Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Ileus Paralitik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Ileus Paralitik

Halodoc, Jakarta – Ileus adalah istilah medis untuk kurangnya gerakan di suatu tempat di usus yang mengarah pada penumpukan dan potensi penyumbatan bahan makanan. Ileus dapat menyebabkan obstruksi usus. Ini berarti tidak ada bahan makanan, gas, atau cairan yang bisa melewatinya.

Ileus adalah masalah serius. Namun, orang sering tidak tahu bahwa makanan menumpuk di usus mereka dan terus makan. Ini mendorong semakin banyak material menuju penumpukan. Mengonsumsi makanan berserat, tekstur lembut, dan mudah dicerna adalah pola hidup sehat yang disarankan. Ingin tahu pola makan terbaik untuk pengidap ileus paralitik? Baca di sini ya!

Kombinasi Makanan Sehat

Pengidap ileus paralitik disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dengan tujuan mengurangi mual, diare, dan gas di usus yang dapat menyebabkan sakit perut dan ketidaknyamanan. 

Baca juga: Cegah Ileus Paralitik dengan Cara Ini

Makanan yang disarankan untuk dimakan adalah ayam, ikan, potongan daging sapi yang lembut, daging giling, telur, mentega kacang, dan tahu. Sedangkan yang dihindari adalah daging keras, daging dengan selongsong (sosis), makanan dengan rempah-rempah utuh, kerang, dan kacang-kacangan.

Sayuran sangat direkomendasikan, tetapi harus matang atau jus sayuran. Jangan makan sayuran mentah, tumisan, dan asinan. Selain memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, ada baiknya ketika dalam proses penyembuhan dari ileus paralitik, kamu menghindari makanan yang dapat menyebabkan gas, kembung, atau sakit perut.

Jangan makan terburu-buru. Potong makanan menjadi potongan-potongan kecil. Kunyah setiap gigitan dengan konsistensi yang pas. Kemudian minumlah setidaknya 6–8 gelas cairan per hari. Cairan meliputi  air, kopi, teh, jus, susu, es loli, sup, agar-agar, puding, es krim, serbat, dan yogurt. Selain itu, pilihlah minuman bebas kafein lebih sering, terutama jika sedang mengalami diare atau mulas.

Baca juga: Benarkah Ileus Paralitik Hanya Dapat Diatasi dengan Operasi?

Penyebab dan Pengobatan Ileus Paralitik

Ileus biasa terjadi setelah operasi karena orang sering diberi resep obat yang dapat memperlambat pergerakan usus. Ini adalah jenis ileus paralitik. Dalam hal ini, usus tidak terhalang. Sebaliknya, itu tidak bergerak dengan benar.

Hasilnya adalah sedikit atau tidak ada pergerakan makanan yang dicerna melalui usus. Contoh obat-obatan yang dapat menyebabkan ileus paralitik meliputi:

  1. Hydromorphone (Dilaudid);

  2. Morfin;

  3. Oksikodon; dan

  4. Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline dan imipramine (Tofranil).

Namun, ada beberapa penyebab lain dari ileus. Ini termasuk:

  1. Kanker usus;

  2. Penyakit crohn, yang menyebabkan dinding usus menjadi lebih tebal karena peradangan autoimun;

  3. Divertikulitis; dan

  4. Penyakit parkinson, yang memengaruhi otot dan saraf di usus.

Tanpa perawatan, ileus dapat melubangi atau merobek usus. Ini menyebabkan isi usus  yang memiliki tingkat bakteri tinggi bocor ke area rongga tubuh dan bisa mematikan. Jika ileus terjadi, penting untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin.

Perawatan untuk ileus paralitik dimulai dengan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Jika obat adalah penyebabnya, dokter mungkin dapat meresepkan obat lain untuk merangsang motilitas (pergerakan usus). Contohnya, metoclopramide (Reglan).

Menghentikan obat-obatan yang menyebabkan ileus, juga dapat membantu. Pengobatan tanpa pembedahan dimungkinkan selama tahap awal ileus paralitik. Namun, kamu mungkin masih memerlukan rawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan cairan yang tepat sampai masalah teratasi sepenuhnya.

Baca juga: Waspada 5 Komplikasi Akibat Ileus Paralitik

Dokter juga dapat menggunakan tabung nasogastrik dengan pengisapan, selain memberikan hidrasi cairan intravena. Dikenal sebagai dekompresi nasogastrik, prosedur ini membutuhkan tabung untuk dimasukkan ke dalam rongga hidung untuk mencapai perut.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai penerapan pola hidup sehat untuk pengidap ileus paralitik, tanyakan ke Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi: 

Medical News Today (2019). What to know about ileus

Cleveland Clinic Journal of Medicine (2019). Current therapies to shorten postoperative ileus

Merck Manual Professional Version (2019). Ileus