• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Hidup Sehat untuk Ibu Hamil yang Alami Hipertensi

Pola Hidup Sehat untuk Ibu Hamil yang Alami Hipertensi

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi ketika angka tekanan darah di atas 130/80 mmHg. Pada ibu hamil, tekanan darah tinggi disebut dengan preeklampsia. Jika dikelola dengan baik, tekanan darah tinggi selama kehamilan tidak selalu berbahaya. Namun, terkadang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah bagi ibu dan bayi yang sedang berkembang. 

Ibu hamil yang mengalami preeklampsia harus mendapatkan perhatian lebih dari dokter dan menjalani pola hidup sehat supaya terhindar dari komplikasi. Berikut pola hidup sehat yang dianjurkan untuk bumil yang mengidap preeklampsia. 

Baca juga: Waspada 4 Jenis Hipertensi pada Ibu Hamil

Pola Hidup Sehat untuk Bumil Pengidap Hipertensi

Preeklampsia dapat mengancam nyawa ibu maupun bayi yang sedang dikandung. Namun, dengan pola hidup sehat di bawah ini, komplikasinya bisa dihindari:

  • Rutin memeriksakan diri. Pastikan ibu rutin memeriksakan kandungan supaya preeklampsia dapat dipantau dengan baik oleh dokter. 
  • Minum obat tekanan darah sesuai resep dokter. Dokter biasanya akan meresepkan obat teraman dengan dosis yang paling tepat untuk mengelola tekanan darah. Jadi, pastikan ibu mengonsumsi obatnya secara teratur sesuai yang dianjurkan oleh dokter. 
  • Tetap aktif. Faktor risiko umum tekanan darah tinggi, seperti obesitas, bisa diminimalkan melalui pola makan dan olahraga. Meski begitu, olahraga yang dianjurkan biasanya masih dalam kategori ringan. Tanyakan pada dokter jenis olahraga apa saja yang aman untuk ibu lakukan. 
  • Konsumsi makan sehat. Ibu juga wajib mengonsumsi makanan sehat dan bergizi selama kehamilan. Biasanya, pengidap hipertensi dianjurkan untuk mengurangi asupan garam, tapi beda halnya untuk bumil. Garam penting selama kehamilan dan biasanya tidak diperlukan untuk membatasi asupan garam, bahkan untuk bumil yang mengalami tekanan darah tinggi. Membatasi garam terlalu banyak justru bisa berbahaya bagi bumil dan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, tanyakan lebih lanjut seputar hal ini dengan dokter untuk memastikan keamanannya.
  • Ketahui apa yang dilarang. Hindari merokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang. Zat-zat ini diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan komplikasi lain selama kehamilan. Ibu juga harus mencari tahu makanan apa saja yang sebaiknya dikurangi atau tidak dikonsumsi selama kehamilan. 
  • Kelola stres. Kehamilan menyebabkan pergeseran hormon serta perubahan psikologis dan fisik. Hal ini dapat menimbulkan stres yang dapat membuat tekanan darah tinggi lebih sulit untuk dikelola. Cobalah teknik untuk mengurangi stres seperti yoga dan meditasi.

Baca juga: Bumil, Ketahui 6 Pengaruh Hipertensi Terhadap Janin

Jika ibu punya pertanyaan seputar preeklampsia, hubungi dokter kandungan lewat aplikasi Halodoc saja. Tidak perlu repot ke rumah sakit, ibu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Faktor Penyebab Preeklampsia

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Faktor-faktornya dapat meliputi:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Kurang beraktivitas.
  • Merokok.
  • Minum alkohol.
  • Kehamilan pertama kali.
  • Riwayat keluarga hipertensi terkait kehamilan.
  • Hamil kembar.
  • Hamil di usia lebih dari 35 tahun.
  • Menjalani in vitro fertilization atau IVF.
  • Mengidap diabetes atau penyakit autoimun tertentu.

Selain mengetahui faktor pemicunya, ibu juga wajib mengetahui gejala-gejala preeklampsia supaya lebih waspada. Preeklampsia umumnya ditandai dengan sakit kepala, kehilangan penglihatan sementara, penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya, nyeri perut bagian atas, mual atau muntah dan berkurangnya intensitas BAK. 

Baca juga: Pentingnya Tes USG Saat Hamil

Penambahan berat badan dan pembengkakan yang tiba-tiba (edema), terutama di wajah dan tangan juga sering menyertai preeklampsia. Namun, kondisi ini juga sering terjadi pada banyak kehamilan normal. Jadi, penambahan berat badan dan pembengkakan tidak dianggap sebagai tanda utama preeklampsia. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pregnancy week by week.
Healthline. Diakses pada 2020. High Blood Pressure During Pregnancy.