• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pola Makan yang Salah Bisa Memicu Penyakit GERD

Pola Makan yang Salah Bisa Memicu Penyakit GERD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pola Makan yang Salah Bisa Memicu Penyakit GERD

Halodoc, Jakarta - Jika kamu memiliki GERD (gastroesophageal reflux), mungkin sudah tidak asing lagi dengan sensasi terbakar di dada yang terjadi setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Kamu mungkin sudah mengetahui beberapa pemicu, misalnya saat melakukan pola makan yang salah. 

Terkadang gejala GERD dapat muncul saat kamu tidak menduganya. Untuk itu, ada baiknya kamu menghindari makanan tertentu dan hindari melakukan kesalahan dalam pola makan. Pola makan yang salah bisa memicu penyakit GERD. Pola makan seperti apa yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya penyakit GERD?

Baca Juga: Agar Tak Salah, Ini 5 Tips Mencegah GERD

  • Menunda Waktu Makan

Jika kamu memiliki masalah lambung atau GERD, maka sebaiknya jangan pernah menunda waktu makan. Ingatlah, lambung memiliki pola kerja yang waktunya sudah teratur dari hari ke hari.

Jika kamu terbiasa makan pukul 12 siang, maka di akhir jam itu asam lambung sudah mulai bekerja mengolah makanan yang masuk. Jika kamu telat makan, maka asam lambung yang berlebihan akan naik ke kerongkongan dan terjadilah GERD.

Banyaknya makanan yang masuk meningkatkan tekanan dalam perut dan menyebabkan asam lambung berlebih naik ke kerongkongan. Bukannya merasa kenyang, kamu malahan mudah mengalami kembung dan akhirnya mengalami serangan GERD.

  • Mengonsumsi Makanan Berlemak

Bagi pengidap GERD, selain makanan pedas dan asam, makanan berlemak juga harus dihindari dari menu makan sehari-hari. Dibandingkan dengan jenis nutrisi lain seperti karbohidrat dan protein, lemak menjadi substansi yang paling sulit diolah dan berada paling lama di saluran pencernaan. 

Semakin lama proses pencernaan, semakin banyak pula asam lambung yang dikeluarkan dan kemudian menumpuk. Akibatnya, risiko terjadinya aliran asam lambung naik semakin tinggi.

Maka itu, pengidap GERD harus benar-benar menghindari makanan kaya lemak. Tidak hanya lemak dari daging, lemak dari proses penggorengan makanan, penggunaan mentega, susu tinggi lemak, dan santan harus bisa dihindari. 

Baca Juga: Ini Bedanya Sakit Maag dengan Tukak Lambung

  • Langsung Berbaring Setelah Makan

Cara mencegah asam lambung naik adalah hindari berbaring setelah makan. Selain berbaring, kamu harus berhati-hati dengan cara menunduk setelah makan. Hindari juga makan saat jam tidur. Lambung membutuhkan waktu 4-5 jam untuk mencerna makanan yang dimakan. Maka itu, biasakan makan malam maksimal 4 jam sebelum waktu tidur. 

Kamu harus memperhatikan makanan yang kamu makan yang memicu penyakit GERD. Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, yaitu:

  • Cokelat;
  • Makanan pedas;
  • Makanan berlemak tinggi;
  • Gorengan;
  • Buah sitrus;
  • Tomat dan produk berbahan dasar tomat;
  • Bawang merah dan bawang putih;
  • Permen.

Beberapa makanan ini dapat merangsang produksi asam lambung, membuat gejala GERD jadi lebih parah. Selain makanan, ada juga minuman yang harus kamu hindari untuk mencegah gejala GERD. Minuman ini meningkatkan jumlah asam di lambung dan memperburuk kerongkongan sehingga memicu gejala GERD :

  • Minuman berkarbonasi;
  • Minuman berkafein;
  • Jus jeruk dan tomat;
  • Alkohol.

Baca Juga: Jangan Diremehkan, Dispepsia Bisa Berakibat Fatal

Meskipun biasanya GERD dianggap sebagai gangguan kronis, namun sebenarnya GERD bukan masalah permanen jika dapat dikelola dengan benar. Perubahan pola makan, gaya hidup, dan perawatan yang tepat dapat membantu meredakan gejala. Perawatan yang tepat harus dilakukan bersamaan dengan pencegahan GERD.

Selain itu, sangat penting untuk berbicara pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran tentang perubahan gaya hidup yang sesuai dengan rencana perawatan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc agar sehat lebih nyaman. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Tracking Your Triggers
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to eat and avoid if you have GERD
Health. Diakses pada 2020. 7 Daily Habits That Can Halt Heartburn