• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Makan Sehat untuk Mencegah Terjadinya Tifus

Pola Makan Sehat untuk Mencegah Terjadinya Tifus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pola Makan Sehat untuk Mencegah Terjadinya Tifus

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mengalami gejala penyakit seperti demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, dan diare atau sembelit? Apalagi jika gejala ini terjadi beberapa hari setelah kamu makan makanan yang kurang bersih, maka kemungkinan besar kamu mengidap tifus

Tifus atau demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini bisa menyerang tubuh manusia akibat memakan makanan atau minum minuman apa pun yang telah disentuh oleh pasien yang terinfeksi tifus. Selain itu, penyakit ini bisa juga terjadi karena seseorang tidak menjaga kebersihan dengan baik. Orang yang terinfeksi akan membawa bakteri di saluran usus dan darahnya dan kemudian tubuh akan mengalami gejala seperti yang disebutkan sebelumnya.

Baca juga: Diagnosis Penyakit Tifus dengan Tes Mikrobiologi, Ini Penjelasannya


Pahami Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Tifus

Tifus terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhi. Meskipun terkait, Salmonella typhi dan bakteri yang bertanggung jawab atas salmonellosis, infeksi usus serius lainnya, tidaklah sama. Bakteri penyebab demam tifoid menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan terkadang melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi.

Di negara berkembang tempat tifus menjadi penyakit endemik, kebanyakan kasus disebabkan oleh air minum yang terkontaminasi dan sanitasi yang buruk. Sementara di negara industri, seseorang terkena tifus akibat bepergian ke negara dengan kasus tifus yang tinggi dan kemudian menyebarkannya ke orang lain melalui jalur fecal-oral. Artinya, Salmonella typhi ditularkan melalui tinja dan terkadang dalam urine orang yang terinfeksi. Kamu bisa tertular infeksi jika makan makanan yang dibuat oleh pengidap tifus yang belum cuci tangan setelah ke toilet. 

Demam tifoid atau tifus tetap menjadi ancaman serius di seluruh dunia, terutama di negara berkembang. Kondisi ini memengaruhi sekitar 26 juta orang atau lebih setiap tahun. Penyakit ini menyebar (endemik) di India, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan dan banyak daerah lainnya. Risiko pun semakin tinggi apabila: 

  • Bekerja di atau bepergian ke daerah tifus terjadi (endemik).
  • Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis yang menangani bakteri Salmonella typhi.
  • Melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi atau baru saja terinfeksi tifus.
  • Minum air yang terkontaminasi limbah yang mengandung Salmonella typhi.

Baca juga: Berapa Lama Penyembuhan Total Penyakit Tifus?


Lantas, Pola Makan Sehat Seperti Apa yang Disarankan untuk Cegah Tifus?

Meski vaksin telah tersedia untuk mencegah tifus, cara paling ampuh untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menjaga pola makan sehat. Cara makan sehat tersebut, antara lain: 

  • Cuci Tangan. Sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun adalah cara terbaik untuk mengendalikan infeksi. Cuci sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet. Bawalah pembersih tangan berbahan dasar alkohol saat air tidak tersedia.
  • Hindari Minum Air Mentah. Air minum yang terkontaminasi merupakan masalah khusus di daerah endemik tifus. Oleh karena itu, minumlah hanya air kemasan atau minuman kaleng atau minuman berkarbonasi dalam kemasan. Minta minuman tanpa es, gunakan air kemasan untuk menyikat gigi, dan cobalah untuk tidak menelan air di kamar mandi.
  • Hindari Buah dan Sayuran Mentah. Karena produk mentah mungkin telah dicuci dengan air yang tidak aman, hindari buah dan sayuran yang tidak bisa kamu kupas sendiri, terutama selada. Agar benar-benar aman, sebaiknya hindari makan makanan mentah. 
  • Pilih Makanan Hangat. Hindari makanan yang disimpan atau disajikan pada suhu ruangan. Makanan yang hangat adalah yang terbaik. Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan yang disajikan di restoran aman, sebaiknya hindari makanan dari pedagang kaki lima, karena makanan tersebut lebih mungkin terkontaminasi bakteri.

Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Alami Penyakit Tifus

Itulah pola makan sehat untuk mencegah tifus yang bisa kamu lakukan. Namun, jika kamu mengalami gejala mirip tifus, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter terlebih dahulu di aplikasi Halodoc. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan, kapan dan di mana saja.


Referensi:
Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada 2020. Disease Threats and Global WASH Killers: Cholera, Typhoid, and Other Waterborne Infections.
Kids Health. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.