30 April 2018

Pillow Talk, Ritual Penting Setelah Berhubungan Intim

Pillow Talk, Ritual Penting Setelah Berhubungan Intim

Halodoc, Jakarta – Istilah “pillow talk” semakin mulai terkenal sejak penyanyi Zayn Malik menjadikannya sebagai  sebuah judul lagu. Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan pillow talk? Pillow talk adalah saat dimana kamu dan Si Dia bisa ngobrol-ngobrol santai sebelum tidur. Bila dari pagi sampai malam kamu dan pasangan sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing, maka saat menjelang tidur bisa dijadikan waktu yang tepat untuk berbincang. Momen mengobrol berdua di atas tempat tidur ini juga bisa menjadi cara untuk menambah keintiman, lho.

Manfaat Pillow Talk

Saling menceritakan tentang hal-hal positif sebelum tidur dipercaya dapat memberi banyak manfaat untuk keintiman pasangan. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 162 pasangan yang sudah menikah setidaknya selama 12 tahun di Oregon, Amerika Serikat. Hasil penelitan tersebut mendapati bahwa pasangan yang sering membicarakan cerita-cerita positif terlihat lebih mesra terhadap pasangannya. Mereka juga bisa tidur lebih lama dan tidak terlalu stres dibanding mereka yang jarang mengobrol sebelum tidur. Salah satu peneliti, Sarah Arpin dari Gonzaga University, Washington menjelaskan bahwa ketika kamu berbagi kabar baik dan membuat penerima informasi tersebut juga ikut bahagia, maka ini meningkatkan interaksi positif di antara keduanya.

Bila kegiatan ini dilakukan secara rutin, maka manfaat-manfaat tadi akan terakumulasi sehingga memberikan dampak yang lebih baik lagi yaitu mengurangi risiko penyakit terkait penuaan dini yang sering dipicu oleh kecemasan, kurang tidur, dan kurang gerak.

Apa Saja yang Dibicarakan Saat Pillow Talk?

Sarah mengatakan tidak masalah bila kamu dan pasangan hanya mengobrolkan hal-hal sepele seperti hal yang terjadi di kantor hari itu atau sekadar obrolan lucu di antara pasangan. Hindari membuka obrolan dengan hal-hal negatif, seperti tagihan biaya rumah tangga, persoalan anak atau masalah dengan orang lain, karena dapat memperburuk suasana. Selain itu, kamu dan pasangan juga perlu saling memberikan tanggapan positif agar keduanya sama-sama merasakan manfaat baiknya. Sebaliknya, bila ketika pasangan menceritakan sesuatu tapi kamu malah mengkritik atau bahkan memberi tanggapan yang negatif padanya, maka hal ini bisa menyebabkan dampak negatif pada hubungan.  Berikut beberapa ide topik pembicaraan saat pillow talk:

  • Kejadian lucu atau menarik di kantor.
  • Rencana liburan.
  • Kabar bahagia seperti teman yang sebentar lagi menikah, dan lain-lain.
  • Film terbaru.

Pillow Talk Sebaiknya Sebelum atau Setelah Bercinta?

Pillow talk bisa kamu lakukan baik sebelum maupun setelah bercinta. Bila dilakukan sebelum bercinta, pillow talk dapat dijadikan pengantar menuju foreplay. Membahas obrolan ringan dengan kepala di atas bantal bisa membuat suasana rileks, sehingga kamu tidak bakal merasa canggung untuk memeluk atau memulai foreplay lebih dahulu (Baca juga: 6 Manfaat Melakukan Foreplay Sebelum Berhubungan Intim). Sentuh suami di daerah yang mudah membuatnya terangsang, lalu tanggapi pembicaraannya dengan suara lembut. Kamu juga bisa menambah sensasi dengan menyelipkan dirty talk saat mengobrol. Ketika gairah suami bangkit, langsung ambil kesempatan untuk melanjutkannya ke sesi bercinta.

Pillow talk juga penting dilakukan setelah bercinta. Ritual ini merupakan salah satu syarat untuk kepuasan hubungan seksual. Amanda Denes, asisten Profesor Departemen Komunikasi Universitas Connecticut AS mengungkapkan ketika seseorang mengalami orgasme, akan terjadi perubahan fisiologis, yaitu lonjakan hormon cinta. Namun, lonjakan hormon cinta ini efeknya akan lebih maksimal bila pillow talk dilakukan.

Punya masalah seputar kehidupan seksual? Tanyakan saja langsung pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.