• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Makan Sehat untuk Pengidap Gastroparesis

Pola Makan Sehat untuk Pengidap Gastroparesis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pola Makan Sehat untuk Pengidap Gastroparesis

Halodoc, Jakarta - Pernah atau sedang mengalami mual, muntah, mudah merasa kenyang, terasa begah, atau nyeri pada bagian ulu hati? Bisa jadi keluhan tersebut menandai adanya penyakit gastroparesis. Penyakit ini menyebabkan gerakan lambung untuk mendorong makanan ke usus halus menjadi lebih lambat, akibat gangguan pada otot lambung.

Hati-hati, gastroparesis bisa memicu berbagai komplikasi yang membahayakan bagi tubuh, seperti malnutrisi atau dehidrasi berat. Lalu, bagaimana cara mengatasi gastroparesis? Berkaitan dengan sistem pencernaan, kira-kira seperti apa pola makan sehat untuk pengidap gastroparesis? 

Baca juga: 4 Pemeriksaan untuk Deteksi Gastroparesis

Pentingnya Perubahan Pola Makan

Cara mengatasi gastroparesis perlu disesuaikan dengan gejala, penyebab, dan komplikasi yang mungkin sudah terjadi. Terkadang, mengobati penyebab gastroparesis bisa menghentikan penyakit ini. Namun, bila gastroparesis disebabkan oleh diabetes, dokter akan memberikan beragam saran medis untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah dalam tubuh. 

Namun, bila penyebab gastroparesis tak diketahui secara pasti (idiopathic gastroparesis), dokter akan memberikan perawatan untuk membantu meringankan gejala dan mengobati komplikasi yang terjadi. Misalnya, melalui perubahan pola makan untuk mengontrol gastroparesis.

Menurut ahli di The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), mengubah pola makan membantu mengontrol gastroparesis, dan memastikan pengidapnya mendapatkan jumlah yang nutrisi, kalori, dan cairan yang cukup. Perubahan pola makan ini juga bisa mengobati dua komplikasi utama yang ditimbulkan gastroparesis, yaitu malnutrisi dan dehidrasi. 

Kembali ke pertanyaan di atas, seperti apa sih pola makan yang sehat untuk pengidap gastroparesis?

Baca juga: Nyeri Ulu Hati Bisa Jadi Gejala Gastroparesis

Rendah Lemak sampai Multivitamin

Perubahan pola makan bisa memberikan berbagai manfaat bagi pengidap gastroparesis. Nah, berikut ini pola makan sehat untuk pengidap gastroparesis menurut para ahli di NIDDK:

  • Mengonsumsi makanan rendah lemak dan serat.
  • Makan dengan porsi kecil tapi lebih sering, misalnya sekitar 5-6 kali dalam sehari. 
  • Kunyah makanan hingga halus.
  • Konsumsi makan-makanan yang lembut dan dimasak dengan baik.
  • Hindari minuman berkarbonasi atau bersoda.
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Perbanyak minum air atau cairan yang mengandung glukosa dan elektrolit, seperti larutan rehidrasi, jus buah dan sayuran dengan pemanis alami dan rendah serat, atau sup bening. 
  • Hindari berbaring setelah makan, setidaknya hingga dua jam.
  • Lakukan aktivitas fisik ringan setelah makan seperti berjalan. 
  • Konsumsi multivitamin bila dibutuhkan.

Kamu juga bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai pola makan atau cara mengatasi gastroparesis. Praktis, kan? 

Gangguan Otot Lambung Hingga Serangan Virus

Kira-kira apa sih biang keladi dari gastroparesis? Sayangnya, sampai kini penyebab gangguan pada otot lambung ini belum diketahui pasti. Meski begitu, gastroparesis dapat dipicu oleh rusaknya saraf yang mengontrol otot-otot lambung atau saraf vagus. 

Baca juga: 4 Gejala Umum yang Dialami Pengidap Gastroparesis

Saraf vagus ini berperan untuk mengatur semua proses pada saluran pencernaan. Contohnya, mengirim sinyal pada otot lambung untuk berkontraksi mendorong makanan ke dalam usus kecil.

Meski begitu, menurut ahli di National Health Service - UK ada pula beberapa kondisi lainnya yang memicu terjadinya gastroparesis, seperti: 

  • Diabetes tipe 1 dan 2 yang tidak terkontrol dengan baik. 
  • Komplikasi dari beberapa jenis operasi, seperti operasi penurunan berat badan (bariatrik) atau pengangkatan bagian perut (gastrektomi)
  • Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat penghilang rasa sakit opioid (misalnya, morfin) dan beberapa antidepresan
  • Penyakit Parkinson, penyakit saraf yang memengaruhi bagian otot yang berfungsi mengoordinasi gerakan tubuh.
  • Skleroderma, penyakit autoimun yang menyebabkan area kulit keras dan menebal, dan bisa menyerang organ dalam dan pembuluh darah.
  • Amiloidosis, penyakit langka dan serius yang disebabkan oleh endapan protein abnormal di jaringan dan organ tubuh. 

Di samping itu, ada pula kondisi-kondisi lainnya yang meningkatkan risiko terjadinya gastroparesis. Di antaranya seperti radang lambung, efek samping radioterapi pada bagian perut, hipotiroidisme, penyakit distrofi otot, anoreksia nervosa, hingga penyakit infeksi seperti cacar air atau infeksi virus Epstein-Barr.

Referensi:
The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2020. Gastroparesis
NHS UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Gastroparesis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Gastroparesis. 
WebMD. Diakses pada 2020. Gastroparesis Treatment