24 January 2019

Pneumonia “Kalahkan” Ronaldikin, Ronaldinho Asal Indonesia

Pneumonia “Kalahkan” Ronaldikin, Ronaldinho Asal Indonesia

Halodoc, Jakarta - Pecinta sepak bola mana sih yang enggak mengenal Ronaldinho, maestro sepak bola asal Brasil? Kehebatannya di lapangan hijau sukses membawa dirinya memperoleh sederet prestasi. Nah, omong-omong soal Ronaldinho ini, di Indonesia ada seseorang yang sosoknya hampir menyerupai sang maestro. Banyak orang memanggilnya dengan sebutan Ronaldikin.

Ronaldikin yang memiliki nama asli Sodikin, mulai dikenal publik sejak gelaran Piala Dunia 2010 lantaran wajahnya yang mirip dengan Ronaldinho. Karena kemiripannya itu, membuat dirinya terkenal sehingga mendapatkan banyak tawaran untuk tampil diberbagai stasiun televisi.

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Namun, pada Selasa (22/1), Sodikin menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan infeksi paru-paru atau pneumonia yang diidapnya. Infeksi paru-paru ini menyebabkan kantong udara dalam paru-paru meradang dan membengkak serta dipenuhi cairan atau nanah.

Mirip Influenza

Pneumonia lazim disederhanakan sebagai infeksi saluran paru-paru. Bakteri penyebabnya bisa beragam, tapi yang paling ditemui di Indonesia adalah Streptococcus pneumoniae. Nah, untuk mengenali gejala dari penyakit ini gampang-gampang susah. Dibilang mudah karena efeknya di badan mudah dirasakan. Misalnya, demam, sesak napas (bisa sampai 20–30 kali per menit), dan batuk yang diiringi lendir berwarna hijau atau warna karat.

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Sedangkan dibilang susah, lantaran kalau diperhatikan gejala-gejala tadi mirip sekali dengan ciri-ciri influenza. Pneumonia memang sering dipicu oleh penyakit flu yang tidak sembuh-sembuh. Makanya, banyak pengidap yang tidak menyadari kalau flu yang dideritanya, sebenarnya sudah masuk kategori pneumonia.

Gejala yang Tak Sama

Jangan kaget, negara kita berada di urutan ke-10 terbanyak untuk angka kematian pneumonia. Berdasarkan laporan rutin puskesmas pada tahun 2015, ditemukan sekitar 554.650 kasus pneumonia. Sedangkan tahun 2016 (hingga September), terdapat 289.246 kasus.

Kata ahli, gejala pneumonia amat bervariasi. Hal ini dipengaruhi berdasarkan tingkat keparahannya. Enggak cuma itu, keragaman gejala pneumonia juga dipengaruhi oleh jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Meski begitu, setidaknya ada beberapa gejala umum yang biasanya muncul pada pengidap pneumonia, seperti:

  • Demam.

  • Batuk kering atau batuk berdahak kental berwarna kuning maupun hijau.

  • Mual atau muntah.

  • Diare.

  • Berkeringat dan menggigil.

  • Napas terengah-engah dan pendek.

  • Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk.

Selain itu, ada gejala atau dampak pneumonia yang cukup jarang terjadi, tapi tetap bisa muncul, contohnya:

  • Kepala sakit

  • Lemas dan lelah

  • Mual dan muntah

  • Batuk disertai darah

  • Lemas dan lelah

  • Batuk disertai dengan darah.

Siapa yang Lebih Rentan?

Ingat, meski kebanyakan penyakit ini menyerang balita dan lansia, tapi semua orang bisa mengidap penyakit ini. Nah, berikut kategori yang rentan terhadap penyakit ini.

  • Bayi atau anak di bawah dua tahun.

  • Lansia di atas 65 tahun.

  • Pasien di rumah sakit, terutama mereka yang menggunakan ventilator.

  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis.

  • Perokok aktif dan pasif.

  • Mereka yang mengidap sistem imun yang rendah. Misalnya, pengidap penyakit autoimun atau orang yang sedang menjalankan kemoterapi.

Punya keluhan pada paru-paru atau saluran pernapasan? Kamu bisa lho bertanya kepada dokter ahli untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!