3. Radang Paru-paru

Meski belum didukung oleh hasil penelitian yang signifikan, risiko ini tetap harus dipertimbangkan ketika ibu ingin melahirkan dengan metode water birth. Penting untuk menjaga air agar tetap berada pada suhu 36-37 derajat celsius. Penyakit ini biasanya berkembang pada 24-48 jam pertama yang antara lain disebabkan oleh bakteri dari air dalam kolam dan kontaminasi dari kotoran ibu.

4. Sindrom Aspirasi Mekonium

Ketika bayi buang air besar sebelum dilahirkan dan menyebabkan air ketuban terkontaminasi, kondisi ini dapat menyebabkan masalah pernapasan pada bayi. Dokter dan bidan dapat mengenali hal ini ketika air ketuban pecah dan bercampur dengan mekonium yang umumnya berwarna hijau, kental dan, lengket. Sangat penting untuk segera menghisap keluar cairan mekonium dari saluran pernapasan bayi, begitu bayi keluar. Posisi ibu saat water birth harus disesuaikan agar tindakan ini dapat dilakukan segera.

5. Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan

Jika ibu mempertimbangkan untuk melahirkan dengan metode ini, sebaiknya berdiskusi dengan tenaga medis sejak awal kehamilan. Inilah hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan water birth:

  • Kolam yang digunakan harus memenuhi standar dan tetap terjaga kebersihannya.
  • Pastikan ibu ditemani oleh tenaga medis profesional selama proses persalinan.
  • Awasi bayi dengan benar selama berada di dalam kolam.
  • Jaga temperatur air pada 36-37 derajat celsius.
  • Minumlah air selama proses persalinan untuk menghindari dehidrasi.
  • Lakukan pengendalian infeksi yang sesuai.
  • Cermat menentukan waktu masuk ke dalam kolam. Jika terlalu cepat, justru dapat memperlambat proses persalinan.

Metode apapun yang akan ibu pilih untuk persalinan, baik water birth atau persalinan biasa, hal yang paling penting adalah dahulukan keselamatan. Pertimbangkan segala kemungkinan melalui diskusi dengan dokter ahlinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan Halodoc, ibu dapat berdiskusi langsung dengan dokter ahlinya melalui Chat atau Voice/Video Call. Ibu tidak hanya dapat berdiskusi langsung, ibu juga dapat membeli obat dengan layanan Apotek Antar dari Halodoc. Yuk, download aplikasinya segera di App Store atau Google play!

Baca juga: