• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Asuh Permisif Bisa Sebabkan Anak Jadi Pemberontak

Pola Asuh Permisif Bisa Sebabkan Anak Jadi Pemberontak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Jadi orangtua memang serba salah. Terlalu keras dan mengatur salah, terlalu lembek pun salah. Dari banyaknya jenis pola asuh, ada salah satu yang rentan membuat anak jadi pemberontak, karena orangtua menerapkan pengasuhan yang “terlalu baik”. Cara pengasuhan itu adalah pola asuh permisif. 

Pola asuh permisif adalah cara pengasuhan yang tidak terlalu banyak menuntut anak-anaknya untuk begini dan begitu. Orangtua dengan pola asuh ini cenderung bersikap seperti teman dan sahabat untuk anak. Mereka akan bersikap santai dan tidak menerapkan aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi anak.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

Dampak Buruk Pola Asuh Permisif

Jika orangtua menerapkan pola asuh permisif, anak jadi tidak bisa belajar cara mengikuti aturan. Akibat pastinya, anak jadi tidak terbiasa bertanggung jawab dan disiplin. Terlebih, orangtua dengan pola asuh permisif biasanya akan mengikuti apapun yang diinginkan anak, sehingga anak tidak memiliki keteraturan dan kemampuan untuk mengenal batasan. 

Kontrol atas perilaku anak juga tidak jadi fokus bagi orangtua dengan pola asuh permisif. Orangtua jarang memberi hukuman jika anak melakukan kesalahan. Pada akhirnya, anak tumbuh jadi pribadi yang suka memberontak dan mendominasi. Anak juga bisa bertindak semaunya tanpa memikirkan konsekuensi atas perilakunya itu, baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain. 

Selain jadi pemberontak, pola asuh permisif juga dapat menimbulkan berbagai dampak buruk lain, seperti:

1. Anak Tidak Bisa Memahami Emosinya Sendiri

Karena anak dibiasakan untuk bebas berperilaku sesuai kehendaknya, ia jadi kurang bisa memahami berbagai emosinya sendiri. Hal ini akan merepotkan ketika anak beranjak dewasa, menghadapi berbagai permasalahan hidup, stres, dan kondisi sulit.

2. Anak Sulit Mengambil Keputusan

Sejak kecil, anak dengan pola asuh permisif tidak pernah terbentur dengan peraturan yang dibuat orangtuanya. Akibatnya, di usia dewasa nanti, anak jadi sulit dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah. 

3. Anak Tidak Bisa Mengatur Waktu

Lagi-lagi, dampak buruk pola asuh permisif datang dari tidak adanya aturan yang ditetapkan orangtua. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini tidak bisa mengatur waktu, dan cenderung memiliki kebiasaan buruk, seperti kecanduan main game atau menonton TV terlalu lama.

4. Anak Jadi Kurang Berprestasi

Orangtua dengan pola asuh permisif biasanya tidak punya ekspektasi apa-apa terhadap anaknya. Bahkan, target pun tak punya. Hal ini akan membuat anak terbiasa hidup santai dan tidak terpacu untuk berprestasi.

Baca juga: Hubungan Ayah dan Anak Renggang, Ibu Lakukan Ini

Bagaimana Mencegah Dampak Buruk Pola Asuh Permisif?

Sebenarnya, menerapkan pola asuh permisif itu tidak salah kok. Orangtua yang memilih cara pengasuhan seperti ini mungkin sangat menyayangi anaknya, dan ingin anaknya bahagia, bebas menentukan pilihan dan melakukan hal yang disukai. Namun, karena anak-anak belum tahu batasan aman, serta hal baik dan buruk, orangtua tetap perlu mengajarkannya. 

Jika memang kamu ingin menerapkan pola asuh permisif pada anak, boleh-boleh saja. Asalkan, lakukan juga beberapa trik berikut ini, untuk menghindari dampak buruk dari pola asuh permisif:

  • Tetep buat aturan di rumah. Meski sederhana, buatlah aturan kecil untuk membiasakan anak hidup terstruktur.
  • Beri pemahaman tentang konsekuensi. Anak perlu paham tentang konsekuensi, atas setiap perbuatannya. Dengan cara yang lembut, beri pemahaman pada anak tentang hal ini.
  • Apresiasi perilaku baik anak. Jika anak melakukan hal yang baik atau menuruti aturan kecil yang dibuat di rumah, berilah ia pujian dan hadiah sederhana. Ini juga dapat membuat mereka paham tentang konsekuensi.

Kemudian, secara perlahan beri anak pemahaman soal tanggung jawab. Dengan begitu, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang hebat ketika beranjak dewasa nanti. Jika kamu butuh saran pengasuhan, jangan ragu untuk bertanya pada psikolog anak di aplikasi Halodoc, yang siap bantu keluhanmu, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2020. What is Permissive Parenting?
Healthline. Diakses pada 2020. Permissive Parenting.
American Psychological Association. Parenting Styles.