• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pilihan Terapi untuk Mengobati Molluscum Contagiosum

Pilihan Terapi untuk Mengobati Molluscum Contagiosum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Namanya mungkin masih sangat asing, tetapi molluscum contagiosum adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena gejalanya cukup mengganggu. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, yang ditandai dengan munculnya bintil di kulit. Meski biasanya tidak terasa nyeri, bintil akibat molluscum contagiosum dapat menimbulkan rasa gatal.

Molluscum contagiosum adalah penyakit yang sebenarnya cukup mudah dikenali dan pada beberapa kasus tidak memerlukan pengobatan khusus. Bintil yang timbul akibat penyakit ini biasanya dapat hilang dalam waktu 6-12 bulan. Meski begitu, pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, molluscum contagiosum dapat berlangsung lama dan memerlukan pengobatan intensif.

Baca juga: Waspadai Penularan Molluscum Contagiosum

Ini Pilihan Pengobatan untuk Molluscum Contagiosum

Moluscum contagiosum sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam 6-12 bulan, terutama jika memiliki sistem imun yang baik. Namun, pada beberapa kasus, penyakit ini dapat berlangsung selama lebih dari 5 tahun. Jadi, sebaiknya bicarakan dengan dokter kulit di aplikasi Halodoc, jika kamu mengalami gejala penyakit ini, untuk meminta saran.

Dokter biasanya tidak menyarankan pengobatan pada pengidap yang masih anak-anak, karena bintil cenderung akan hilang dengan sendirinya. Selain itu, pengobatan bisa terasa menyakitkan bagi anak dan berpotensi menimbulkan kerusakan serta bekas luka di sekitar area bintil. Pada pengidap yang berusia dewasa, ada dua terapi yang bisa dilakukan oleh dokter kulit untuk mengobati molluscum contagiosum, yaitu:

  1. Terapi sinar laser, yaitu dengan membakar bintil menggunakan sinar laser.
  2. Krioterapi, yaitu membekukan bintil dengan menggunakan nitrogen cair.

Baca juga: Idap Molluscum Contagiosum, Waspadai Komplikasinya

Selain terapi, dokter juga biasanya menyarankan metode pengobatan lain untuk molluscum contagiosum, yaitu:

  • Mengolesi bintil dengan asam trikloroasetat, asam salisilat, atau tretinoin, baik dalam bentuk krim ataupun salep.
  • Kuret atau scraping, yaitu dengan mengikis bintil menggunakan alat medis khusus.
  • Diathermy, yaitu dengan menghancurkan bintil menggunakan energi panas, dengan terlebih dahulu diberikan bius lokal.

Pada pengidap molluscum contagiosum yang memiliki bintil besar atau cukup banyak, dokter biasanya akan mengulang prosedur tersebut tiap 3 atau 6 minggu sampai bintil hilang. Selama pengobatan, bintil yang baru masih bisa timbul, tapi biasanya akan hilang seluruhnya dalam 2-4 bulan setelah diobati. Perlu diingat bahwa pengidap masih dapat menularkan penyakit ini ke orang lain sampai bintil hilang sepenuhnya.

Apa yang Menyebabkan Molluscum Contagiosum?

Molluscum contagiosum disebabkan oleh virus yang bernama sama dengan penyakitnya. Seseorang dapat tertular virus ini jika bersentuhan langsung dengan kulit pengidapnya. Penularan juga dapat terjadi jika menyentuh atau menggunakan barang yang digunakan oleh pengidap, seperti pakaian atau handuk. 

Selain itu, molluscum contagiosum juga bisa menular melalui hubungan intim. Virus penyebab penyakit ini juga dapat menginfeksi area tubuh lain, ketika seseorang menggaruk bintil, kemudian menyentuh bagian tubuh lain. Akibatnya, akan muncul bintil baru di bagian tubuh yang disentuh.

Baca juga: Molluscum Contagiosum Akibat dari HPV, Benarkah?

Pada kebanyakan kasus, molluscum contagiosum menyerang orang dengan kekebalan tubuh lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, orang yang menjalani transplantasi organ tubuh, atau pasien pengobatan kanker. Penyakit ini juga lebih rentan terjadi pada orang dengan faktor risiko berikut:

  • Anak-anak usia 1-10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah tropis.
  • Pengidap dermatitis atopik.
  • Atlet olahraga yang melibatkan kontak tubuh, seperti sepakbola dan gulat.

Lalu, bisakah molluscum contagiosum dicegah? Sebenarnya, bisa, dengan cara berikut:

  • Jangan menyentuh, menggaruk, atau memencet bintil.
  • Rajin mencuci tangan, terutama jika tidak sengaja menyentuh bintil.
  • Selalu tutupi bintil dengan pakaian atau perban.
  • Hindari berbagi penggunaan barang pribadi, seperti pakaian, handuk, dan sisir.
  • Jangan berhubungan intim, terutama jika terdapat bintil yang tumbuh di kelamin atau area sekitarnya.

Dengan mengetahui cara penularan molluscum contagiosum, kamu memang dapat berupaya untuk mencegah penyakit tersebut. Namun, risiko tetap ada. Karena rentan menyerang orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, pastikan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh terjaga. 

Referensi:
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.
National Health Service. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Molluscum Contagiosum.