Pola Makan Sehat untuk Mencegah Obstruksi Usus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Obstruksi Usus, pasokan darah

Halodoc, Jakarta - Obstruksi usus yang dialami, biasa saja dialami oleh sebagian usus, bahkan secara keseluruhan. Pada pengidap sebagian obstruksi usus, makanan masih bisa melewati usus, walau hanya sedikit. Sedangkan pada keseluruhan, makanan sudah tidak bisa sama sekali melewati usus. Jika kondisi ini dibiarkan, akan menimbulkan tekanan yang akan menyebabkan bocornya usus. Nah, jika hal ini terjadi akan membahayakan nyawa pengidapnya.

Baca juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari Ketika Terkena Obstruksi Usus

Obstruksi Usus, Kerusakan Berbahaya pada Usus

Obstruksi usus merupakan penyumbatan yang terjadi di dalam usus, baik usus halus maupun usus besar. Obstruksi usus sendiri dapat menimbulkan gangguan penyerapan makanan atau cairan, di dalam saluran pencernaan. Nah, jika kondisi ini tidak segera ditangani, bagian usus yang mengalami sumbatan akan mati secara fungsi dan akan menyebabkan komplikasi serius pada pengidapnya.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Obstruksi Usus

Gejala umum yang timbul pada pengidap obstruksi usus, antara lain tidak bisa buang air besar, nyeri perut yang terjadi secara hilang dan timbul, perut kembung, mual dan muntah-muntah, serta tidak bisa buang angin. Semakin berat obstruksi usus yang terjadi, maka akan semakin hebat juga nyeri perut yang dialami oleh pengidapnya.

Baca juga: Penyebab Obstruksi Usus Dapat Terjadi pada Bayi Baru Lahir

Berikut Penyebab dan Faktor Risiko Terjadinya Obstruksi Usus

Obstruksi usus dibagi menjadi dua jenis berdasarkan faktor penyebabnya, yaitu:

  • Obstruksi Usus Mekanik

Obstruksi usus mekanik akan terjadi ketika usus kecil tersumbat. Hal ini dipicu oleh perlengketan usus yang biasanya muncul setelah operasi perut atau panggul. Selain itu, beberapa faktor yang bisa jadi penyebab kondisi ini, yaitu adanya radang usus, hernia yang menyebabkan usus menonjol ke dinding perut, mengidap batu empedu, tertelannya benda asing, usus yang melipat ke dalam, adanya penumpukan feses pada usus, serta adanya penyempitan usus besar karena peradangan atau penumpukan jaringan parut.

  • Obstruksi Usus Non-Mekanik

Obstruksi usus non-mekanik bisa terjadi ketika adanya gangguan kontraksi pada usus besar dan usus kecil. Gangguan tersebut dapat terjadi sementara, bahkan jangka panjang. Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti adanya gangguan elektrolit, bekas operasi pada daerah perut atau panggung, adanya peradangan pada lambung dan usus, radang usus buntu, adanya gangguan saraf, serta kurangnya jumlah hormon tiroid pada seseorang.

Pola Makan Sehat untuk Mencegah Obstruksi Usus

Untuk menghindari terjadinya kondisi ini, kamu bisa menerapkan pola makan sehat dengan menghindari beberapa hal berikut:

  1. Hindari konsumsi kafein.

  2. Hindari makanan dengan serat tinggi, seperti gandum, kacang-kacangan, serta sereal.

  3. Hindari konsumsi daging kering.

  4. Hindari konsumsi buah-buahan dengan kadar air yang rendah.

  5. Hindari konsumsi minuman beralkohol.

  6. Hindari konsumsi makanan berlemak guna menghindari risiko terjadinya kanker usus.

  7. Hindari kebiasaan mengangkat benda berat guna mencegah terjadinya hernia.

Baca juga: Ini Tindakan Medis untuk Menangani Obstruksi Usus

Bila tidak ditangani dengan segera, obstruksi usus dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan nyawa, salah satunya adalah kematian jaringan usus akibat terhentinya pasokan darah. Jika kamu sudah melakukan langkah awal pencegahan namun gejala belum juga hilang, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!