• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Asuh yang Tepat Agar Remaja Lebih Terbuka

Pola Asuh yang Tepat Agar Remaja Lebih Terbuka

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pola Asuh yang Tepat Agar Remaja Lebih Terbuka

Halodoc, Jakarta - Mendidik anak yang mulai menginjak usia remaja memang tidak pernah menjadi perkara mudah. Anak mulai memiliki dunianya sendiri, ingin menghabiskan waktu lebih lama di luar rumah, bersosialisasi bersama teman untuk menemukan apa yang sebenarnya menjadi keinginan.

Sayangnya, tidak banyak orangtua yang memahami bahwa anak remaja butuh ruang, sehingga tak jarang terjadi perselisihan paham di antara ibu dan ayah serta anak. Orangtua masih memberi batasan keras pada anak, sedangkan kekangan pada anak justru membuat mereka merasa tidak dipercaya.

Akibatnya, anak menjadi kurang jujur dan menutup diri, tidak lagi terbuka pada orangtua. Mereka takut akan membuat ayah dan ibu marah karena tidak suka atau kurang setuju dengan apa yang mereka lakukan di luar bersama teman-teman. Lalu, bagaimana caranya agar anak mau memiliki sikap terbuka pada orangtua?

Pola Asuh yang Tepat agar Anak Lebih Terbuka pada Orangtua

Tidak heran jika menginjak usia remaja, anak justru lebih terbuka kepada teman dibandingkan dengan orangtuanya. Padahal, sebagai orangtua, sudah menjadi tugas ayah dan ibu untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati, termasuk menyadari masalah atau persoalan apa yang sedang mereka alami. 

Baca juga: Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Dipertimbangkan Orangtua

Untuk itulah, dibutuhkan pola asuh anak yang tepat agar anak mau lebih terbuka dan percaya bahwa orangtuanya adalah teman berbagi cerita yang paling baik dibandingkan dengan teman sebayanya. Beberapa tips berikut ini mungkin bisa dicoba:

Mulailah dengan Menjadi Pendengar yang Baik

Bagaimana ayah dan ibu bisa mendengar anak adalah kunci utama kedekatan orangtua dengan sang buah hati. Mendengar cerita anak akan membuat mereka merasa dihargai, dianggap ada, dan dipercaya. Jangan tergesa-gesa, usahakan selalu sisihkan waktu untuk mendengarkan apa saja yang terjadi pada anak, terlebih jika ibu dan ayah adalah orangtua pekerja. 

Baca juga: Pola Asuh yang Sesuai untuk Anak Remaja

Berusaha untuk Lebih Memahami Sang Buah Hati

Ibu dan ayah perlu tahu bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, termasuk kebiasaan berbicara. Mungkin, anak lebih nyaman bercerita ketika makan bersama, sepulang sekolah, atau ketika sedang memiliki waktu luang. Memahami kebiasaan anak akan membuat mereka lebih nyaman berbagi, karena remaja cenderung tidak suka jika kebiasaan atau kenyamanan mereka diubah, meski oleh orangtua.

Berikan Saran dan Nasihat

Ini tetap menjadi hal yang penting dilakukan. Anak tetap membutuhkan saran dan nasihat dari orangtuanya, terlebih jika mereka sedang berada pada pilihan atau masalah yang sulit untuk dipecahkan sendiri. Namun, hindari komunikasi yang terkesan menghakimi dan menyalahkan, sebisa mungkin posisikan ibu dan ayah sebagai teman, agar anak tetap nyaman. 

Memang, tidak pernah mudah menyelami kehidupan remaja, terlebih di era modern yang serba canggih dan tentu saja sangat berbeda dengan zaman ketika ayah dan ibu seusia mereka dulu. Sudah pasti, dibutuhkan kesabaran yang luar biasa untuk bisa memahami anak, agar anak bisa lebih terbuka terhadap orangtuanya, tak lagi menutup diri, dan selalu ingin berbagi apa pun yang ia alami. 

Baca juga: Pola Pengasuhan Anak yang Tepat untuk Balita

Jika ibu merasa butuh bantuan, segera saja chat psikolog melalui aplikasi Halodoc. Jadi, ibu tidak perlu lagi bingung bagaimana menghadapi remaja yang tidak terbuka pada orangtua, psikolog di Halodoc akan membantu ibu mendapatkan solusi terbaik. 

Referensi: 
Child Mind Institute. Diakses pada 2020. Tips for Communicating with Your Teen.
Empowering Parents. Diakses pada 2020. 5 Secrets Communicating with Your Teenager.
WebMD. Diakses pada 2020. 5 Mistakes Parents Make with Teens and Tweens.