• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hiperparatiroidisme

Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Hiperparatiroidisme

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Hiperparatiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar paratiroid menghasilkan terlalu banyak hormon paratiroid. Tergantung pada kondisi pengidap, hiperparatiroidisme mungkin tidak selalu membutuhkan pengobatan. Namun, pengidap hiperparatiroidisme perlu menerapkan pola hidup sehat untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Hormon tiroid adalah hormon yang memiliki peran penting untuk membantu menjaga keseimbangan kalsium dalam aliran darah dan jaringan yang bergantung pada kalsium agar dapat berfungsi dengan baik. Namun, kadar hormon tiroid yang berlebihan juga tidak baik yang dapat menyebabkan seseorang mengalami hiperparatiroidisme. 

Ada dua jenis hiperparatirodisme, yaitu hiperparatiroidisme primer dan sekunder. Hiperparatiroidisme primer terjadi ketika ada satu atau lebih kelenjar paratiroid yang mengalami pembesaran, sehingga menyebabkan kelenjar tersebut menghasilkan produksi hormon berlebihan. Akibatnya, kadar kalsium dalam darah akan meningkat yang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. 

Baca juga: Faktor yang Sebabkan Hiperparatiroidisme

Sedangkan hiperparatiroidisme, terjadi karena ada penyakit lain yang menyebabkan kadar kalsium dalam tubuh rendah. Akibatnya, kelenjar paratiroid harus bekerja keras untuk mengimbangi hilangnya kalsium. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan produksi hormon paratiroid berlebihan.

Pola Hidup Sehat untuk Atasi Hiperparatiroidisme

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu yang mengalami hiperparatiroidisme mungkin tidak perlu mendapatkan pengobatan bila kondisi berikut ini:

  • Kadar kalsium kamu hanya sedikit meningkat.

  • Kepadatan tulang normal atau hanya sedikit di bawah normal.

  • Ginjal masih bekerja secara normal dan kamu tidak memiliki batu ginjal.

  • Kamu tidak memiliki gejala lain yang perlu diatasi oleh obat-obatan.

Alih-alih memberikan pengobatan, dokter mungkin hanya akan memantau kondisi kamu secara berkala dan menganjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat berikut untuk mencegah komplikasi:

  • Perhatikan Kadar Kalsium dan Vitamin D yang Kamu Dapatkan Dalam Makanan

Orang yang mengalami hiperparatiroidisme tidak dianjurkan untuk membatasi asupan kalsium dari makanan. Kekurangan kalsium dari makanan lebih cenderung menyebabkan hilangnya kalsium dari tulang kamu yang menyebabkan tulang rapuh. Namun, kamu juga harus menghindari diet tinggi kalsium.

Jumlah kalsium harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 19–50 tahun dan pria berusia 51–70 tahun adalah 1000 miligram (mg) kalsium per hari. Rekomendasi kalsium meningkat menjadi 1200 miligram sehari untuk wanita berusia 51 tahun ke atas dan pria berusia 71 tahun ke atas.

Sedangkan jumlah vitamin D yang direkomendasikan setiap hari adalah 600 unit internasional (IU) untuk orang berusia 1–70 tahun dan 800 IU per hari untuk orang tua berusia 71 tahun ke atas. Bicarakanlah pada dokter mengenai pedoman diet yang sesuai untuk kamu.

Baca juga: Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Sebabkan Hiperparatiroidisme?

  • Minum Banyak Cairan

Minumlah cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Kamu sebaiknya minum air putih yang dapat membersihkan urine dan untuk mengurangi risiko batu ginjal.

  • Berolahraga Secara Teratur

Berolahraga secara teratur, termasuk latihan kekuatan, dapat membantu mempertahankan tulang yang kuat. Bicarakanlah pada dokter mengenai jenis olahraga apa yang cocok untuk kondisi kamu. Sekarang, berbicara dengan dokter sudah semakin mudah dengan adanya aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

  • Hindari Merokok

Merokok dapat meningkatkan keropos tulang serta meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan serius. Bicarakanlah kepada dokter mengenai cara terbaik untuk berhenti merokok.

  • Hindari Mengonsumsi Obat Penambah Kalsium

Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa diuretik dan litium, dapat meningkatkan kadar kalsium yang dapat berbahaya bagi pengidap hiperparatiroidisme primer. Jadi, bila kamu menggunakan obat tersebut, tanyakan pada dokter apakah ada alternatif obat yang lebih sesuai untuk kondisimu.

Baca juga: Terjadi di Usia Muda, Ini Gejala Awal dari Hiperparatiroidisme

Itulah pola hidup sehat yang perlu dijalani oleh pengidap hiperparatiroidisme. Jangan lupa, download aplikasi Halodoc juga ya di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatan kamu setiap hari.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hyperparathyroidism.
NHS. Diakses pada 2020. Hyperparathyroidism.