• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Gastroenteritis pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Gastroenteritis pada Anak

Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Gastroenteritis pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 27 Agustus 2021
Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Gastroenteritis pada Anak

“Gastroenteritis pada anak dapat membuat ibu khawatir, karena Si Kecil jadi mengalami diare dan muntah. Gastroenteritis disebabkan oleh virus, sehingga upaya pencegahan utama yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan dan sanitasi tetap baik, dan rutin mencuci tangan.”

Halodoc, Jakarta – Apakah Si Kecil sedang mengalami diare dan muntah? Bisa jadi itu gejala gastroenteritis. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus bernama rotavirus dan adenovirus. Namun, pada beberapa kasus, bisa juga disebabkan oleh banyak jenis virus lain. 

Karena banyak virus yang dapat menyebabkan kondisi ini, Si Kecil bisa bisa terkena gastro lebih dari satu kali. Terkadang bakteri dapat menyebabkan gastroenteritis, tetapi ini jauh lebih jarang terjadi. Lantas, bagaimana cara mencegah gastroenteritis pada anak? Berikut ini pembahasannya.

Baca juga: Pola Makan yang Dapat Sebabkan Gastroenteritis

Tips Mencegah Gastroenteritis pada Anak

Anak dapat tertular virus penyebab gastroenteritis ketika menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi tinja atau muntahan orang yang terinfeksi, dan mereka meletakkan tangan mereka di mulut mereka. Virus ini mudah menyebar di rumah, tempat penitipan anak, taman kanak-kanak dan sekolah.

Memperbaiki sanitasi dan kualitas air penting untuk mengurangi risiko gastroenteritis. Sebuah tinjauan Cochrane, seperti dilansir dari laman American Family Physician, menemukan bahwa metode pemurnian air di tempat penggunaan, khususnya penggunaan filter keramik dan biosand, mengurangi kejadian diare. 

Jadi, penting untuk memerhatikan sanitasi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah gastroenteritis, seperti:

  1. Mencuci Tangan

Mencuci tangan dianjurkan sebagai cara utama untuk mencegah gastroenteritis. Sebuah studi meta-analisis pada 2008 dari 30 penelitian, yang dipublikasikan di American Journal of Public Health, menunjukkan bahwa kampanye cuci tangan mengurangi kejadian infeksi gastrointestinal sebesar 30 persen. 

Tidak ada bukti bahwa sabun antibakteri bekerja lebih baik daripada sabun nonantibakteri. Jadi, yang terpenting adalah mencuci tangan dengan air dan sabun apapun. Penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol juga bisa menjadi pilihan, untuk mencegah gastroenteritis di tempat penitipan anak, atau ketika cuci tangan tidak memungkinkan.

Baca juga: 7 Makanan Pantangan Bagi Pengidap Gastroenteritis

  1. Mendapatkan Vaksinasi

Sebelum tersedianya vaksin rotavirus, hampir semua anak di seluruh dunia mengalami infeksi rotavirus pada usia tiga sampai lima tahun. Namun, tingkat infeksi rotavirus telah berkurang secara nyata dengan penggunaan vaksin.

Studi pasca pemasaran di Meksiko dan Brasil pada 2011 yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa vaksin mencegah 80.000 rawat inap dan 1.300 kematian akibat diare per tahun. 

Jadi, semua anak harus menerima vaksin rotavirus, yang dapat dimulai antara enam dan 15 minggu kehidupan, untuk mengurangi risiko gastroenteritis parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi rotavirus.

Interval pemberian dosis minimal adalah empat minggu, dan semua vaksin harus diberikan pada usia delapan bulan. Bayi prematur harus divaksinasi menggunakan jadwal rutin.

  1. Pemberian ASI Eksklusif

Studi pada 2010 yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics, menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan pemberian ASI parsial setelahnya dikaitkan dengan tingkat gastroenteritis akut yang lebih rendah pada tahun pertama kehidupan, dan penurunan tingkat rawat inap akibat penyakit diare. 

Banyak penelitian telah difokuskan pada sifat imunologi dalam ASI. Antibodi dalam ASI menawarkan sebagian kecil dari perlindungan kekebalan bayi, dengan mikrobioma usus, prebiotik, probiotik, kekebalan mukosa, nukleotida, dan oligosakarida memiliki peran yang lebih besar. 

Faktor pertumbuhan epidermis dalam ASI menginduksi pematangan epitel usus, imunoglobulin A, dan oligosakarida, yang mencegah perlekatan patogen, dan laktoferin dalam ASI menawarkan sifat antimikroba. 

Baca juga: Sakit Perut Bagian Tengah Bisa Jadi Gejala Gastroenteritis

Selain berbagai tips tadi, penting juga bagi ibu untuk memerhatikan asupan makan Si Kecil. Pastikan Si Kecil mengonsumsi makanan bergizi sembang, yang diolah dengan bersih. Jadi, jangan lupa untuk mencuci tangan ketika menyiapkan makanan untuk anak, ya.

Bila Si Kecil mengalami gejala gastroenteritis, seperti diare dan muntah, ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter. Selain meresepkan obat yang diperlukan, dokter biasanya juga akan memberi tips perawatan rumahan yang bisa membantu.

Referensi:
American Journal of Public Health. Diakses pada 2021. Effect of Hand Hygiene on Infectious Disease Risk in The Community Setting: a Meta-Analysis. 
The New England Journal of Medicine. Diakses pada 2021. Intussusception Risk and Health Benefits of Rotavirus Vaccination in Mexico and Brazil.
Pediatrics. Diakses pada 2021. Prolonged and Exclusive Breastfeeding Reduces The Risk of Infectious Diseases in Infancy.
American Family Physician. Diakses pada 2021. Gastroenteritis in Children.
Kids Health. Diakses pada 2021. Gastroenteritis In Children.
Raising Children. Diakses pada 2021. Gastroenteritis.