• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pilates saat Memasuki Trimester 2, Apa yang Harus Diperhatikan?

Pilates saat Memasuki Trimester 2, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap ibu hamil benar-benar harus menjaga kesehatan yang dilakukan dengan berbagai cara. Selain mengonsumsi makanan sehat, salah satu yang harus dilakukan adalah berolahraga secara rutin. Memang tidak banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil, salah satu yang cocok adalah pilates. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ibu hamil melakukan gerakan ini, terutama di trimester 2. Ketahui selengkapnya di sini!

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Melakukan Pilates untuk Ibu Hamil Trimester 2

Pilates adalah bentuk olahraga populer yang dapat dilakukan semua orang dari berbagai usia dan tingkat kebugaran. Metode ini menjadi pilihan karena efektif untuk seseorang yang ingin meningkatkan kekuatan, postur, keseimbangan, serta fleksibilitas. Olahraga ini fokus pada penguatan otot perut bagian bawa dan dasar panggul, sehingga menjadi pilihan yang baik untuk ibu hamil.

Baca juga: Pilates dan Yoga saat Hamil, Pilih Mana?

Saat hamil, otot perut diregangkan untuk memberi ruang bagi bayi yang sedang tumbuh. Otot perut bagian dalam baik untuk memberi dukungan ke punggung yang terbilang rentan cedera. Pilates cocok untuk ibu hamil karena dapat menurunkan risiko untuk mengalami sakit punggung. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama saat kehamilan sudah memasuki trimester 2.

Berikut ini beberapa gerakan pilates pada ibu hamil yang perlu diperhatikan:

1. Batasi Gerakan Telentang

Salah satu gerakan yang perlu dikurangi saat melakukan pilates untuk ibu hamil adalah gerakan telentang. Saat dalam posisi tersebut di trimester 2, rahim dapat menekan vena kava inferior dan aorta, sehingga membatasi aliran darah ke bayi serta membuat ibu merasa pusing. Maka dari itu, usahakan untuk menjaga posisi telentang hanya sebentar. Alternatif lainnya adalah ubah posisi ini menjadi miring, duduk, atau berdiri.

2. Jangan Tengkurap

Ibu juga benar-benar harus memastikan tidak melakukan gerakan pilates dengan posisi tengkurap, atau berbaring pada perut karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Selain itu, posisi ini juga jelas dapat membahayakan janin. Pastikan untuk mengubah posisi atau lanjut ke gerakan berikutnya.

Baca juga: 4 Olahraga Ini Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil

3. Berhati-Hati Terhadap Fleksi

Gerakan lainnya yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah fleksi ke depan. Hal ini mampu menyebabkan diastasis recti, yaitu perut menjadi terbelah karena terlalu banyak tekanan dari rahim atau otot perut yang terlalu kuat. Bersikaplah proaktif dan hentikan fleksi dari posisi telentang, seperti The Hundred. Jika masih ingin melakukannya, posisi duduk dapat menjadi pilihan yang bagus, meski tetap harus berhati-hati.

4. Fokus pada Bagian Abdomen

Jika ibu ingin membuat perut cukup kuat untuk menopang tubuh dan punggung, penting untuk fokus pada bagian abdomen dari tubuh, terutama bagian dalam. Dengan mengasah otot perut transversal atau perut bagian terdalam, dapat efektif membantu untuk meredakan nyeri punggung yang kerap timbul saat hamil.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pilates untuk ibu hamil. Berolahraga memang penting untuk setiap wanita yang sedang mengandung, tetapi memperhatikan keberlangsungannya juga harus dilakukan. Diharapkan sakit punggung tidak dirasakan dan persalinan menjadi lancar saat rutin melakukan gerakan ini.

Baca juga: Ini 5 Olahraga yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil di Trimester Pertama

Ibu juga dapat melakukan pemeriksaan rutin pada rumah sakit yang berafiliasi dengan Halodoc. Caranya mudah saja, cukup dengan download aplikasi Halodoc, kemudahan dalam pemeriksaan kesehatan sesuai keinginan bisa langsung dilakukan. Tentukan sendir rumah sakit sesuai pilihan dan jam yang diinginkan!

Referensi:
Pilates Anytime. Diakses pada 2021. Your Trimester-by-Trimester Guide to Prenatal Pilates.
Studio Pilates. Diakses pada 2021. Pregnancy Guidelines.