• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pneumonia Misterius di Argentina, Bagaimana Gejalanya?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pneumonia Misterius di Argentina, Bagaimana Gejalanya?

Pneumonia Misterius di Argentina, Bagaimana Gejalanya?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 September 2022

“Pneumonia misterius yang muncul di Argentina memiliki gejala yang terkesan mirip dengan COVID-19. Namun, gejala penyakit tersebut terjadi secara bertahap, selama dua sampai 10 hari pasca infeksi bakteri.”

Pneumonia Misterius di Argentina, Bagaimana Gejalanya?Pneumonia Misterius di Argentina, Bagaimana Gejalanya?

Halodoc, Jakarta – Belakangan ini kasus penularan COVID-19 memang sedang melandai, baik di Indonesia maupun di beberapa negara lain. Namun, baru-baru ini dunia kembali digemparkan dengan dilaporkannya kasus pneumonia misterius di Argentina. 

Pada Sabtu (3/9/2022), empat warga dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Pneumonia misterius ini telah dikaitkan dengan infeksi bakteri Legionella. Lantas, kira-kira bagaimana dengan gejala pneumonia misterius di Argentina tersebut? Yuk, simak informasinya di sini! 

Gejalanya Sekilas Mirip COVID-19

Saat wabah pertama kali ditemukan, dokter sempat menguji pasien dengan tes COVID-19 dan Hantavirus. Namun, hasilnya negatif. Mengutip dari salah satu media daring nasional, hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan kemudian menemukan penyebab penyakit ini. Di mana penyebabnya adalah bakteri Legionella yang dapat menimbulkan infeksi atau peradangan pada paru-paru.

Kebanyakan pasien legiuner (sebutan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Legionella) tertular melalui bakteri yang ada pada udara. Perlu diketahui bahwa bakteri ini dapat berkembang biak dalam sistem udara buatan, seperti pada pendingin ruangan (AC). 

Untuk infeksinya, pada kasus yang ringan, bakteri ini dapat menyebabkan demam Pontiac. Demam ini dapat bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Sementara itu, gejalanya dianggap mirip COVID-19 karena baik bakteri Legionella atau virus corona sama-sama menyerang pernapasan manusia. 

Beberapa Gejala Pneumonia Misterius 

Meski terkesan mirip dengan COVID-19, tapi pneumonia misterius di Argentina memiliki perbedaan gejala yang cukup signifikan dengan infeksi virus tersebut. Sebab, gejala dari pneumonia misterius umumnya muncul dua sampai 10 hari pasca terpapar bakteri, dan terjadi secara bertahap. Berikut adalah beberapa gejala dari pneumonia misterius di Argentina: 

  • Sakit kepala. 
  • Demam tinggi hingga 40 derajat Celsius. 
  • Batuk berdahak atau berdarah.
  • Nyeri otot.
  • Sakit dada.
  • Sesak napas.  
  • Mual, muntah, dan diare. 
  • kebingungan.

Bakteri Legionella memang diketahui menyerang organ paru-paru. Kendati demikian, bakteri ini juga dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya, seperti jantung. Bahkan, pada kasus yang lebih parah, infeksi bakteri tersebut juga dapat menyebabkan beberapa komplikasi fatal. Mulai dari syok septik, gagal napas, hingga gagal ginjal akut. 

Pernah Ada di Indonesia 

Dikutip dari salah satu media daring nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut, bahwa penyakit pneumonia misterius di Argentina pernah teridentifikasi di Indonesia pada 26 tahun silam. Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, penyakit tersebut ditemukan di beberapa kota Indonesia. 

Dirinya menjelaskan bahwa kasus penyakit tersebut pertama kali ditemukan di Bali pada tahun 1996 dan Karawaci Tangerang pada 1999 silam, diikuti dengan kota lainnya. Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Legionella ini menurutnya ditemukan pertama kali di Amerika Serikat pada 1976 silam. Perlu diketahui bahwa Kemenkes juga telah mengeluarkan Kepmenkes RI Nomor 1538/Menkes/SK/XI/2003 mengenai Standar Pengelolaan Spesimen Legionella. 

Itulah penjelasan mengenai gejala pneumonia misterius di Argentina yang baru-baru ini muncul. Sekilas, gejalanya dikabarkan memang terlihat mirip dengan COVID-19. Kendati demikian, pneumonia misterius di Argentina memiliki perbedaan gejala yang cukup signifikan dengan infeksi virus tersebut. 

Sebab, gejala dari pneumonia misterius umumnya muncul dua sampai 10 hari pasca terpapar bakteri, dan terjadi secara bertahap. Meski saat ini di Indonesia, kasus pneumonia misterius tersebut belum terdeteksi, tidak ada salahnya untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan dan sistem imunitas tubuh. 

Karena itu, pastikan untuk menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan konsumsi makanan sehat untuk memenuhi segala nutrisi penting. Selain itu, kamu juga dapat mengonsumsi suplemen kesehatan untuk memenuhi asupan nutrisi tersebut. 

Jika saat ini kamu membutuhkan suplemen, kamu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
CNN Indonesia. Diakses pada 2022. Gejala Pneumonia Misterius Argentina, Sekilas Mirip Covid-19. 
CNN Indonesia. Diakses pada 2022. Kemenkes Sebut Pneumonia Misterius Argentina Sudah Pernah Ada di RI. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Legionnaires’ disease. 
Infeksi Emerging.kemkes.go.id. Diakses pada 2022. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1538/MENKES/SK/XI/2003 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN SPESIMEN LEGIONELLA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA.