• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pilihan Pengobatan Penyakit Parkinson pada Lansia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pilihan Pengobatan Penyakit Parkinson pada Lansia

Pilihan Pengobatan Penyakit Parkinson pada Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 November 2021
Pilihan Pengobatan Penyakit Parkinson pada LansiaPilihan Pengobatan Penyakit Parkinson pada Lansia

“Penyakit Parkinson merupakan masalah kesehatan saraf yang mengalami perburukan secara bertahap. Masalah kesehatan ini menyerang bagian otak yang bertugas untuk koordinasi gerakan tubuh.”

Halodoc, Jakarta – Penyakit Parkinson akan membuat pengidapnya mengalami kesulitan dalam mengatur atau mengendalikan gerakan tubuh. Ini termasuk ketika pengidap berjalan, menulis, atau berbicara. Status perburukan masalah kesehatan ini terbagi menjadi 5 tingkatan atau stadium, yaitu: 

  • Stadium 1, ketika gejala yang muncul bisa dikatakan ringan dan tidak menimbulkan gangguan pada pengidapnya.
  • Stadium 2, ketika gejala awal mulai terlihat. Jangka waktu perkembangan penyakit pada stadium 1 menuju stadium 2 sangat beragam pada setiap orang. 
  • Stadium 3, ketika gejala semakin jelas terlihat dan mulai mengganggu aktivitas.
  • Stadium 4, ketika pengidap mulai mengalami kesulitan berdiri maupun berjalan. Gerak tubuh menjadi semakin lambat, dan pengidap membutuhkan bantuan orang lain untuk beraktivitas. 
  • Stadium 5, ketika penyakit Parkinson sudah memasuki stadium paling parah yang membuat pengidap kesulitan atau bahkan tidak mampu lagi berdiri. Pengidap juga bisa mengalami halusinasi dan delusi. 

Pilihan Pengobatan untuk Penyakit Parkinson

Sayangnya, penyakit Parkinson belum bisa disembuhkan secara menyeluruh. Meski begitu, ada beberapa pilihan penanganan yang bisa menjadi pertimbangan untuk membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas kehidupan pengidapnya, yaitu: 

  1. Terapi Pendukung

Ada beberapa pilihan terapi pendukung yang direkomendasikan untuk membantu meringankan gejala penyakit Parkinson, antara lain: 

  • Fisioterapi: terapi ini bertujuan untuk meringankan masalah otot kaku dan nyeri pada persendian, sehingga membantu meningkatkan kelenturan dan kemampuan gerak tubuh. Tidak hanya itu, terapi ini juga membantu menambah stamina dan kemampuan pengidap untuk bisa melakukan aktivitas tanpa harus bergantung pada orang lain.
  • Perubahan diet: sembelit menjadi salah satu gejala dari penyakit Parkinson. Jadi, pengidap disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih dan makanan berserat untuk membantu melancarkan saluran pencernaan. Dokter juga bisa merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi untuk pengidap yang mengalami tekanan darah rendah, terlebih ketika bangkit berdiri. 
  • Terapi bicara: terapi ini sangat membantu bagi pengidap penyakit Parkinson yang mengalami kesulitan berbicara. Diharapkan, terapi ini bisa meningkatkan kemampuan berbicara pengidap. 
  1. Obat-Obatan

Selain terapi, pilihan pengobatan lainnya untuk mengatasi penyakit Parkinson adalah konsumsi obat. Beberapa jenis obat tersebut, antara lain: 

  • Antikolinergik: digunakan untuk membantu mengatasi tremor.
  • Levodopa: obat tersebut akan diserap oleh sel saraf yang ada di dalam otak, kemudian diubah menjadi dopamin. Kadar dopamin yang meningkat bisa membantu mengatasi permasalahan gerak pada tubuh. 
  • Agonis dopamin: obat yang punya efek serupa dengan levodopa. Namun, obat ini tidak memproduksi dopamin, tetapi hanya sebagai pengganti dopamin pada otak. Agonis dopamin biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit Parkinson tahap awal, karena efek yang diberikan tidak sekuat levodopa.
  • Entacapone: obat ini diresepkan untuk pengidap penyakit Parkinson pada stadium lanjut. Merupakan obat yang melengkapi levodopa yang berfungsi untuk memperpanjang efek dari levodopa.
  1. Operasi atau Bedah

Umumnya, sebagian besar kasus penyakit Parkinson hanya ditangani dengan konsumsi obat-obatan yang dibantu dengan beberapa terapi pendukung. Namun, tak jarang dibutuhkan prosedur bedah untuk masalah Parkinson yang sudah berlangsung lama. Prosedur bedah yang dimaksud, antara lain: 

  • Deep Brain Stimulation (DBS): prosedur ini dilakukan dengan penanaman elektroda pada bagian otak yang mengalami gangguan. Elektroda kemudian akan terkoneksi ke generator yang dipasang pada dada. Generator tersebut bertugas untuk mengirimkan arus listrik menuju ke otak. Prosedur DBS hanya direkomendasikan pada pengidap penyakit Parkinson yang tidak merespons dengan konsumsi obat. Diyakini, prosedur tersebut bisa membantu mengurangi atau menghentikan terjadinya tremor, diskinesia, rigiditas, dan perbaikan kemampuan gerakan. 
  • Bedah dengan pisau gamma: dilakukan apabila pengidap tidak bisa menjalani bedah dengan metode DBS. Prosedur dilakukan sekitar 15 hingga 40 menit dengan berfokus pada sinar radiasi yang kuat pada area otak yang mengalami gangguan. 

Itu tadi beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit Parkinson pada lansia. Apapun pilihan pengobatannya, pastikan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter spesialis. Jika kamu harus melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat, booking lebih murah melalui aplikasi Halodoc. Caranya, kamu cukup download aplikasi Halodoc di ponselmu, lalu pilih rumah sakit yang ingin kamu kunjungi. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 

Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Want to Know About Parkinson’s Disease.
Patient. Diakses pada 2021. Parkinson’s Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Parkinson’s Disease.