• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Poliklinik Kedokteran Olahraga: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Poliklinik Kedokteran Olahraga: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Poliklinik Kedokteran Olahraga: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Januari 2022
Poliklinik Kedokteran Olahraga: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Poliklinik kedokteran olahraga adalah poliklinik untuk penanganan keluhan terkait cedera olahraga ataupun otot. Poliklinik kedokteran olahraga tidak hanya difokuskan pada atlet saja, tetapi juga semua orang dari segala usia yang mengalami masalah fisik seperti terkilir, radang sendi, dan dislokasi.”

Tim medis di poliklinik kedokteran olahraga biasanya adalah adalah spesialis ortopedi yang bekerja dengan atlet dan mereka yang mengalami cedera muskuloskeletal. Tim medis ini dilatih untuk untuk mengatasi masalah apa pun yang terkait dengan olahraga, mulai dari nyeri sendi, osteoartritis hingga rekomendasi nutrisi untuk berat badan seimbang.

Cedera olahraga adalah cedera muskuloskeletal yang cenderung terjadi pada saat berolahraga atau saat mengikuti kegiatan olahraga. Anak-anak lebih rentan mengalami cedera terkait olahraga daripada orang dewasa, tetapi orang dewasa juga dapat mengalami cedera ketika mereka melakukan olahraga tanpa pemanasan. Jika kamu tidak aktif secara teratur tetapi tiba-tiba mulai melakukan olahraga atau aktivitas fisik, ini dapat meningkatkan peluang untuk mengalami cedera olahraga.

Selain itu, dokter olahraga memiliki pengetahuan dalam mencegah cedera muskuloskeletal, bukan hanya mengobatinya. Dokter olahraga juga dilatih secara khusus untuk mendiagnosis dan merawat anak-anak serta orang dewasa yang lebih tua yang memiliki masalah kesehatan atau cedera pada tulang, otot, atau persendian.

Tujuan Poliklinik Kedokteran Olahraga

Jika kamu terluka saat berolahraga, tersandung mainan anak-anak, atau terlibat dalam aktivitas fisik apa pun yang menyebabkan cedera, kamu dapat mengunjungi poliklinik kedokteran olahraga. 

Dokter kedokteran olahraga berspesialisasi dalam pencegahan, diagnosis, dan perawatan cedera yang terkait dengan aktivitas fisik—dari osteoartritis hingga tendinitis—serta cedera olahraga, seperti paha belakang yang tegang atau peradangan pada otot tendon.

Jenis Pemeriksaan di Poliklinik Kedokteran Olahraga

Ada beberapa jenis pemeriksaan di poliklinik kedokteran olahraga, yaitu: 

  • Riwayat klinis dan pemeriksaan fisik.
  • Suntikan muskuloskeletal (sering kali dipandu oleh USG).
  • Biomekanik dan penilaian gaya berjalan.
  • USG musculoskeletal.
  • Pengukuran tekanan kompartemen.
  • Keterampilan injeksi tulang belakang.
  • Tes latihan kardio-paru.
  • Kebugaran fisik dan penilaian antropometri.
  • Program aktivitas fisik dan rujukan olahraga.

Persiapan Sebelum ke Poliklinik Kedokteran Olahraga

Berikut adalah persiapan yang bisa kamu lakukan sebelum melakukan kunjungan:

1. Persiapkan Informasi Mengenai Tingkat Aktivitas atau Rutinitas Kebugaran 

Dokter kedokteran olahraga akan melakukan diagnosis dan penilaian berdasarkan risiko yang terkait dengan olahraga tertentu. Dokter akan melihat seberapa sering kamu berolahraga dan bagaimana hal itu berkontribusi pada cedera.

2. Penjelasan Mengenai Kapan Kamu Mengalami Keluhan Tersebut

Sampaikan rincian cedera ke dokter dan pastikan untuk menjelaskan bagaimana dan kapan kamu mengalaminya. Ini akan membantu dokter menentukan kapan waktu yang tepat kamu mendapatkan tindakan penanganan ataupun pembedahan bila diperlukan. 

3. Jujurlah Tentang Tingkat Rasa Sakit yang Dialami

Beri tahu dokter level sakitmu serta apakah kamu tidak dapat melakukan gerakan dasar tertentu. Tingkat rasa sakit yang kamu alami umumnya menunjukkan intensitas dan jenis tindakan yang diperlukan. 

Prosedur Pemeriksaan di Poliklinik Kedokteran Olahraga

Berdasarkan jawaban dan hasil evaluasi dokter maka akan ditentukan diagnosis dan jenis pemeriksaan yang dapat menjawab penyebab keluhan sakit tersebut. Dokter akan menetapkan rencana perawatan yang mungkin mencakup pembedahan, pilihan invasif minimal, atau berbagai bentuk terapi. 

Terapi fisik adalah metode terapi langsung yang mungkin direkomendasikan oleh dokter dan ini mencakup latihan khusus daripada operasi. Perawatan di rumah mungkin merupakan cara lain untuk merehabilitasi dalam suasana yang nyaman.

Rencana perawatan lanjutan akan berisi instruksi lebih lanjut untuk menghindari insiden dan masalah kesehatan. Dokter akan mempertimbangkan rutinitas dan keterlibatan olahragamu dan memberikan arahan bagaimana seharusnya melakukan olahraga selama masih sakit.

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Menjalani Pemeriksaan di Poliklinik Kedokteran Olahraga

Setelah melakukan pemeriksaan di poliklinik kedokteran olahraga, sebaiknya kamu melakukan sesuai petunjuk dan rekomendasi dokter. Apabila ada obat yang harus diminum, konsumsi dengan teratur. Jika kamu disarankan untuk menghindari jenis latihan tertentu, ikuti saran dari dokter.

Terkadang untuk situasi tertentu dan jenis cederanya, dibutuhkan fisioterapi untuk mempercepat proses penyembuhan. Karenanya, jalani latihan fisioterapi secara teratur dan berkesinambungan.

Tak jarang jenis latihan yang diharuskan melibatkan latihan di rumah. Lakukan secara teratur, jangan karena latihannya di rumah jadi jarang dilakukan. Seberapa baik kamu mengikuti saran dari dokter, pada akhirnya ini akan mempermudah proses penyembuhanmu.