• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Makan yang Dapat Sebabkan Gastroenteritis

Pola Makan yang Dapat Sebabkan Gastroenteritis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pola Makan yang Dapat Sebabkan Gastroenteritis

Halodoc, Jakarta - Istilah gastroenteritis merupakan kondisi yang terjadi saat adanya peradangan pada lapisan usus yang disebabkan oleh infeksi. Penyakit ini dikenal umum dengan istilah muntaber. Bukan hanya infeksi virus saja yang menjadi penyebab penyakit ini, muntaber juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Lantas, apakah pola makan yang buruk bisa menjadi penyebab dari muntaber? Berikut ini faktor resiko gastroenteritis lainnya!

Baca juga: Sakit Perut Bagian Tengah Bisa Jadi Gejala Gastroenteritis

Pola Makan Jadi Salah Satu Faktor Risiko Gastroenteritis

Infeksi virus, bakteri atau parasit pada pengidap muntaber dapat menyebar saat kamu mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Bukan itu saja, kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi menjadi salah satu faktor risiko gastroenteritis. Lantas, pola makan yang bagaimana yang menjadi faktor risiko gastroenteritis? Berikut penjelasan selengkapnya!

  • Infeksi Virus

Gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi virus merupakan jenis yang paling sering terjadi. Hati-hati dalam mengonsumsi makanan tertentu, karena virus ini dapat ditularkan melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi kotoran hewan maupun manusia.

  • Infeksi Bakteri

Lain halnya dengan infeksi virus, gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat menyebar melalui makanan yang tidak dimasak dengan kematangan sempurna. Bukan itu saja, infeksi bakteri juga bisa terjadi ketika kamu mengonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.

  • Infeksi Parasit

Sedangkan gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi parasit, mereka dapat menyebar ketika kamu mengonsumsi air yang tidak matang. Pola makan yang buruk menjadi salah satu faktor risiko gastroenteritis. Oleh karena itu, pastikan apapun yang kamu konsumsi telah berada dalam keadaan matang dengan sempurna. Saat makanan dan minuman dalam keadaan matang dengan sempurna, ketiga patogen tersebut telah mati, sehingga tidak akan menginfeksi lapisan usus dan menyebabkan muntaber.

Baca juga: Inilah Perbedaan Diare dan Muntaber

Gastroenteritis dan Gejala yang Tampak

Sama halnya seperti kebanyakan masalah pada pencernaan, gastroenteritis ditandai dengan gejala utama berupa diare. Diare terjadi karena usus besar mengalami infeksi, sehingga kehilangan kemampuan untuk menahan cairan di perut dan menyebabkan feses menjadi cair. Bukan hanya diare saja, berikut sejumlah gejala gastroenteritis yang dapat terjadi:

  • Sakit perut atau kram perut.
  • Demam dan keringat.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan berat badan.
  • Sulit menahan buang air besar.
  • Nyeri otot dan kaku pada sendi.

Gejala yang muncul akan tergantung pada penyebab gastroenteritis sendiri. Gejala biasanya akan muncul setelah 1-3 hari seseorang terinfeksi. Gejalanya sendiri akan berlangsung selama 1-10 hari. Gejala yang telah disebutkan umumnya bisa disembuhkan secara mandiri di rumah dengan perawatan yang tepat. Namun, saat sejumlah gejala berikut muncul, segera temui dokter di rumah sakit terdekat, ya! Berikut sejumlah gejala yang mengkhawatirkan:

  • Buang air besar terus-menerus dalam 24 jam.
  • Buang air besar disertai dengan darah.
  • Muntah-muntah lebih dari 2 hari.
  • Muntah berdarah.
  • Muncul sejumlah tanda dehidrasi, seperti haus, mulut kering, urine berwarna gelap, urine sedikit atau bahkan tidak ada, serta pusing.
  • Demam lebih dari 40 derajat Celsius.

Baca juga: Gejalanya Mirip, Ini Bedanya Gastroenteritis dan Diare

Berbeda dengan orang dewasa, tanda gastroenteritis yang mengkhawatirkan pada bayi dan anak-anak akan ditandai dengan gejala berikut:

  • Demam lebih dari 38 derajat Celsius.
  • Terus-menerus menangis.
  • Lebih rewel dari biasanya.
  • Tampak lemas.
  • Diare berdarah.
  • Munculnya tanda dehidrasi.
  • Muntah terus-menerus selama beberapa jam.
  • Tidak buang air kecil dalam 6 jam.
  • Mengalami gangguan tidur.

Tubuh masing-masing orang akan merespons infeksi dengan cara yang berbeda-beda, dengan kata lain, gejala yang dirasakan setiap orang tidak selalu sama. Jadi, awasi gejala yang muncul, dan lakukan langkah penanganan yang tepat, ya!

Referensi:
Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Viral Gastroenteritis (Stomach Flu).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Diseases. Gastroenteritis.
Healthline. Diakses pada 2020. Viral Gastroenteritis (Stomach Flu).
WebMD. Diakses pada 2020. Gastroenteritis (Stomach Flu).