Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Supraventricular Tachycardia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Supraventricular Tachycardia

Halodoc, Jakarta – Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital. Dengan begitu, kesehatan jantung sebaiknya dijaga agar terhindar dari berbagai macam gangguan jantung. Ada beberapa gejala yang dapat kamu alami ketika jantung kamu terganggu, salah satu yang paling umum adalah nyeri dada.

Baca juga: 6 Tanda SVT pada Anak yang perlu Dipahami

Nyeri dada yang disertai dengan pusing, rasa lelah yang berlebihan, mual hingga pingsan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung seperti supraventricular tachycardia. Supraventricular tachycardia adalah kondisi dimana jantung kamu berdetak sangat cepat. Yuk, ketahui penyebab dan pencegahan kondisi supraventricular tachycardia!

Ketahui Gejala Supraventricular Tachycardia

Supraventricular tachycardia adalah gangguan pada jantung ketika jantung mengalami gangguan pada irama jantung. Pengidap supraventricular tachycardia memiliki detak jantung lebih cepat dari orang normal pada umumnya. Kondisi ini biasanya disebabkan impuls listrik pada serambi jantung atau atrium yang tidak berjalan dengan normal.

Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja dalam usia berapapun. Meskipun sebagian besar pengidap supraventricular tachycardia hanya mengalami sekali kondisi ini, kondisi ini menyebabkan gejala yang timbul secara terus menerus. Apalagi jika sebelumnya pengidap supraventricular tachycardia memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain detak jantung yang bergerak lebih cepat daripada orang normal pada umumnya, ada beberapa gejala lain yang menjadi tanda dari penyakit ini, seperti pusing atau pening, muncul keringat berlebihan, nadi di leher terasa berdenyut kencang, nyeri dada, sesak napas, merasa kelelahan, dan denyut jantung bisa mencapai 140 hingga 250 per menit.

Tidak ada salahnya untuk memeriksa kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami beberapa gejala dari penyakit supraventricular tachycardia.

Baca juga: Kenali 9 Gejala Supraventricular Tachycardia yang Perlu Diwaspadai

Detak jantung yang berlangsung lebih cepat juga bisa menjadi gejala dari penyakit lainnya, kenali perubahan detak jantung yang diakibatkan supraventricular tachycardia:

  1. Perubahan detak jantung terjadi dan berhenti dengan cepat;

  2. Biasanya, jika disebabkan supraventricular tachycardia, perubahan detak jantung akan terjadi beberapa kali perhari atau minimal satu kali dalam satu tahun;

  3. Biasanya perubahan detak jantung akan berlangsung selama beberapa menit;

  4. Umumnya, pengidap supraventricular tachycardia akan memiliki usia pada rentang 25 hingga 40 tahun.

Beberapa faktor lainnya juga meningkatkan seseorang mengalami kondisi ini, seperti kesehatan dengan riwayat penyakit jantung, kelelahan fisik, dan mengalami stres yang cukup tinggi. Seseorang yang mengonsumsi obat atau suplemen kesehatan tertentu juga berisiko mengalami kondisi ini.

Pola Hidup Sehat dapat Hindari Penyakit Supraventricular Tachycardia

Selain pengobatan, supraventricular tachycardia dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat. Sebaiknya hindari pengonsumsian alkohol atau kebiasaan merokok karena dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan, salah satunya adalah gangguan pada jantung.

Tingkat stres juga menjadi salah satu penyebab supraventricular tachycardia. Tidak ada salahnya untuk meluangkan diri untuk beristirahat dan melepaskan segala stress yang kamu rasakan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stres, salah satunya olahraga. Sebaiknya lakukan olahraga yang kamu sukai karena selain dapat menyehatkan jantung, kamu juga terhindar dari beberapa gangguan kesehatan lainnya seperti obesitas.

Baca juga: 6 Fakta tentang Aritmia pada Pria

Menjalani pola hidup sehat artinya kamu mampu menjalankan pola makan yang sehat. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah agar kesehatan jantung tetap terjaga dan hindari makanan yang meningkatkan kolesterol maupun tekanan darah. Faktanya, tekanan darah dan kolesterol yang terkendali dapat membantu kamu terhindar dari penyakit ini.

Referensi:
MayoClinic (diakses pada 2019). Supraventricular Tachycardia
NHS (diakses pada 2019). Supraventricular Tachycardia
Emedicinehealth (diakses pada 2019). Supraventricular Tachycardia